Cerita Pendek (Kisah Nyata) - 4.96k Views

List cerita pendek (cerpen) kisah nyata. Di bawah ini, ada beberapa kumpulan cerita pendek horor non fiksi yang telah di dapatkan dari beberapa narasumber. Langsung saja ya di baca cerpen berikut ini.

1. Ini bukan tentang aku, kamu atau cermin. Ini tentang dia.

Narasumber: Akira (23 tahun), my best friend in my story “Ayako datang“.
Lokasi: Yokohama, Jepang.

Sewaktu kecil, aku tinggal di kota Yokohama, Jepang bersama dengan kedua orang tuaku. Aku tidak pernah merasakan, melihat atau apapun mengenai hal ganjil selama ini. Mengenai hantu dan sejenisnya. Aku tidak pernah. Tapi entah kenapa malam itu, nasib sial menghampiriku. Ketika tengah malam pada jam 1.45 dan aku masih ingat sekali, aku keluar dari kamar menuju ke arah dapur dan berniat ingin minum.

Sebuah cermin, yang di letakkan papaku di dinding, baru di belinya beberapa hari yang lalu dari seorang teman yang aku tak tahu siapa. Dari kamar, aku harus melewati cermin itu untuk menuju ke dapur. Di awal aku keluar kamar, aku hanya melintasi cermin tersebut tanpa melihatnya (tanpa bercermin). Setelah selesai minum, aku langsung bergegas kedalam kamarku dan harus melewati cermin itu lagi.

Entah kenapa malam itu, aku ingin bercermin, sekedar melihat wajahku saja. Tapi alangkah terkejutnya aku, ketika melihat bayanganku, ternyata aku tidaklah sendiri. Aku bersama dia. Dia. Ya dia. Wanita bergaun yang penuh darah segar, berambut panjang dan wajahnya sangat mengerikan. Dia melintasiku. Antara melintasi bayanganku ataukah aku? Aku yakin ini bukan sebuah fantasi yang di buat-buat, ini juga bukanlah tentang cermin itu, tapi dia, di balik cermin. Aku hanya kaku dan diam seribu bahasa. Aku lihat saja sosok itu sampai hilang dan akhirnya aku pingsan.

2. Tawa siapa?

Narasumber: Lee Hui (22 tahun) my best friend in my story “Ayako datang“.
Lokasi: Ansan, Korea Selatan.

Saat masih SMA, aku memiliki seorang sahabat. Bisa di bilang dia merupakan sahabat yang benar-benar sahabat. Suka duka, kami selalu bersama. Kejadian ini terjadi beberapa tahun lalu, saat itu aku dan sahabatku bernama Min Hwa sedang di hukum membersihkan toilet sekolah oleh guru kami, karena kami terlambat masuk ke dalam kelas. Sebenarnya Min Hwa tidak akan mendapatkan hukuman, kalau dia tidak menjemputku terlebih dahulu. Ini semua adalah salahku, yang sangat lama saat berdandan.

Sampailah kami di toilet sekolah, aku bersiap dengan pengepel sedangkan Min Hwa bersiap dengan alat sedot toiletnya dan juga pembersih kaca. Saat itu kami sedang asik dengan hukuman kami masing-masing dan saling mentertawakan diri satu sama lainnya di dalam toilet sekolah, karena wajah kami yang berantakan sambil mengenakan seragam kami yang compang-camping. Awalnya tidak terjadi apa-apa. Kami malah menikmati hukuman kami, tapi beberapa saat kemudian.

loading...

“Kau dengar sesuatu, tidak?” tanya Min Hwa.
“Suara ketawa wanita” jawabku.
“Iya. Dari mana asalnya suara ketawa wanita itu ya?” tanya Min Hwa.
“Sepertinya dari dalam toilet paling ujung” jawabku sambil menunjukkan arah toilet.

Kami berdua saling bertanya-tanya. Apa ada siswi yang masuk ke dalam toilet itu? Perasaan dari tadi hanya kita. Suara siapa itu? Kencang sekali. Apa dari tadi ada orang, tapi kita tidak tahu? Itulah yang kami pertanyakan saat itu. Kami mengendap-endap mendekati sebuah toilet yang berada di paling ujung. (Suara tawa itu sangat nyaring. “*Haha, haha” suaranya sungguh menggelegar mengisi seluruh ruangan toilet itu).

