Jin Pesugihan Mencari Mangsa - 784 Views

Nama saya dhruva, cerita mistis nyata ini aku alami pada tahun 2008 bulan maret lalu. Ini pertama kalinya saya merantau ke Jakarta sebagai seorang kuli bangunan, maklum saya orang desa yang kurang ekonomi maka sejak lulus wajib belajar 9 tahun saya putuskan untuk mencari uang untuk membantu ekonomi keluarga. Singkat saja pada waktu itu saya sudah bekerja kurang lebih 2 bulan di Jakarta, tepatnya di Jakarta Barat di komplek citra 6, informasi saja rumah yang sedang kami bangun itu letaknya tusuk sate (letak paling ujung dari persimpangan). Awalnya biasa saja tidak ada sesuatu yang misterius di tempat ini walau pada kala itu komplek yang kita bangun tergolong baru.

Hingga pada akhirnya kami kedatangan teman kerja saat itu, dari pertama saya lihat orang itu memang cukup misterius, badan tinggi menjulang dan berkepala plontos itu sering sembahyang bersamaku di bawah, ya tempat bedeng kami berlantai 2. Hal yang misterius ini ku rasakan pada orang itu ketika ibadah gerakkannya tegap agak berat layaknya seperti Paskibraka gitu. Awalnya orang ini terkesan seram karena dia jarang ngobrol bersama teman-teman kami.

Hingga pada suatu hari belum lama ia bekrja bersama kami, saya mendapat informasi dari warung tempat kami makan (letaknya di bawah bedeng kami) ibu warung bernama reni ini cerita katanya lelaki misterius itu sewaktu pesan makan dan hendak keluar dia tersandung di depan pintu masuk, benda itu ialah benda gaib (barang kiriman dari warung sebelah) ya warung di sekitar memang lumayan banyak ada sekitar 4-5 yang saling berdekatan.

Keanehan dan hal-hal mistis bermula dari sini, teman kerjaku pernah bilang katanya si misterius ini mendapat “jarum emas” konon jarum ini milik almarhum adik kontraktor kami, jarum itu sempat di cabut oleh orang-orang dengan berbagai cara namun hanya si misterius yang bisa.

Lanjut ke cerita warung ya, sejak saat itu (kejadian di temukannya benda kiriman di warung) hampir tiap malam ada ritual tertentu. Entah sejak kapan teman-temanku banyak yang ikut belajar dari si misterius itu. Hampir tiap malam mereka berkumpul di tanah lapang luas katanya sih latihan, dan membantu menyelesaikan masalah kiriman di warung bu reni. Hingga tiba di suatu malam mereka berkumpul di belakang warung, memanggil arwah nenek/kakek khodam untuk membantu masalah ini, tapi sayangnya dari setelah malam itu berlalu hal-hal aneh sering muncul (gangguan di sekitaran warung dan bedeng kami) nampaknya si pengirim meminta bantuan lebih dari satu dukun saja.

Karena masalah di anggap berbelit-belit mereka/si misterius dan rombongannya memanggil arwah jin yang di kirim, entah apa yang terjadi kala itu, konon si jin melapor ke tuannya/dukun, karena merasa di usik misi si dukun mengerahkan banyak pasukan gaib ke warung. Karena merasa ada banyak keanehan si teman misterius ini tiba di belakang warung, saya melihatnya duduk bersila hampir 30 menit, katanya sih “raga sukma” petualangan di alam pulau gaib. Lepas itu dia menceritakan bahwa teror ini sudah berlebihan bahkan mengancam keselamatan orang sekitar, tak lama orang itu pergi ke tanah lapang biasa mereka berkumpul (konon memanggil sang kanjeng ratu laut kidul). Sejak setelah ritual itu warung tak bermasalah lagi.

Selang beberapa bulan, pada suatu malam saya hendak tidur, ya saya tidur sendiri di belakang warung karena yang lain masih asyik nonton televisi di warung bagian depan. Rasa kantukku tak tertahan, aku bersiap tidur, namun ketika aku hendak rebahan sekita ku lihat bayangan hitam mendekat di ranting pohon petai cina, tak lama ranting itu bergoyang sangat kuat dan daaaammnn “iiiih, ihhhhh, iih” mirip suara hantu di televisi yang sangat jelas kudengar, seketika aku panik hendak kabur namun jalan akses keluar ya lewat pohon itu.

