Cerita ini saya ambil berdasarkan pengalaman teman saya bersama pacarnya saat makan di sebuah restoran di tengah malam, tanpa mereka sadari ternyata restoran itu cukup berhantu. Saat itu kebetulan merupakan malam minggu, banyak muda–mudi yang keluar untuk berjalan–jalan atau sekedar makan malam, pada saat itu teman saya mengajak pacarnya untuk sekedar jalan–jalan saat malam tahun baru.

Sebut saja si cowok itu Eri dan si cewek Rini. Saat itu hampir segala restoran ataupun tempat hiburan malam yang mereka jumpai semuanya penuh sesak oleh pengunjung. Hingga waktu menunjukkan pukul 11 malam mereka berkeliling untuk mencari rumah makan/restoran yang pas tapi tidak kunjung ada. Kemudian si Eri memutuskan untuk mengakhiri jalan–jalan mereka karena waktu sudah larut malam dan takut jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, Rini menyetujuinya dan Eri segera mengantar Rini pulang ke rumahnya.

Di perjalanan jalanan semakin lengang karena malam sudah semakin larut. Mata Rini dan Eri kemudian tertuju pada sebuah rumah makan di pinggir jalan yang sepi tapi masih buka! Eri segera menghentikan laju mobilnya. Eri memutuskan untuk menghabiskan malam minggu yang sudah cukup larut ini di rumah makan itu, Rini agak ragu tetapi dia kemudian menyetujuinya setelah di bujuk oleh Eri.

Eri dan Rini kemudian masuk kedalam rumah makan tersebut, suasananya nampak seperti restoran gaya lama dengan arsitektur zaman Belanda, jendela besar dan juga kursi coklat dari kayu jati mendominasi seluruh restoran. Restoran ini begitu sepi, hanya ada satu sampai 3 pelanggan di restoran luas ini, Eri dan Rini kemudian duduk di salah satu meja, kemudian pelayan datang.

Pelayan ini berpakaian hitam putih ala zaman kolonial, nampak tertunduk dan tanpa basa–basi menyodorkan daftar menu masakan. Eri sedikit heran karena pelayan tersebut nampak kurang ramah, biasanya pada umunya pelayan restoran yang baik selalu menyapa pengunjung. Eri kemudian melihat daftar menu, dan memutuskan untuk makan steak dan minum jus. Tanpa banyak basa-basi lagi pelayan tersebut segera pergi untuk menyiapkan makanan, dengan muka tertunduk lesu.

Tidak ada suara keramaian di dalam restoran ini, hanya ada suara garpu dan piring yang berbenturan oleh beberapa orang yang sedang makan. Tak lama kemudian hidangan tersaji di meja oleh pelayan, lagi-lagi tanpa basa-basi pelayan segera menaruh hidangan tersebut di atas meja dan segera kembali ke dapur. Bau aroma daging steak sungguh menggugah selera, hingga membuat rasa heran di dalam hati Eri sirnah.

Rini dan Eri segera menyantap hidangan steak itu, rasanya sangat nikmat. Bahkan Rini berkata ingin kembali lagi ke restoran ini suatu hari nanti, setelah menyantap makanan cukup lama disana, mereka segera kembali ke mobil untuk pulang. Keesokan harinya, saat bangun tidur Eri merasa sangat mual, dia segera lari ke kamar mandi dan muntah disana, tetapi yang di muntahkan Eri sungguh mengejutkan yaitu batu, pasir dan juga serpihan kayu, Eri terkejut hingga tubuhnya lemas di kamar mandi, tak lama kemudian Eri pingsan.

Saat sadar dia sudah di bawa ke kamarnya dan dikerumuni oleh keluarganya, dia menceritakan pengalamannya makan malam bersama Rini di restoran kemarin, Eri segera menelepon Rini. Dan kejadian yang di alami Eri juga menimpa Rini, mereka berdua kemudian memutuskan untuk mengunjungi tempat tersebut. Saat kembali ke restoran semalam. Sungguh mengejutkan kalau restoran ini sudah berubah menjadi sangat mengerikan, seperti bangunan kosong dan rusak, dengan rumput ilalang yang menjulang tinggi.

Beberapa noda hitam nampak di segala dinding. Setelah Eri mencari tahu, ternyata bangunan restoran tersebut sudah di kosongkan beberapa tahun lalu! Kabarnya banyak pegawai mengalami kematian di sekitar restoran, hingga restoran tersebut mengalami kebangkrutan dan tutup. Bangunan restoran gaya Belanda ini pernah di pugar tetapi banyak juga pekerja bangunan yang meninggal tidak wajar, akhirnya bangunan tersebut di biarkan terbengkalai begitu saja.

Itu berarti makanan yang semalam mereka makan berdua bukan lah makanan asli, dan pelayan yang melayani mereka berdua juga bukan manusia. Rini telah kembali untuk kedua kalinya ke restoran tersebut, tetapi wujud restoran sangat mengerikan sekarang. Terima kasih sudah membaca cerita saya. Follow saya di Instagram.

loading...

Instagram: @agung_shimazaki48