Ada Apa Dengan Subuhku? Bagian 2 - 63 Views

Assalaamu’alaikum. Pertama-tama terima kasih buat bang Jhon karena sudah sudi publish karyaku yang berjudul “ada apa dengan subuhku?“. Oke langsung saja. Jadi setelah melewati mobil itu aku pun lanjut berjalan menuju masjid. Aku benar-benar trauma, setiap kali aku melewati mobil, aku merasa ada yang sedang melihatku dari dalam. tapi aku hanya mengabaikannya dan mengacaukan pikiran parnoku dengan zikir.

Saat shalat, pikiranku terus memikirkan kejadian tadi sehingga shalatku kurang khusuk. Setelah selesai shalat dan zikir, aku pun pulang ke rumah. Kali ini aku merasa agak tenang, gak ada pikiran-pikiran itu lagi. Aku pun bisa berjalan pulang ke rumah dengan lebih tenang. Tapi, rasa tenang itu hanya sementara. Rasa takutku kembali muncul saat melihat mobil itu lagi.

Padahal jarakku dari itu baru beberapa meter, tapi aura-aura sejuknya mulai menaikkan bulu romaku. Aku pun memberanikan diri berjalan melewati mobil itu. Setiap langkah aku mendekat semakin sejuk udara di sekitarku. Saat aku berada di depan mobil itu, aku pun berhenti sejenak. Saat itu aku sedang menunduk. “Oke, semoga gak ada apa-apa. Bismillah!” kataku dalam hati.

Lalu aku mengambil nafas dalam-dalam lalu berjalan melewati mobil itu. *Tek, tek, terdengar suara ketukan di dalam mobil saat aku berada di samping mobil itu. Entah kenapa kepalaku tiba-tiba menoleh ke arah mobil itu padahal aku tak ada niat sama sekali untuk melihatnya. “Gak ada siapa-siapa?” kataku keheranan. Lalu tiba-tiba lampu di sekitarku mati mendadak. Suasana pun menjadi gelap seketika.

loading...

*Dag-deg-dag-deg! Jantungku tiba-tiba terpacu cepat. Udara pun semakin dingin. “Aku harus segera pergi dari sini” kataku dalam hati sambil hendak melangkah. Tiba-tiba kakiku di cengkram oleh sesuatu yang dingin. Aku tak bisa melihat sosok yang mencengkram kakiku karena saat itu benar-benar gelap.

Aku pun hendak memukulnya tapi tanganku tak bergerak. Seluruh tubuhku mendadak kaku. “Apa ini!?” cengkeraman itu membuat suhu tubuhku mendadak turun, kesadaranku hampir hilang. Aku berusaha melawan. Meskipun hanya dengan berbekal lisan.

“Ya Allah, aku berlindung pada-Mu. Ya Allah tolong aku” kataku dalam hati.
“Bismillahirrohmanirrohiim” kataku dengan lirih hampir tak bersuara.

Aku pun membaca ayat kursi. Saat selesai, tiba-tiba ada cahaya kuning lewat. Dan saat cahaya itu mengenai tubuhku. Suhu badanku kembali normal dan aku tak jadi pingsan. Cahaya itu berasal dari motor bapakku yang hendak pergi kerja. Bapakku pun berhenti.

“Kenapa kau diam kayak patung, nak?” tanya bapakku keheranan.
“Gak, gak apa-apa” balasku sambil tersenyum untuk menyembunyikan ketakutanku.

Saat bapakku pergi, aku pun pulang ke rumah dan mulau dari saat itu aku mulai hati-hati saat melihat mobil. Makasih sudah sudi baca sampai sini, wassaalamu’alaikum.

Agen Bola SBOBET