Cinta di Tolak Mbah Dukun Beraksi - 176 Views

Assalamu’alaikum sobat KCH, ketemu lagi kita, ini cerita ketiga saya, mudah-mudahan saja dua cerita sebelumnya ada banyak hikmah yang bisa kita ambil selaku manusia. Lanjut ke cerita, kisah ini di alami oleh seorang wanita di kampung saya, nama saya samarkan saja ya, karena orangnya seorang pengusaha rumah makan yang terbilang baru tapi elit di salah satu jalan raya Leuwiliang – Bogor, seperti biasa kisah ini bapak saya yang menceritakan karena ini pengalaman dia juga, *hehe, jadi aktor lagi bapak saya nih.

sebuah kisah asmara yang berujung sakit hati, ya begitulah kisah yang di alami sebut saja gadis dan mantan kekasihnya, ketika telah lama mereka menjalin kisah asmara yang pada akhirnya jodoh dan takdir lah yang tidak mempersatukan mereka, entah karena persoalan apa hubungan mereka harus kandas, rahasianya hanya mereka berdua yang tahu.

Rupanya sang mantan tidak merelakan hubungannya berakhir seperti ini, dan si gadis tak butuh waktu lama untuk mendapatkan lelaki idamannya lagi. Seorang pria yang bekerja di salah satu pabrik semen terkemuka di Kab. Bogor. sebut saja mahfud, pekerjaan dan kemapanannya membuat dia tak butuh waktu lama untuk melamar si gadis idamannya tersebut, tanpa menemui jalan terjal lamaran bang mahfud di terima oleh si gadis dan keluarga.

Kabar hendak menikahnya si gadis sampai ketelinga sang mantan, entah iblis apa yang merasuki hatinya, segala rasa bercampur aduk ketika mendengar gadis pujaannya hendak di persunting pria lain. Sejenak si mantan berpikir, “saya harus melakukan sesuatu” munculah niatnya untuk “mengerjai” si gadis, melalui jarak jauh, benda tak terlihat, melalui sebuah foto yang dia punya sewaktu masih memadu kasih.

Di datangilah seorang paranormal atau dukun untuk menjalankan niatnya, mengirimkan guna-guna untuk memenuhi hasrat sakit hatinya. Tepat dua minggu sebelum acara pernikahan si gadis, ketika undangan telah di sebar, datanglah gangguan pertama pada si gadis, yang tadinya sehat jelita dan periang, dan baik, berubah jadi emosional, mudah marah, dan fase terakhir adalah “kerasukan”.

Ketika mulai kerasukan, membuat keluarga khawatir dan bertanya kenapa dengan gadis ini, jelas tersirat sesuatu yang ganjil, dan membuat mereka bertanya “kenapa ini terjadi ketika dia hendak menikah” keluarga yang mulai khawatir dengan kondisi si gadis, mengurungnya di kamar, di datangkanlah seorang paranormal dari wilayah Cinangneng untuk mengobati si gadis, tapi apalah daya, rupanya jin yang di kirimkan sang mantan satu level di atas paranormal tersebut, sehingga dia menyerah, dan mengatakan tidak sanggup mengobatinya.

Keluarga tak patah arang, seorang paranormal jempolan wilayah dramaga pun di minta untuk mengobati si gadis, tapi bukannya sembuh, justru si paranormal tersebut di ludahi oleh si gadis yang kesurupan, tak patah arang, sang paranormal mengeluarkan ilmu kebatinan yang di milikinya untuk mengusir jin yang bersemayam di tubuh si gadis, dengan peragaan silat, dia menggunakan jurus pamungkasnya untuk menyingkirkan si jin jahat, tapi apa hendak di kata jin yang bersemayam dalam si gadis lebih unggul, dan mengatakan tidak sanggup untuk mengobatinya.

Sudah tiga hari berselang kondisi si gadis makin memburuk, mengamuk yang membuat keluarga harus mengikatnya di ranjang. Paman si gadis yang kebetulan seorang ustad sekaligus teman bapak saya pun teringat kepada bapak saya yang pernah menyembuhkan ibu eha (nanti saya buat ceritanya “the excorcism of juleha”) yang selama 3 bulan kesurupan bisa sembuh seketika, kemudian ustad Lili selaku kerabat menyarankan keluarga untuk meminta bantuan bapak saya.

