Jurig Aki Gundul Penghuni Gonggo Bagian 2 - 104 Views

Dari cerita sebelumnya jurig aki gundul penghuni gonggo, pasti sudah ada sedikit gambaran bagaimana tempatnya, letak posisi dan sosok hantunya. Selain kadang suka mengganggu pengendara sepeda motor ada kejadian aneh lainnya juga. Sekitar 10 meter dari gonggo itu terdapat satu buah tiang listrik. Semenjak ada kejadian dari penampakan jurig aki gundul akhirnya di tiang listrik tersebut di pasang sebuah lampu untuk penerangan jalan.

Tapi tidak sampai seminggu lampu untuk penerangan jalan itu mati. Walau sudah beberapa kali di ganti dengan lampu baru pasti gak sampai seminggu mati lagi. Akhirnya lampu untuk penerangan jalan dekat gonggo itu tidak ganti lagi dan di biarkan begitu saja. Terus kejadian anehnya lagi itu di pohon karet dekat gonggo itu tiba-tiba ada sebuah sarang tawon sebesar kepala orang dewasa.

Ada beberapa orang yang terkena sengatan tawon saat berjalan kaki melewati gonggo itu. Ada teman sekolah SD aku juga yang ikut menjadi korban sengatan tawon sampai dia tidak bisa masuk sekolah selama seminggu. Maklumlah waktu itu aku masih anak kecil yang iseng banget. Waktu itu sepulang sekolah aku dan dua temanku berniat untuk melihat sarang tawon tersebut.

Aku samarkan saja namanya Didin sama Dodon. Awalnya sih kami cuma lihat dari jauh saja tapi lama kelamaan jadi mendekat tidak jauh di bawah pohon karet itu. Dan karena iseng aku mengambil sebuah batu lalu kemudian aku lemparkan ke arah sarang tawon itu. Tapi lemparanku tidak tepat sasaran.

Dodon: jangan di lempar batu ting, nanti tawonnya keluar.

Tiba-tiba teman aku Didin langsung ikut melempar batu ke arah sarang tawon dan batu itu sangat tepat sasaran mengenai sarang tawonnya. Sehingga tawon-tawon itu terlihat langsung berterbangan di sekitar sarang. Karena ada beberapa tawon yang terbang ke arah kami seketika aku sama Didin langsung bertiarap di tanah.

Tapi nasib tidak baik menimpa Dodon yang malah memilih untuk lari akhirnya beberapa tawon itu terus mengejarnya lalu kemudian menyengatnya. Karena sangat meresahkan warga, akhirnya sarang tawon itu di bakar saat malam hari oleh beberapa orang dewasa di kampungku.

loading...