Di Kejar Kuntilanak di Rumah Angker - 1.2k Views

Hai perkenalkan namakuu Ghaly Andika asal dari Bandar Lampung, ini adalah pengalaman kisah nyata yang Aku alami. Let’go to the stories, waktu itu sekitar 2 tahun yang lalu pada saat Aku masih SMP, aku bersama ke-7 temanku yaitu, Sanjaya, Hendi, Panca, Singgih, Arafat, Odi, Deva dan Aku ingin melakukan uji nyali di rumah kosong yang terkenal angker di Susunan Baru (hiih seram).

Kami berdelapan sudah berdiskusi dan akan melaksanakan kegiatan uji nyali itu setelah latihan kesenian yang kami sukai yaitu Jaran Kepang, nah sehabis latihan kami capcus ke rumahh angkrr tersebut naik motor. Sesampainya disana perasaan kami sudahh tidak enak sekali. Baru juga sampai langsung di hadiahi bau kembang Melati. Aku sebenarnya sangat takut sekali tapi apa boleh buat nanti yang ada aku di bilang penakut *wkwk padahal memang takut banget hihi*.

Lanjut ke stories, disitu kami mulai mengeluarkan gelas yang sudah di tutup kertas dan di lubangi terus nama kami ada di dalamnya. Setelah di kocok-kocok sampai tumpah-tumpah *wkwk soda kali* keluar lah nama pertama yang duluan uji nyali, mau tahu siapa nama tersebut? Hahaha ya temanku lah *padahal namaku hihi*. Aku terkejut bukan main kenapa harus aku yang duluan.

Aku sangat takut sekali tapi aku mencoba untuk tenang, aku di antar oleh temanku 2 orang, Sanjaya dan Hendi masuk kedalam dan yang terjadi bukan main, suasana di dalam sangat menyeramkan sekali. Coba kalian bayangin gimana rasanya masuk rumah seangker itu yang konon katanyaa ada penunggunya yaitu kuntilanak merah *hih membayangkannya saja sudah seram apa lagi kalian jadi aku*.

Lanjut ke stories. Sesampainya di dalam aku hanya dibekali handycam, nah saat kedua temanku ini meninggalkan aku barulah aku mulai merasakan hal aneh yang akan terjadi *maklum aku mempunyai kelebihan yaitu bisa melihat mereka yang tak kasat mata*. Aku merinding sekali saat berjalan-jalan menyusurinya untuk mencari sesuatu dan setelah aku berputar-putar tidak ada hasil apapun melainkan suara-suara tangisan dan tertawa saja yang terdengar.

Nah pada saat aku ingin keluar karena waktu uji nyali telah usai dan temanku yang selanjutnya yang akan masuk, tiba-tiba di belakangku terdengar suara yang sangat jelas, suaranya seperti wanita yang sedang tertawa hihihi, aku tidak berani melihat kebelakang karena itu pasti yang kami cari. Jadi saat aku keluar pintu, aku coba menengok ternyata benar dugaanku, dia mengikutiku tapi aku langsung bergegas lari keluar dan menghampiri teman-temanku. Saat aku tiba mereka bertanya.

loading...

Jay: ada apaa gal?
Aku: aku melihat kuntilanak itu jay.
Arafat: dimana kamu melihatnya?
Aku: saat aku ingin keluar tadi, aku di tertawakan olehnya dan dia mengikutiku.

Nah pada saat temanku si panca bertanya.

Panca: gal sekarang ada dimana dia?
Odi: iya gal dimana dia?
Arafat: iya dimana gal sekarang kuntilanak itu?
Aku: aku tidak tahu.

Lalu temanku yang bernama deva itu diam saja dan wajahnya pucat sekali.

Aku: kenapa kamu dev?
Deva: gal sepertinya dia akan kesini.

Kami semua menengok ke arah pintu masuk itu. Ternyata benar dia menampakan wujudnya dan terbang ke arah kami sambil menatap kami dengan sangat tajam, kemudian kami semua lari tapi kami kira kuntilanak itu tidak mengejar kami. Ternyata kami salah, dia mengejar kami dengan mimik wajah yang sangat marah. Wajahnya seram sekali seluruh wajahnya di tutupi darah amis yang segar. Akhirnya kami memutuskan lari terus sampai sanggar kami, kemudian kami menceritakan kepada ketua kami kalau kami tadi di kejar-kejar oleh kuntilanak merah itu. Kemudian ketua kami bilang.

Ketua: makanya tidak ada yang pernah berani kesana lagi, kenapa kalian malah nekat? Dia sudah sangat marah saat ini mungkin dia akan meneror warga setempat lagi seperti dulu.

Akhirnya kami kembali kesana lagi untuk mengambil kendaraan kami semua dan kami berjanji tidak akan pernah berani kesana lagi. Sekian cerita dari aku, maaf kalau kurang seram ya, maklum baru pertama kali hhe. Wabillahi taufik walhidayah wassalamu’alaikum wr, wb. Semoga ceritanya menghibur para pecinta horor.

Facebook: Ghalyy Andikaa