Pada malam hari ketiga, keluarga si gadis datang ke rumah saya, dengan senyum gelisah, pikiran melayang, perasaan tak karuan, meminta bapak saya untuk mengobati anaknya yang sudah tiga hari kesurupan, dan mengatakan sudah dua paranormal tidak sanggung mengobatinya, bapak saya hanya merendah dan berkata “sama yang pintar saja tidak mampu, apalagi sama bapak” sambil tersenyum berucap.

Keluarga mendesak bapak saya untuk mau mengobati, tapi bapak saya tidak lantas percaya begitu saja, dan ingin memastikan terlebih dahulu, di minta lah nama sigadis dan nama orang tuanya, di ambilah segelas air putih dengan 4 batang sirih, sambil berdo’a memohon petunjuk kepada sang Pencipta, dan ya, 4 batang sirih tersebut mengambang berdiri yang menunjukan adanya makhluk gaib yang mengganggu si gadis, bukan karena gangguan jiwa.

Atas dasar kemanusiaan berangkatlah bapak saya malam itu juga beserta keluarga menuju sigadis, ketika melihat bapak saya kaget dan kasihan karena si gadis dalam kondisi terikat, dan meminta keluarga untuk melepas ikatannya, hampir sekujur tubuhnya di penuhi bekas memar karena bekas pengobatan paranormal sebelumnya. Sejenak bapak saya meminta untuk berwudlu terlebih dahulu, setelah selesai langsung menuju ketempat si gadis di kurung yang tadinya diikat kini di lepas. Ketika melihat bapak saya, si gadis ketakukan bukan kepalang, berteriak-teriak.

“Siapa kamu? Mau apa kamu? Mau ngajak berantem?” bapak saya hanya tersenyum dan menjawab “saya gak bisa berkelahi, tapi kalau mau mah ayo”. Dengan duduk bersila bermodal keyakinan sebuah kalimat tauhid laa illaha illallah yang diucapkan dalam hati, di hempaskanlah kedua tangan bapak saya, sontak si gadis langsung terpental, keluarga kaget bapak saya pun kaget karena dia memang tidak memiliki ilmu kebatinan. Setelah persitiwa itu, si gadis makin ketakukan, berlari ke arah pojokan kamar, di hampiri oleh bapak saya mulailah bapak saya bertanya.

“Kamu siapa dan dari mana?”.
Si gadis menjawab “saya habib, dari Ciherang”.

Di jawab oleh bapak saya “dusta kamu, gak ada habib yang ganggu, pergi kamu sekarang, keluar dari anak ini, kalau nggak saya kirim kamu ke belantara” ucap bapak saya dengan nada mengancam.

“Iya, iya saya keluar”.

Seketika si gadis pingsan dan tak sadarkan diri. Setelah di tunggu akhirnya si gadis sadar dan bertanya “ada apa ini kok ramai-ramai?”, keluarga pun menjelaskan kejadian yang menimpa dirinya. Dan bapak saya bertanya, apa si gadis punya laki-laki atau siapapun yang pernah dekat dengannya yang tinggal di sebelah timur, si gadis teringat dengan mantan kekasihnya, dan berkata “ada pak, dia mantan kekasih saya, tinggal di Cibanteng proyek”.

Bapak saya hanya menganggukan kepala dan mengajak ustad lili untuk berbicara “pak lili, pergi ke rumah mantannya, periksa apakah dia punya foto si gadis”. Keluarga pun berucap terima kasih dan bapak saya kembali pulang, selesaikah? Ternyata belum, esoknya ustad lili dan salah seorang keluarga pergi ke rumah mantan si gadis dan bertanya serta memeriksa alias interogasi apa dia punya foto si gadis, dengan nada ancaman jelas si mantan ketakukan dan langsung menyerahkan foto si gadis, sesampainya di rumah foto tersebut di bakar.