Tanpa pikir panjang yang sudah panik aku melompati dinding triplek di samping dan lari terbirit keluar menuju warung depan kumpul teman-teman. Sejak itu aku putuskan untuk tidur di kursi depan warung saja (maklum aku memang penakut). Baru 2 malam saya tidur di depan itu, kira-kira pukul 8 malam saat kami menonton televisi aku merasa ada yang mencolek punggungku, di sekitar aku lihat temanku cukup jauh dan apabila mereka mencolek pasti ke dengar orang kami duduk di atas kursi kayu panjang. Memupus rasa penasaranku aku tanya teman-temanku, sekita temanku yang pakai kacamata bilang “itu tadi genderuwo, dia naksir sama kamu, rambutmu panjang di kira sejenisnya”.

Sontak aku ngilu dan berdiri bulu kudukku. Lantas malamnya aku tidur di belakang kumpul sama teman-teman, dan keanehan terjadi lagi. Pada suatu malam kami berdua tengah asyik mendengar radio sembari ngobrol sampai larut. Namun di tengah keasyikan kami ngobrol tiba-tiba suara kerumunan itik bersahutan dan tak lama di barengi suara monyet, sontak kami terkejut dan langsung balapan tidur.

loading...

Kejadian aneh ini tak cukup di warung saja, di tempat kami bekerja pun demikian. Penuturan teman kerjaku yang juga ponakan kontraktor itu melihat sosok bayangan hitam besar di lorong garasi dekat kamar pembantu, semenjak itu ia demam tinggi dan akhirnya pulang kampung. Hilang teman tidurku yang tadinya bertiga tinggal berdua. Baru seminggu setelah kejadian itu temanku satunya lagi juga merasakan yang temanku sebelumnya rasakan, tak pelak dia pun pulang. Informasi saja guys (dulu memang rumah yang kami bangun di tanami ari-ari bayi pemilik rumah, di gali dengan pedang putih).

Karena aku gak mau tidur sendiri akhirnya ku rayu temanku yang tidur diatas untuk menemaniku. Tapi temanku memutuskan pindah ke kamar lain/bedeng seberang karena memang di situ banyak sekali nyamuk. Dari sini nyaliku di uji makhluk tak kasat mata, mulai dari air kran yang nyala tengah malam, tadinya ku pikir ada orang di dalam kamar mandi, tapi lama gak keluar akhirnya aku putuskan untuk menunggu dia keluar, namun tak tanya gak ada jawab dari dalam, akhirnya ku matikan sakelar sanyo itu, brengseknya hal itu berulang terjadi bahkan hampir setiap malam, kurang lebih pukul 3 pagi pasti terdengar orang mandi tak tak pernah aku melihat ada orang keluar dari kamar mandi itu. Setelah aku beritahu bu reni pemilik warung dia pun ikut penasaran, hingga dia membuktikan sendiri hal itu. Mungkin setan mandi kali ya? Kan katanya jam 3 itu waktu setan pulang.

Kisah seram ini berlanjut ke bangunan rumah yang kami bangun guys, ceritanya waktu itu ada peralihan tempat warung karena akan di bangun rumah di tempat deretan warung, akhirnya warung di pindah cukup jauh guys, kira-kira 1 KM ke tempat kami kerja. Sialnya tempat bangunan warung yang di tempati sekarang konon adalah sebuah kerajaan bangsa jin guys, oh iya tempat ini juga yang biasa buat si misterius dan rombongannya latihan. Tapi disini saya lebih nyaman, mungkin jin’nya baik-baik, hanya ada satu kejadian saja pada waktu malam temanku menangkap/memasukan tuyul di tubuhnya, kami juga sempat menginterogasi.

Tuyul itu hendak mencuri uang di warung bu reni tempat kami makan, dan si tuyul juga menunjukkan majikannya di belakang (saat itu memang aku lihat ada seorang laki-laki mondar-mandir di pinggiran kali), kemudian kami juga menasehati si tuyul untuk tidak mencuri di area sini “kami ini perantau/orang susah juga, kesini mencari nafkah dengan bekerja keras, lebih baik mencuri uang orang-orang cina yang banyak uang” tuyulpun menjawab takut kerumah orang cina, katanya takut di makan sama jin penunggu rumah orang cina.

