Bunuh Diri - 141 Views

Kisah tentang bunuh diri ini bermula ketika suatu hari ada sekelompok anak sekolah yang terdiri dari 4 orang anak laki-laki dan 4 orang anak perempuan, membuat sebuah pesta kecil di rumah salah satu anak tersebut. Hari pun mulai malam dan tidak terasa telah lewat tengah malam. Mereka memutuskan untuk menceritakan sebuah kisah misteri yang mereka tahu. Kemudian salah satu dari mereka mengusulkan untuk mengetes keberanian mereka dengan cara pergi ke sebuah tempat yang berhantu.

loading...

Kemudian mereka setuju, karena mereka pikir akan menyenangkan untuk dapat memacu adrenalin mereka dengan rasa takut saat mereka menyusuri tempat yang gelap dan angker. Selama bertahun-tahun mereka sebenarnya telah mendengar cerita misteri tentang sekolah yang di tinggalkan itu. Orang-orang mengatakan tempat tersebut berhantu, namun tidak ada satupun dari para remaja itu yang percaya akan hal-hal berbau mistis seperti itu.

Tetapi sekali lagi mereka menginginkan kesenangan dengan merasakan takut, ya lagi pula sekolah itu merupakan tempat yang paling mudah untuk di jangkau. Salah satu perempuan dari 4 perempuan tadi mempunyai mobil sehingga mereka dapat menuju kesekolah itu menggunakan mobilnya, dan memarkirkanya tepat di depan halaman sekolah.

Delapan anak itu kemudian memutuskan untuk menjelajahi sekolah itu dengan berpasang-pasangan. Peraturannya adalah setiap pasangan 1 laki-laki dan 1 perempuan, harus menjelajahi sekolah itu dengan mengelilinginya searah jarum jam. Itu akan memakan waktu sekitar 10 menit untuk mengitari seluruh sekolah. Dan setelah mereka selesai memutarinya, pasangan tersebut harus menceritakan kepada yang lain apa yang mereka lihat dan rasakan. Kemudian giliran pasangan kedua yang melanjutkan dan sampai pada pasangan terakhir.

Pasangan pertama pun pergi, meninggalkan keenam temannya yang lain menunggu di dalam mobil. Setelah beberapa waktu, ternyata mereka tidak juga kembali. 20 menit telah lewat, dan mereka belum juga kembali. 30 menit berlalu, dan mereka tidak juga kembali. Akhirnya pasangan kedua lelah untuk menunggu mereka, dan akhirnya pasangan kedua masuk sambil mencari pasangan yang pertama tadi.

Sisanya hanya menunggu dan menunggu. Tetapi pasangan yang kedua juga tidak kembali. Anak-anak yang lainnya berpikir apa yang sebenarnya terjadi, mungkinkah mereka mencoba bergurau? Dan mencoba menakuti kita dengan tidak kembali? Waktu telah berlalu satu jam sejak pasangan yang pertama tadi memasuki sekolah itu. Karena khawatir pasangan yang ketiga langsung masuk kedalam dan berniat untuk mencari teman-temannya yang hilang. Tetapi mereka juga tidak kembali.

Pasangan terakhir laki-laki dan perempuan yang tertinggal menjadi sangat khawatir, dan perempuan itu mulai menangis. Kemudian sang laki-laki mencoba untuk menenangkannya. Akhirnya laki-laki yang tersisa berkata “aku akan mencari mereka, jika aku tidak kembali dalam 30 menit. Pergilah dari sini dan segera ke kantor polisi”.

Setelah laki-laki itu pergi. Tinggal si perempuan yang ada di mobil. Sendirian dalam suasana yang gelap dan dingin. 1 jam telah berlalu namun tidak ada satupun dari teman-temannya yang kembali. Akhirnya dia menyalakan mobil dan langsung menuju kekantor polisi terdekat.

Anggota polisipun di tugaskan untuk menemani gadis tersebut kembali kesekolah tadi. Dan saat fajar pencarian terhadap tujuh orang yang menghilang itu pun di mulai. Awalnya mereka tidak menemukan apa-apa di lapangan sekolah. Tetapi kemudian mereka melihat kalau sisi pintu dari gym lama di sekolah itu telah terbuka. Polisi itu pun masuk. Tapi ruangan itu juga kosong.

Akhirnya mereka memasuki kamar mandi dari sekolah yang di tinggalkan itu. Dan mereka menemukan ketujuh remaja yang hilang itu. Mereka semua tergantung pada atap kamar mandi dengan tali menjerat leher mereka. Polisi pun menanyai orang yang tersisa yaitu perempuan tadi. Dan dia mengatakan bahwa dia telah berkata yang sebenarnya. Teman-temannya pergi kesekolah untuk mengetes keberanian. Tidak ada alasan untuk bunuh diri.

Bagaimanapun juga, setelah menyelidiki kasus ini selama beberapa bulan. Akhirnya mereka menutup kasus ini. Polisi berkata mereka tidak menemukan bukti apa-apa untuk menjadikan hal ini kasus pembunuhan. Polisi menyebutkan bahwa kelompok remaja itu terlibat dalam suatu fakta bunuh diri. Sampai saat ini, tidak ada satupun orang dari kota tersebut yang berani berkeliling kedalam sekolah yang telah di tinggalkan itu setelah larut malam.