Ketika rasa lega mulai menyelimuti keluarga, tiba-tiba malam harinya si gadis kembali kesurupan, rupanya si mantan tak menyerah untuk meneror si gadis dan langsung keluarga datang memberitahu bahwa dia kambuh lagi, yang membuat bapak saya kesal pada saat itu, ketika bapak saya tiba si gadis sembuh, ketika pulang kembali kumat, datang lagi sembuh lagi, pulang kambuh lagi, sejenak bapak saya berpikir, bahwa jin yang di kirim ini berbeda-beda tiap kesurupannya, bahkan ada 3 jin yang masuk ketubuh si gadis, dan bapak saya menyarankan untuk “menyembelih seekor kambing, dan mensedekahkan dagingnya, insyaallah dia gak akan di ganggu lagi”.

Sejenak keluarga berpikir dan tak lantas mengiyakan, mungkin mereka tidak percaya dengan apa yang di ucapkan bapak saya, mereka mencoba alternatif lain dengan membawa si gadis ke wilayah Sadeng ketempat seorang paranolmal nomor wahid disana. Sembuhkah? Ternyata malah semakin menjadi-jadi, kondisi si gadis makin memburuk, lima hari sudah dia kerasukan, dengan sedikit rasa putus asa keluarga kembali datang kerumah bapak saya dan bersedia menjalankan apa yang bapak saya sarankan, berdiskusi lah keluarga dan esoknya di datangkan seekor kambing jantan berwarna putih, ketika hendak di sembelih bapak saya berucap, “pak lili, keluarga saksikan oleh kalian, tujuannya untuk bersedekah membersihkan diri, semua atas pertolongan Allah, Dia lah yang punya kuasa”.

Di baringkan kambing tersebut, bapak saya berdo’a kepada sang Pencipta, ketika pisah mulai menyembelih si kambing, sontak si gadis berteriak kesakitan dan memegang tenggorokannya, keluarga berlari dan kebingungan apa yang terjadi seolah-olah saat kambing tersebut di sembelih, 3 jin yang ada dalam tubuh si gadis juga ikut tersembelih, 4 takbir mengiringi gorokan pisau di leher kambing, setelah selesai kambing di sembelih, si gadis terjatuh tak sadarkan diri.

Setelah di tunggu beberapa lama dia akhirnya siuman dan setelah itu selesailah gangguan jin terhadap si gadis, bagaimana kabar sang mantan? Entahlah bapak saya tidak menceritakannya. Dan acara pernikahanpun terlaksana. rasa terima kasih keluarga dan si gadis rupanya masih membekas di hatinya rupanya bapak saya jadi tamu spesial disana.

Beberapa tahun berlalu, tepat pada tahun 2015 bapak saya yang sedang membeli assesories motor tepatnya stiker sepeda motor honda revo tahun 2012. Lama menunggu bapak saya merasa lapar, dan kebetulan di belakang tukang stiker berdiri rumah makan mewah, khas sunda dengan nama populer disana, masuk dengan maksud memenuhi hasrat naluri manusianya, dan memesan makanan, saat itu rumah makan itu masih baru belum punya pelayan seperti sekarang, sehingga langsung di layani oleh pemilik rumah makan yang tidak lain adalah si gadis yang pernah di tolong.

“Bapak? Pak ustad” dengan nada memastikan, bapak saya kebingungan siapa gadis ini, yang di sahut kembali oleh si gadis “ini gadis, yang dulu pernah bapak tolong, masya Allah sudah lama ya pak?”.

Bapak saya menjawab “eh, iya maklum bapak sudah tua banyak lupa, sekarang punya rumah makan?” tanya bapak saya.
“Iya pak, usaha kecil-kecilan, kan suami juga sudah gak kerja di pabrik semen lagi, oh ya bapak mau makan apa? Gak usah bayar pak, gratis pilih yang menurut bapak enak”.

Mendengar kata “gratis” bapak saya memilih menu ikan air tawar karena itu favorit beliau. Selesai makan sebuah gulungan kertas hinggap di tangan bapak saya, yang sering kita sebut dengan amplop berisi rupiah. Rasa terima kasih pun di ucapkan bapak saya sambil malu-malu kucing, sudah makan gratis dan amplop. *Hehe happy ending ya, itulah kisah nyata yang tidak bisa saya sebutkan disini orangnya. Terima kasih.

loading...