Pocong Jadi-Jadian - 574 Views

Perkenalkan nama saya Muhammad Subakti. Setelah sekian banyak saya membaca cerita hantu di website KCH ini, saya mempunyai keinginan untuk menceritakan tentang hantu yang saya alami atau saudara saya alami. Oke langsung saja ke cerita.

Cerita ini saya ambil dari pengalaman paman saya waktu paman saya masih remaja. Sebut saja mas Radi (nama samaran). Waktu itu di desa saya sedang populer sekali tentang namanya hantu jadi-jadian. Salah satunya pocong dan kuntilanak. Waktu sore menjelang maghrib kebiasaan mas radi baru pulang ke rumah neneknya karena telah bermain bola bersama teman-temannya.

Dia enggan pulang ke rumah orang tuanya karena dia tahu pasti dia akan kena marah oleh kedua orang tuanya. Jarak rumah nenek mas radi dengan rumah kedua orang tua mas Radi cuman beberapa meter karena satu jalan. mas radi ini di suruh oleh neneknya untuk mandi dan makan. Setelah mendengar ucapan itu dari mulut neneknya, mas radi bergegas melakukannya.

loading...

Setelah selesai mandi mas Radi langsung makan dengan masakan yang sudah di sediakan. Setelah selesai makan, entah kenapa mas Radi ketiduran dan lupa untuk pulang. Waktu menunjukan tengah malam, mas Radi bangun dari tidurnya. Dia mempunyai keniatan untuk pulang ke rumah karena besok dia harus sekolah. Langsung dia berpamitan dengan neneknya dan menyuruh neneknya untuk mengunci pintu rumah.

Setelah keluar dari rumah entah kenapa mas Radi merasakan sesuatu yang tidak enak dalam dirinya, tapi mas Radi tidak meragukannya. Mulai lah mas radi berjalan dengan jalanan yang sangat sepi sekali. Mas radi sudah melewati beberapa rumah hingga akhirnya dia harus melewati pohon pisang yang besar untuk sampai ke rumah kedua orang tuanya. Beberapa rumah sudah dilewatinya kini tinggal pohon pisang itu yang harus mas Radi lewati.

Sebelum mas Radi melewati pohon pisang, mas Radi melihat ada sesuatu di balik pohon pisang itu. Karena sesuatu yang di lihatnya bergerak dan tidak jelas, mendekatlah mas Radi dengan membawa batu besar di tangan kanannya untuk berjaga-jaga. Setelah mas Radi sudah cukup dekat dengan sesuatu yang bergerak itu, mas radi mempunyai keinginan untuk melempar batu yang ada di tangan kanannya.

Namun sebelum ingin melempar batunya, betapa terkejutnya mas Radi bahwa sesuatu yang bergerak tadi menoleh/melihat ke mas Radi. Dia terkejut bahwa yang di lihatnya adalah pocong jadi-jadian. Muka pocong itu sangat seram sekali, matanya melotot dan banyak darah di pipinya. Dengan iman yang kuat mas radi melemparkan batu yang ada di tangan kanannya ke pocong itu dengan mengucapkan “Allahuakbar!” batu itu mengenai badan pocong itu. Sehingga pocong itu terjatuh.

Setelah melihat pocong itu berdiri, mas Radi langsung berlari secepat mungkin. Dan yang paling aneh pocongnya itu mengejar mas Radi dengan membawa pisau di tangannya. Melihat itu semua mas Radi lari sekencang-kencangnya untuk ke balai desa. Karena tempat pos rondanya itu ada di balai desa. Setelah sampai di balai desa mas Radi melihat kebelakang dan tidak melihat apa-apa. Padahal dia tahu sebelum dia sampai ke balai desa, pocong itu mengejarnya dengan membawa pisau di tangannya.

Lalu mas Radi mendekati orang yang sedang ronda dengan nafas tergesa-gesa. Mas Radi menceritakan semua apa yang terjadi dengannya. Setelah tahu dari cerita mas Radi orang-orang yang sedang ronda mengantarkannya pulang. Sampailah mas Radi di rumah kedua orang tuanya.

Dan besoknya mas Radi menceritakan apa yang terjadi pada malam tadi kepada kedua orang tuanya. Hingga akhirnya mas Radi dan keluarganya mengundang orang pintar (semacam ustadz) dan mas Radi di suruh meminum air putih yang diberikan oleh orang pintar itu. Setelah kejadian itu mas Radi tidak pernah lagi pulang sore dan tidak pernah lagi tidur di rumah neneknya. Hanya itu yang dapat saya sampaikan. Maaf kalau kurang seram. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Mari berteman.

Facebook: Subakti
Instagram: @Subakti_20