Pengalaman Menyeramkan - 806 Views

Apakah anda pernah melihat hantu? Mendengar suara-suara yang aneh di malam hari? Merasakan kehadirannya? Apakah anda percaya hantu itu ada? Percaya atau tidak semua kembali ke diri kita masing-masing. Bagi yang percaya hantu itu ada mungkin mereka pernah merasakan dan melihat sosoknya, atau bahkan mungkin pernah berkomunikasi langsung dengannya. Tapi bagi yang tidak percaya adanya hantu bersiaplah. Pengalaman menyeramkan ini akan menakutkan untuk kalian. Jadi lebih baik siapkan diri kalian dan jangan baca cerita ini sendirian.

Pada liburan kala itu saya, Agus, rohman, rusli, mulki, Kevin, wahab bersama yang lain memutuskan untuk berkunjung kerumah Kevin di perkampungan yang terletak di kaki gunung Salak. Kami berangkat sepulang kerja yang berarti kami berjalan di malam hari dengan menggunakan sepeda motor untuk menuju ke rumah Kevin.

Singkat cerita setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, kami hampir tiba di daerah tempat Kevin tinggal. Namun sebelum kami tiba di rumahnya, kami harus melewati sebuah jalan menurun yang sama sekali tidak terlihat adanya pemukiman warga disitu. Saya hanya melihat di jalan sebelum memasuki turunan yang cukup curam, ada sebuah bangunan kosong yang mungkin sudah tidak ada penghuninya sekian lama.

Namun hanya ada 1 lampu yang meneranginya di depan. Entah kenapa saya seperti tertarik untuk melihat ke arah rumah tersebut. Kami meneruskan perjalanan yang berarti kami harus menuruni jalan menurun dan melewati rumah kosong itu. Ketika kami hampir mendekatinya, pandangan saya tertuju pada sesuatu yang berada di balik cahaya lampu tepatnya di depan pintu rumah.

Saya melihat seseorang yang sedang berdiri sambil melambaikan tangannya ke arah kami. Sebelum saya memulai perjalanan saya sempat menanyakan Kevin tentang bangunan itu. Dia hanya menjawab bangunan itu merupakan sebuah villa yang sudah lama kosong, tidak ada yang menempatinya. Lalu siapa yang tadi melambaikan tangan ke arah kami? Saya menghiraukan villa itu dan kembali fokus ke jalan karena kami akan melewati turunan dengan kondisi jalan yang rusak.

Malam itu begitu dingin, di tambah angin yang mulai mampu menusuk ke badan. Dan sialnya kami harus melewati beberapa pohon bambu kuning yang berdiri di sebelah kanan jalan. Kami menuruni jalan dengan sangat hati-hati. Beberapa kali kami membunyikan klakson motor untuk mengasih tanda bahwa kami ingin lewat. Pohon bambu yang berada di depan kami mulai bergoyang-goyang. Entah karena angin yang berhembus atau ada sesuatu yang menggoyangkannya. Kami hanya bisa terdiam melihatnya. Kami tidak terbiasa dengan suasana seperti ini.

Setelah kami melewati beberapa pohon bambu kuning. Kami harus melewati beberapa belokan dengan jurang di sebelah kanan di atas persawahan warga. Di sebelah kiri kami hanya ada perkebunan namun beruntungnya kami melewati jalan yang landai dan tidak rusak. Setelah melewati jalan tadi mulai terlihat pemukiman warga di depan kami. Perasaan kami sudah sedikit tenang karena kami sudah hampir tiba di rumah Kevin. Kevin yang sedari tadi memimpin perjalanan di depan, dia terlihat biasa-biasa saja.

loading...