Mbak Kunti Penghuni Pohon Pinang - 244 Views

Ass, sebelum mulai cerita ini aku ucapin salam hormat sama semua, senior KCH. Aku perkenalkan diri ya kakak namaku tedy, aku kerja di PT. Gula, di daerah Sumatra Selatan. Aku kerja sebagai operator albert (alat berat) buldozer. Percaya gak percaya ya, ini kisah nyata yang aku alamin sendiri. Kita mulai ya ceritanya. Ini terjadi di malam jumat. Saat aku kena shift 3, waktu itu kebetulan tepat malam 1 suro, aku sama 2 temanku, yang 1 mandornya yang 1 sopir mobil yang antar jemput overshift kita.

Nah ini sopir termasuk orang pintar (masalah gaib). Di perjalanan dia bilang, kalau perasaannya kagak enak, katanya di tempat yang mau di gusur kali ini ada penghuninya, aku sama mandor sih gak terlalu ambil pusing. Malah kita bercandaan, langsung saja aku jawab.

“Iya aku yakin pasti disana ada penunggunya yang bisa kita bakar-bakar nih kayak waktu itu (yang aku maksud ubi bakar) terus kita makan”.

Eh itu sopir langsung nyahut saja.

“Hati-hati kalau ngomong tedy, mereka lebih peka di banding kita, jaga bicara”.

*Opss, aku langsung kaget, nih orang biasanya kalau sudah serius gini, biasanya bakal ada kejadian nih. Dari situ aku sudah sedikit was-was. Singkat cerita nih, setelah sampai di lokasi, dan aku sudah overshift, kebetulan shift aku bawa kendaraan sendiri, mereka pulang gak naik mobil jemputan. Syukurnya si sopir yang orang pintar ini sudah tahu bakal ada kejadian malam ini, akhirnya dia ikutan nemanin aku sama mandor, nah saat aku mau mulai kerja, setelah terima instruksi dari mandor, arah yang mau di gusur.

Ya kerjaan buldozer cuma gusar-gusur lahan hutan yang mau di kelola perusahaan. Ini kejadian aneh mulah terjadi. Aneh banget nih, buldozer yang mampu robohin pohon-pohon gede, saat aku mau gusur pohon pinang, teman-teman pasti tahu kan pohon pinang, yang biasa di pakai buat panjat pinang. Tiba-tiba saja ini buldozer gak kuat, alias gak mampu ngerobohin pohon pinang yang sekecil itu, sudah gak bisa di terima akal.

loading...

Aku sudah keluarin semua keahlianku, tapi tetap saja gak roboh. Serentak mandor sama sopir heran, aku pun berhenti, dan saat aku mau turun dari buldozer, tiba-tiba tanganku ada yang megang dari sebelah kanan, dan saat aku noleh, masya Allah, pengalaman yang paling menakutkan dalam hidupku, di sebelahku ada kuntilanak, yang duduk tepat di sampingku, tubuhku gak bisa gerak.

Mata gak bisa berkedip si kunti tepat di depan mataku, dia menatapku dengan tatapan marah, mungkin karena pohon pinang yang mau aku robohin ini rumah dia, syukurnya temanku cepat ambil tindakan, dia langsung bantu tarik aku. Aku terlepas dan turun, sebab posisiku saat itu masih di atas buldozer, dan setelah aku turun si temanku langsung teriak sambil ngomong.

“Hai kau ciptaan Allah penghuni gaib, menyingkirlah jangan gangu kami, menjauhlah”.

Eh si kunti makin melotot, dan dia teriak, kalian mungkin gak percaya, teriakan itu. Kayak speaker yang di tempelin di kuping dengan volume full, aku sama mandor langsung kesakitan gak tahan dengar itu suara. Tapi aku salutsa ma temanku dia tetap kuat, dia ngomong lagi.

“Jangan paksa saya untuk melawan kamu, pergilah”.