Indigo di Dalam Hidupku - 189 Views

Hai guys ini adalah cerita tentang seseorang yang mempunyai indigo guys, jadi cerita ini tentang kisah hidup dia di dunia ini selama beberapa tahun guys. Buat kalian yang mau add/kenalan langsung semuanya ada di bawah. Indigo itu adalah kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa, supranatural dan tidak semua manusia memilikinya. Seperti yang ada di judul cerita ini akan menceritakan tentang hidup di dunia ini selama bertahun-tahun dengan adanya indigo.

Pada umur 1 tahun: saya sudah bisa merangkak, saat itu saya berada di rumah yang di tinggali oleh saya, ayah dan ibu. Saat itu ibu saya ingin saya merangkak ketempat dia menunggu, lalu ibu saya pun pergi jauh dan menunggu saya merangkak kesana. Saat saya merangkak, saya mulai bingung karena saya melihat 2 perempuan yang menunggu di depan saya. Entah yang mana ibu saya, saya pun langsung merangkak ke arah yang menurut saya benar, kemudian saya merangkak ke arah kiri untuk menemui ibu saya, tetapi ibu saya berada di sebelah kanan saya. Ibu pun bingung sebentar kenapa saya pergi kearah sana, tapi ibu saya tetap biasa saja karena dia berpikir mungkin saya kesana karena ada mainan. Lalu ibu saya pun berganti ke kiri untuk menggendong saya. Saat ibu berganti kearah kiri, saya melihat perempuan tadi langsung pergi menjauh dari sana.

loading...

Pada umur 2-3 tahun: saya sudah bisa berjalan dan berbicara sedikit walaupun dengan kata-kata yang tidak jelas. Waktu berjalan saya sering terdiam dan melihat ke ujung rumah. Saat saya pergi kesana, saya melihat seorang anak perempuan yang berumur sekitar 4-5 tahun melambaikan tangan dan mengajak saya bermain, saya pun ke sana dan berbicara dengan bahasa yang tidak jelas dengan dia. Kemudian orang tua saya melihat saya berada di sana dan karena mereka takut saya terluka mereka langsung menggendong saya pergi menjauh dari tempat tersebut, saat ibu saya menggendong saya menjauh, saya menatap lagi kearah tersebut dan melihat anak tersebut sedang sedih karena kesepian dan tidak ada teman bermain.

Pada umur 4-5 tahun: saya sudah bisa berbicara dengan jelas dan berjalan dengan baik di banding tahun lalu. Pada saat itu, ibu saya sering kali mengajak saya pergi ketaman yang di dekat rumah untuk bermain dan berjalan jalan disana. Saat dalam perjalanan ke sana, saya sering melihat sesuatu yang aneh dan saya pun bertanya kepada ibu saya “ibu, itu apa?”. Lalu ibu saya pun menjawab “itu pohon nak”. Lalu saya hanya mengiyakan itu karena saya tidak terlalu paham apa yang saya lihat.

Pada umur 6-7 tahun: saya sudah berada di bangku kelas 1 SD, saya tidak masuk TK karena orang tua saya selalu mengajari saya membaca, menulis dan menghitung. Saat di bangku kelas 1 SD, saya duduk di tempat yang paling belakang dan ujung di samping jendela. Saat saya beranjak ke kelas 2, saya pindah kelas tetapi masih mempunyai tempat duduk yang sama persis dengan kelas 1. Saat saya pertama kali masuk ke kelas 2, saya duduk dengan seorang perempuan yang berumur sekitar 6-7 tahun dengan wajah yang putih, tubuh yang lemah dan baju yang berdarah. Saya seringkali mengajak dia berbicara tetapi dia tidak pernah merespon apa yang saya katakan dan saya tanyakan, saya pun tidak terlalu peduli tentang hal itu dan melakukan aktivitas belajar seperti biasanya.

Pada umur 8-9 tahun: saya berada di kelas 3 dan beranjak ke kelas 4. Saat itu kelas saya terdapat rumor bahwa ada seorang nenek-nenek yang dulunya pembunuh siswa di sekolah ini. Saya pun percaya rumor itu dan ketakutan setiap kali berada di kelas. Waktu itu saat istirahat, saya memakan bekal yang orang tua saya buatkan untuk saya, lalu saya memakannya di dalam kelas. Saat itu tidak ada seorang pun yang berada di dalam kelas, hanya saya sendiri yang berada disana.

Dan saat sedang makan, saya melihat ada seorang nenek yang berada diluar sambil memegang perutnya. Karena merasa kasihan saya langsung keluar dan menemui nenek tersebut. Saat sampai disana, saya baru ingat bahwa ada nenek-nenek pembunuh anak kecil, saat saya ingin lari tiba-tiba nenek tersebut berkata “apakah kamu mempercayai mereka di banding bertanya langsung?” mendengar kata tersebut saya langaung terdiam dan bertanya kepada dia “apa benar yang mereka semua katakan?” lalu dia menjawab “itu semua tidak benar, saat itu saya adalah seorang yang di tugaskan membersihkan daerah sekolah ini, saat saya sedang membersihkan kelas ini, tiba-tiba saya mendengar ada seseorang yang minta tolong, lalu saya pun keluar dan melihat ada seorang anak yang berbaring di lantai, di penuhi dengan darah di tubuhnya, kemudian saya mendekat dan ingin membantunya, tetapi saat saya mendekatinya, tiba-tiba banyak warga yang datang dan menuduh bahwa saya pembunuh anak tersebut, karena itulah saya di sebut pembunuh”.

Lalu saya mulai bertanya lagi “lalu kenapa anda disini?” kemudian dia menjawab “saya di pukuli warga disini dan karena umur saya sudah tua, saya tidak dapat bertahan dan langsung meninggal disini”. Saat mendengar itu semua, saya terkejut dan saya langsung merasa bersalah bahwa saya mempercaya kata-kata mereka semua. Sejak saat itu saya tidak pernah mendengarkan apa kata orang lain, kecuali kata orang tua saya dan saya akan percaya bila saya mengalami dan melihat apa yang di katakan orang lain.

Jadi sampai disini dulu ya guys. Kalian tunggu saja ya Indigo di dalam hidupku bagian 2. Buat kalian yang mau baca cerita lain silahkan baca saja misteri kematian Evi part 1. Buat kalian yang mau add silahkan add saja whatsapp sama facebook aku.

Whatsapp: 0895-6023-91787
Facebook: Hendry Prakusya
Line: hendrypra123