Game Maut Bagian 2 - 609 Views

Sebelumnya game maut. “Srraakk” begitu lah suara yang kudengar seketika tangan kiriku putus. Suara nyaring terdengar lagi di telingaku, suara yang sama saat kami menyalakan game ini, untungnya Mia menarikku menjauh dari dia sosok kakek penjaga tokoh game. Setelah berhasil kabur dari sosok itu kami pergi untuk mencari penerangan keluar dari gedung, aku tetap tidak bisa mengira betapa cepatnya aku kehilangan tanganku terutama teman-temanku.

“Sudah jangan bengong ayo kita lari dia sedang mengejar”.

Benar saja ternyata sosok itu masih saja mengejar kami dan dia melemparkan sebuah pedang dan tepat menusuk kaki kanan Mia. “Bruak” kami jadi tepat di tangga dan terus jatuh hingga ke lantai 3, sosok itu menebasku dengan celuritnya. Hampir saja celurit itu menusuk lubang bola mataku karena berkat bantuan Mia yang memukul sosok itu kemudian aku bangun dan memukul sosok itu dengan besi tajam bekas bangunan gedung. Aku menusuk jantungnya dan benar saja jantungnya keluar dari tubuhnya, tidak sampai situ aku kembali memukul-mukul lehernya hingga memar dan mengeluarkan darah bahkan hampir putus.

Setelah dari situ kami pergi ke lantai 2 dimana tempatnya jauh lebih gelap dan seram dan kami hanya bermodalkan kayu dan besi runcing. Bahkan sebelum sampai di tangga kami bertemu lagi dengan sosok seram walaupun bukan kakek yang tadi tapi sungguh kali ini sosok itu begitu seram karena sebagian lehernya sudah putus dan tertinggal sebagian kepala menggelantung di tubuhnya. Tanpa pikir panjang kami lari ke lantai 2 ke tempat tangga, sosok itu mengejar dengan lambat, namun kalian tahu betapa seramnya suaranya yang keluar langsung dari tenggorokan yang menyemburkan darah.

Kami beruntung sudah ke lantai 2 namun disini sangat gelap tapi untungnya aku menemukan lampu senter besi usang yang ku injak dan masih menyala. Saat kunyalakan senter itu ternyata sosok itu berdiri tepat di depanku dimana senter itu menyala, namun aku binggung sosok itu tidak bergerak mungkin karena matanya tidak bisa melihat karena cahaya senter dan benar saja Mia mengusulkan untuk membunuh sosok itu dengan cara menusuknya.

Akhirnya Mia menyenteri sosok itu, aku ragu namun sosok itu terus berteriak membuatku takut, Mia meyakinkanku dan akhirnya aku beranikan untuk loncat dan menusukan besiku tepat di lubang tenggorokannya. Uh, ternyata dengan cara itu dia tidak bisa bergerak walaupun dia tetap bisa bersuara. Aku dan Mia terus berjalan sambil menemukan cara agar bisa keluar dari sini.

Aku menemuka secarik kertas tepat bergelantungan di atas atap, tapi aneh Mia tidak menyadari itu dia hanya tetap fokus berjalan kedepan, setelah aku ambil aku membaca kertas itu, kertas itu memiliki judul “Game Maut” setelah aku lihat aku teringat tulisan ini sama seperti cover di game yang membuat kami masuk kesini, dan benar ada kata-kata yang menyebutkan.

“Ikuti apa yang menuntunmu, saat kau sudah sampai maka jangan lihat dia dan bunuh di depan”.

loading...

Aku tidak mengerti ucapan itu tapi yang pasti aku akan menyimpan kertas ini untuk jaga-jaga. Karena aku tidak akan mengulang kesalahan untuk kedua kalinya. Aku ingin memberitahu petunjuk ini pada Mia namun apa?! Mia tidak ada? Dia hilang padahal barusan dia berjalan di depanku dan benar saja sosok leher putus tadi tertawa di langit-langit sambil memegang besi yang kugunakan buat menusuknya tadi. Bersambung game maut bagian 3.