Tak Kusangka Bagian 2 - 794 Views

Lanjutan cerita dari Tak Kusangka. Aku bercerita kepada orang tuaku akan teror yang terus menghantuiku, jadi orang tuaku bilang untuk menemui orang pintar dan sampai lah kami di tempat kyai rohib, beliau terlihat menerawang dan bilang seperti ini, “kamu telah mengundang maut dengan menggoda setan genit secara tidak sengaja yakni di saat aku menyanyikan lagu yang itu” Kyai bilang bahwa hantu itu hendak mengajakku ke alamnya.

loading...

Kyai berpesan satu-satunya cara adalah dengan membawaku menemui langsung hantu itu di alam gaib dan bicara langsung! Ritual di mulai! Aku di buat telanjang (di tutupi kain) dan di suruh baringan di seperti tandu yang di bawahnya kain putih! Sesudah di baca ritual aku pun seperti terlempar dan setelah sadar aku pun berdiri tepat di hadapan hantu itu dia pun ketawa kayak orang gila gak jelas, inilah percakapan kami.

Gua: kamu mau apa ganggu aku terus? Kembali ke alam mu sana!
Setan: hihihi (efek micin).
Gua: apa yang lucu? Jawab!
Setan: aku akan membawamu ke alam ku jadi diam saja disitu dan biarkan aku memelukmu hihihi.

Aku bergidik ngeri dia mendekat, mendekat dan mendekat dengan muka sehadapan sekitar 5 inci dia pun memperlihatkan mukanya yang borokan dan ah tidak usah dibayangkan, acut ngarut lah pokoknya aku pun terdiam seribu kata sambil komat-kamit mulut gua baca doa terus entah kenapa tangan gua kayak di beri mukzizat dan bisa di gerakan, tanganku bersinar, apa ini pikirku? Tak perlu basa-basi “Rasengan!” itulah yang ku ucapkan saat menghunuskan bola energi ke tubuh orang sinting itu dan dia hilang entah kemana.

Setelah itu aku terbangun di kasurku sendiri dan mamaku senang karena aku sudah siuman, mama bilang aku sudah gak di teror lagi dan si kyai bilang bahwa aku punya indra keenam yang belum terbuka. Saat hendak di ambil kuntil, tanganku mengeluarkan bola itu karena di bantu sama pendampingku kata si kyai, aku pun berharap bahwa ini tidak akan terjadi lagi.