Game Maut Bagian 3 - 585 Views

Sebelumnya game maut bagian 2. Dia Diam terus saja berdiri di batas sambil tertawa nyaring dan darahnya terus berjatuhan ke arahku. “Awas Dimas!” serentak aku kaget namun aku tetap saja mengikuti kata-kata itu, aku pun tunduk sambil berlari menjauhi sosok itu. Dan siutss, besi tajam yang panjang menusuk sosok itu dan ternyata yang melakukannya adalah Mia, aku tidak terlalu kaget karna aku tahu Mia ikut pelajaran silat di sekolah.

Namun yang membuatku bingung dari mana Mia datang? “Ah masa bodoh kurasa Mia pergi sebentar mencari benda untuk berjaga-jaga dari sosok itu” pikirku. Kemudian sosok itu jatuh dan tusukannya menembus jantungnya dan dia meraung ke arahku. Tepat ku dapatkan kayu di bawah kakiku lalu langsung ku pukul sisa kepalanya dan benar saja kepalanya terlempar ke tembok. Aku langsung menarik Mia dan mengatakan.

loading...

“Kamu jangan kemana-mana aku tidak mau kehilangan teman lagi”, Mia hanya mengangguk.

Kami terus saja berlari keluar, kami sampai di lantai 2 dan terus berlari hingga ke lantai 1. Kami sudah sampai ke pintu keluar gedung ini, aku sangat senang bisa keluar namun pintu itu terkunci, kami hanya berpikir cara membukanya. Namun lagi-lagi aku menemukan kertas petunjuk, kali ini isinya hanya “sekarang kamu keluar dan ikuti kertas awal” selesai aku membaca tiba-tiba banyak potongan tubuh teman-temanku terlempar dari arah belakang, hah? Aku merasa ngeri dengan keadaan mereka, agus hanya memiliki tubuh tanpa kepala, organ dalam Siti berkeluaran dan ada satu tubuh itu sama dengan tubuh Mia namun argh! Sosok monster datang lagi. Aku langsung menendang pintu dan akhirnya kami keluar, aku mengunci pintu itu, dan kami berhenti untuk berpikir bagaimana cara keluar.

“Mia bagaimana ini, mia?” Mia tetap tidak menjawab.

Dan “srutss” dia menusukkan pisau tepat di perutku dan raut wajahnya berupa jadi tua.

“Temanmu sudah mati tak ada lagi Mia kali ini tinggal kau!”.

Hah? Aku teringat petunjuk awal bahwa bunuh dia petunjukmu di akhir. “Hah?” aku langsung menendang tipuan Mia ini “duak” aku mengambil pisau yang masih menancap di perutku. Aku tidak bisa bergerak karena sakit, aku pun menutup mata sambil mengarahkan pisau, dan “sIutss” pisauku menembus bola matanya.

Dia menghilang dan aku terjatuh “syukurlah semua selesai”. Aku takut dan aku bingung bagaimana caranya keluar dari sini aku takut karena temanku sudah mati semua. Saat aku berpikir kemudian terdengar suara gergaji mesin tepat di atasku. Gergaji itu memotong kepalaku menjadi dua bagian.

5 hari dimas dan temannya tidak di temukan. Keluarga dan orang tua mereka mencari mereka, kemudian selang hari ke-6 pada jam 18:21 mereka di temukan warga dalam keadaan tepisah-pisah dengan organ mereka, terlebih lagi Dimas dia sudah tidak memilik setengah dari kepalanya.

Facebook: Egho Anandha
Whatsapp: 0823 6729 1695
Instagram: @Egho Pranandha