Batu Merah Delima - 125 Views

Salam sejahtera sahabat. Ini kisah nyataku, langsung saja ya ceritanya. Merah delima, kata orang batu yang memiliki kekuatan mistis hebat, dengan harga jual tinggi. Entah suatu rejeki atau suatu kebetulan saja aku mendapatkan benda itu, dan jujur aku sendiri pun tidak menginginkannya. Ini kisah waktu aku masih SMP setelah kejadian muka rata itu (baca cerita muka rata) seperti banyak hal-hal aneh yang terjadi di hidup aku.

Aku jadi sering melihat yang tak kasat mata seperti itu. Ya, meski aku cuek saja tapi ada rasa merinding juga. Karena kejadian itu lah aku jadi rajin beribadah mungkin terlalu takut. Bisa di bilang mengolah batin untuk lebih dekat kepada yang Maha Sempurna. Semenjak itu aku jadi lebih sering menyendiri, puasa, dan waktu waktu hanya aku habiskan untuk berdoa dan sembayang.

Hari itu hari sabtu, aku dan teman-teman berencana berlibur ke pantai. Pantai parangtritis Yogyakarta. Oh iya aku tinggal di Yogyakarta. Kami berencana untuk menginap disana. Sekedar “nginap” kata temanku. Entah maksud dari kata itu apa. Aku hanya mengiyakan saja. Jumlah kami waktu itu sekitar 6 orang. Waktu yang di rencanakan tiba. Kita berangkat sore. Dulu pantai itu masih rapi dan asri. Dalam perjalanan gak tahu kenapa perasaanku was-was saja.

Aku pun terus berdoa sampai tempat tujuan kami. Untunglah tidak terjadi apa-apa. Hal ganjil itu ternyata datang malam hari. Aku berjalan bersama kedua temanku, berjalan di pinggir pantai. Ombak besar itu datang, ada sebuah cahaya merah datang bersama ombak itu tapi temanku tidak melihatnya. Untuk kedua kalinya cahaya merah itu datang lagi. Lagi temanku tak melihatnya.

“Heh, kamu gak lihat cahaya merah itu kah?” kataku.
“Enggak, memang cahaya apaan?” kata temanku.

Masa bodoh lah aku hampiri cahaya itu, aku ambil. Tak tahu hanya sebuah batu kecil. Sekecil batu kerikil, baru temanku tahu.

“Ah cuma kerikil itu” kata temanku.

Masih aku ingat ketika aku ambil masih memancarkan cahaya merah. Aku bawa batu itu. *Cuek lah apa kata teman-temanku. Ketika pulang ke rumah pun sama aku perlihatkan kepada ayahku, ya sama kata seperti kata temanku itu hanya batu biasa. Karena penasaran aku bawa batu itu ke tempat pamanku. Pamanku sekarang sudah almarhum.

Alm pamanku bilang kalau batu itu merah delima. Maklum pamanku dulu suka sekali dengan ilmu kejawen. Benarkah merah delima. Di buktikanlah oleh pamanku. Baru lihat pertama itu alm pamaku tidak mempan rambutnya di potong. Aku coba karena bagiku mustahil saja. Ternyata benar kulitku pun tidak luka sedikitpun oleh pisau. Luar biasa benda ini.

Dari situlah mulai banyak yang datang ke rumahku untuk membeli batu itu. Karena kondisi yang sudah tak terkendali dan aku stres setiap hari orang datang untuk beli batu itu aku pun sempat ceritakan kepada ayah temanku. Dia seorang kyai. katanya “itu bukan hak kamu, kembalikanlah ke asalnya” tapi bagaimana caranya. Hanya yang aku pikir ini berasal dari laut mungkin harus aku kembalikan ke laut lagi.

loading...

Bersama dengan temanku dan ayahnya akhirnya aku buang batu itu ke laut, tapi kenyataannya sampai 3 kali dia balik lagi dari laut. “Kamu bukanlah milikku, jodoh kita mungkin hanya sampai disini, kembalilah ke alam kamu, jika kita berjodoh pastilah suatu saat kamu kembali kepadaku”. Lalu aku lempar lagi ke laut dan astaga benda itu langsung hilang.

Mungkin jika aku masih dengan batu itu entah hal apa yang akan terjadi padaku. Aku hanya ingin hidup normal saja. Semua benda yang ada di dunia ini hanya milik Tuhan dan semua akan kembali kepada-Nya. Sampai sekarang pun aku belum berjumpa lagi dengan batu itu. Hanya Tuhan yang tahu, itu kisahku teman, sekedar berbagi.