Posko Angker Saat PPL di MTsN 1 Metro Batanghari - 200 Views

Hi, balik lagi sama aku Dion. Aku punya cerita misteri tentang posko angker saat PPL di MTsN 1 Metro, Batanghari karena pada dasarnya aku nggak ngalamin cuma ngerasain. Waktu itu aku lagi kuliah semester 5 jurusan pendidikan bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Metro. Dan semester 5 itu waktunya buat PPL (semacam praktik mengajar lapangan gitu lah. Yang kuliah jurusan FKIP pasti tahu lah). Aku dan ke-14 temanku (warsono, adi, nosa, yuni, emon, elsa, dina, ocky, diah, indah, betty, novi, lina, dan dua lagi lupa) soalnya tahun 2014 silam.

Saat PPL kan kita di wajibkan buat nyari posko semacam rumah, sementara gitu dan setelah rundingan panjang lebar akhirnya kita orang mutusin di rumah yang sudah setahun nggak di tempatin. Karena pemiliknya sudah meninggal. Rumah itu punya ruangan depan lebar dengan 4 kamar tidur dan satu dapur. Posisi pintu depan lurus ke pintu belakang (padahal pamali banget kan?).

Kita orang PPL di MTsN1 Metro (sekarang Batanghari) selama kurang lebih 3 bulan. Di sebelah kanan rumah itu ada rumah baru, rumah anak bungsu dengan suami dan anak tunggalnya. Di sebelah kiri depan ada semacam bekas kamar kostan tapi kecil 3 *plong tapi sudah gak ke urus. Dulu sih katanya ada yang nempatin. Belakang bangunan itu ada ruangan dengan 4 sekat dan ada ayamnya.

Di belakangnya lagi ada sumur tua beserta kamar mandinya yang sudah gak di pakai. Di bak tempat air yang berlumut itu di tutup papan kayu (di dalamnya ada puluhan kecoa, saat aku buka *i-ih). Di antara posko kita dan rumah sebelah kanan ada bilik kamar yang di sewakan ke sebuah keluarga kecil dengan satu anak yang masih balita. Di belakang posko ada 2 bilik kamar mandi baru.

Di samping kamar mandi ada 2 kamar buat gudang. Lalu di sebelahnya lagi ada semacam dapur tua dengan kursi tua dan juga peralatan masak zaman dulu plus gentong airnya. Karena dinding dapur tua itu masih rakitan bambu jadi saat aku masuk ke ruang dapur tua itu, aku ngintip ke belakangnya lagi ada sumur dengan bangunan 2 bilik tanpa atap tapi di tutup. Jalan masuknya lewat belakang kamar mandi baru.

Jadi dalam sepetak tanah berkeliling pagar itu ada 3 sumur tua (sumur ketiga kan di rumah si anak bungsu). Ah dari bangunan dan situasi kondisinya saja sudah bikin merinding. Mau gimana lagi kan kita orang sudah bayar dan saat survey kita orang cuma tengok dalam rumah dan kamar mandi baru. Pasti pada bertanya-tanya kenapa ini jadi kisah misteri? Karena yang ngelola (anak bungsu) nggak cerita apa-apa soal rumah itu (ya iyalah kalau bilang rumahnya angker ya gak bakal ada yang mau sewa).

Singkat cerita kita orang ber-15, 3 laki-laki dan 12 cewek. Laki-laki tidur di kamar depan. Dan 12 cewek itu di bagi 3 jadi kamar sisanya masing-masing di isi 4 cewek. Di kamar depan itu ada sebuah lemari tua nan lapuk gak ada isinya. Di ruang tengah ada lemari dengan isi perabotan makan dan pernak-pernik sang pemilik dan ada boneka barbie dengan gaun warna hijau. Seminggu pertama kita orang stay disitu memang gak ada apa-apa.

Tapi hari berganti hari keanehan mulai terjadi. Di kamar ketiga dari depan saat tengah malam katanya ada yang ngetuk. Padahal itu kan kelakuan aku yang iseng mau nakutin mereka. Tapi kata mereka ketukannya lain. Tahu deh, depan jendela kamar ketiga itu di luar samping kirinya itu sumur tua yang banyak kecoanya.

loading...

Terus saat mereka orang pada pulang ke rumah masing-masing (weekend) dari kita org ber-15 itu cuma aku yang rumahnya paling jauh dan gak punya kost-kostan jadi cuma aku yang stay sendirian di rumah itu. Saat malamnya ketika lagi tidur pulas kepalaku ke *jedot tembok dua kali kayak ada yang *ngejedotin. Lanjut bagian 2 ya. Aduh bakal panjang banget ini kalau di ceritain. Capek ngetiknya.