Mimpi di Dalam Mimpi Bagian 2 - 41 Views

Halo semua ketemu lagi bersama saya risky, bagi yang belum kenal silahkan add facebook saya ya, oke kita lanjutkan saja cerita dari mimpi di dalam mimpi dari yang sebelumnya sekarang bagian 2, tapi bagian ini adalah isi di dalam mimpi tersebut, oke langsung saja. Tiba-tiba saya terbangun dalam kegelapan, mungkin karena malam hari, tapi kenapa terlalu gelap, tidak bisa melihat langit, bulan, ataupun pohon, dalam pikiranku berpikir mungkin ini masih di dalam mimpi yang lain.

Tapi di dalam mimpi itu seram sekali, disaat mencoba berjalan, sedikit demi sedikit mulai terang, lama kelamaan saya melihat seperti berada di dalam piramid karena yang saya lihat patung-patung mesir kuno, lalu tiba-tiba seperti yang ada di dalam film saya hampir terkena jebakan, saya salah melangkah lalu menginjak batu yang mengeluarkan panah, untung saja saya bisa menghindar dengan gerakan berguling.

Lalu saya mulai berhati-hati dari tempat keluar saya tadi ada 3 jalan yang bisa di masuki. Ada kiri, tengah, kanan. Lalu saya memilih yang kanan karena yang paling bagus selalu yang kanan kan? *Wkwk ngapa jadi bicara ngelantur, habis kalau makan, terus pegang duit, salaman, kan pakai tangan kanan, lah itu kan tangan apa hubungannya sama yang ini? Biarin dah biar ramai *wkwk. Oke lanjut lagi pada nungguin ya?

Lalu akhirnya saya lewat jalan kanan, saya berjalan dan berjalan terus, lalu dalam pikiran sepertinya aman, tiba-tiba dari dinding keluar ular berbisa, makin banyak sementara itu saya lari terus dan terus. Ah kaki sepertinya terkena lilitan ular tapi masih belum di gigit, akhirnya saya masih berlari sejauh mungkin. Tiba-tiba di depan ada jembatan gantung tetapi talinya tipis sekali, dan di bawahnya ada api lalu tanpa pikir panjang saya langsung berlari sambil menepis ular yang di kaki dengan cara menendang.

Saat sampai di tengah jembatan mau putus lalu tiba-tiba saya jatuh dan akhirnya masuk ke mimpi yang lainnya. Bersambung, selanjutnya di mimpi di dalam mimpi bagian 3 ya, semoga kalian terhibur dengan cerita saya.

Facebook: edo rohis

loading...