Sebelum sampai di toilet ujung (toiletnya memanjang ke samping, kira-kira kami berada di pintu toilet nomor 4, karena toilet terdiri dari 6 baris) Min Hwa langsung menggenggam tanganku dan menyuruhku untuk berhenti. Alangkah terkejutnya aku, ketika Min Hwa mengingatkan aku akan sesuatu hal yang membuat bulu kuduk meremang. “Apa kau tidak ingat? Toilet terakhir itu bekas gantung diri seorang siswi 10 tahun lalu. Ingat kan?”. Mendengar itu, kami langsung ambil langkah seribu.

3. Apa itu?

Narasumber: Papa Lee Hui
Lokasi: Gimpo, Korea Selatan

Kisah ini sudah lama sekali terjadi. Papaku (Mr.Lee ) akan pergi memancing bersama dengan temannya, bernama Mr.Kwan di salah satu kolam pemancingan yang letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi rumah mereka berdua. Malam hari, kira-kira sudah jam 9. Malam itu tidak seperti biasanya, perasaan papaku tidak enak untuk memancing malam ini.

“Santai saja. Itu hanya perasaan” kata Mr.Kwan.

Oke, papa akhirnya tidak memperdulikan perasaannya itu. Sampailah mereka di area kolam pancing. Malam itu memang terasa sangat aneh, bukan hanya perasaan papa saja yang tidak enak, tapi.

“Kok sunyi kolam pancingnya? Biasanya ramai oleh orang banyak. Atau kita yang kelamaan?” tanya Mr.Kwan.
“Pulang saja yuk. Perasaanku semakin buruk. Besok saja kita memancingnya” kata papaku yang saat itu sudah panik.
“Jangan. Sudah sampai, sudah tanggung” jawab Mr.Kwan.

Akhirnya mereka berdua mencari tempat untuk memancing. Sekitar 30 menit berlalu, ikan belum juga mereka dapatkan.

“Sabar. Namanya juga memancing” kata Mr.Kwan
“Kenapa kau kelihatan selalu gelisah? Sudah tenang saja. Kalau kita dapat satu hari ini, kita langsung pulang” sambung Mr.Kwan.

Papaku entah kenapa malam itu tidak bisa tenang seperti biasanya (kata papa). Seperti akan ada sesuatu hal terjadi, tapi dia tidak tahu. Papaku selalu mengajak Mr.Kwan untuk pulang, tapi Mr.Kwan selalu menolak. Sampai tiba-tiba sesuatu hal terjadi pada mereka berdua.

“Lee, pancingaku ke tarik. Ikan. Ini pasti ikan” kata Mr.Kwan yang sangat kesenangan.

Di tariknya, tarik dan tarik. Sampailah sesuatu mulai muncul ke atas permukaan air (yang menarik kail pancing). Jarak yang tidak terlalu jauh, karena minim pencahayaan, mereka jadi menerka-nerka.

“Apa itu?” tanya papaku.
“Iya, apa ya? Kayak bulat. Hitam, seperti bulu” jawab Mr.Kwan yang juga bingung.

Semakin di tarik, kelihatan semakin aneh. Kemudian papaku menyuruh untuk jangan menarik itu sampai ke tanah atau permukaan, biarkan tetap berada di dalam air. Kemudian papaku mengambil obornya untuk mengecek sesuatu yang aneh itu, papaku berjalan dan mulai memasuki air. Mendekat dan semakin mendekat. Setelah di lihat.

“*Haa!” papaku menjerit dan langsung lari tanpa memperdulikan temannya. Dia meninggalkan temannya. Pada keesokan harinya, Mr.Kwan datang ke rumah dan menemui papa yang ternyata sedang sakit demam akibat melihat sesuatu itu.

“Apa yang menggigit kail pancingku dan apa yang kau lihat semalam?” tanya Mr.Kwan.
“Kau mau tahu apa yang menggigit kail pancingmu dan apa yang kulihat semalam. Sebuah kepala manusia menyeringai yang menggigit kail pancingmu dan itulah yang kulihat”.

Selanjutnya cerita pendek (kisah nyata) bagian 2.