Lanjut ke rumah yang kami bangun, karena jarak yang jauh bolak-balik warung-bangunan saya minta untuk di kirim saja nasinya. Sekali dua kali sih di antar, tapi lama-lama gak juga, mungkin warungnya malas ngirim satu bungkus doang, ya cuma saya sendirian yang kerja karena sudah memasuki finishing. Dengan geram saya putuskan untuk tidak di kirim lagi, dan saya memilih tidur di proyek. Saya putuskan begini karena waktu itu ada orang stainlis/pembuat tangga dan peralatan balkon.

Saya membujuk sang kenek untuk tidur di proyek saja menemaniku dari pada bolak-balik capek “begitu rayuku” dia pun sepakat, malam itu pertama kali saya tidur di proyek bareng teman baruku yang kubujuk tadi. Hari menjelang malam, keanehan mulai muncul, dari bau bunga melati yang semerbak di lantai bawah yang cukup mengganggu hidung kami. Waktu semakin larut kami putuskan untuk tidur, kami tidur berdampingan hanya di pisah daun pintu yang belum terpasang saja.

Dalam tidur aku terbangun karena mendengar suara orang hilir mudik di tangga, seketika ku tengok teman di sebelahku ternyata dia tidur pulas, lantas siapa itu? Dengan rasa cemas dan takut aku putuskan untuk segera tidur lagi. Keesokannya dia bertanya soal hal semalam, dia kira aku yang sedang main-main di tangga. Aku berusaha untuk tak menghiraukan dan membahas lebih lanjut agar dia tetap nyaman disini jadi teman tidurku. Namun sial malam kedua yang kami alami begitu mencekam, hujan lebat serta petir yang menggema di tambah rumah ini belum ada listrik, suasan gelap mencekam karena sambaran petir yang ada di tambah daun pintu itu bersahutan “jedaaar-jeddoor”, memang pintu-pintu yang terpasang belum di pasang kunci, tapi masalahnya kala itu tidak ada angin sama sekali, tak pelak hal ini membuat kami gelisah sepanjang malam. Akhirnya temanku menyerah karena takut, dia pun meminta maaf dengan sangat kepadaku, tak pelak aku pun tak kuasa menahannya.

Dan akhirnya aku tidur sendiri guys, untuk membunuh waktu yang mistis ini aku putuskan untuk keluar sebelum maghrib, aku pergi ke pasar malam yang lumayan jauhlah sekitar 1,5 KM untuk membeli sesuatu, entah itu sup buah atau buku TTS, sebenarnya sih bukan itu tujuanku tapi menunggu waktu rental PS buka saja. Lepas dari pasar malam aku langsung menuju rental PS, jujur aku suka main PS bola guys. Aku main sendiri sampai mataku benar-benar ngantuk, maka ketika aku pulang sudah saatnya tidur. Kebayang kan gimana saya membuang waktu menghindari kehidupan mistis ini? Jujur si pingin pindah ke tempat lain tapi aku disini dapat kerjaan yang cukup enak, ya kerjaku cuma menyapu dan menyiram tanaman saja.

Suatu ketika aku dan temanku bekerja di lantai 2 untuk mengecat dinding, waktu itu aku kedatangan 3 orang teman kerja untuk mempercepat rumah yang sudah mau di tempati. Ketika kami lagi asik bekerja ada seekor kelelawar yang hilir mudik, padahal gak pernah ada sebelumnya. Mungkin karena jengkel temanku mengumpat “riwa-riwi tak roll ndasmu kapok” yang artinya (mondar-mandir ku roll kepalamu kapok) begitu bunyi umpatan kepada kelelawar itu. Sialnya itu bukan kelelawar biasa, konon itu kelelawar jelmaan dari jin pesugihan pemilik rumah yang sudah lama tak di urus.

Keesokan harinya kejadian aneh pun terjadi, di tembok lantai bawah terdapat warna merah yang panjangnya sekitar 30 CM, pasalnya kami tidak ada cat merah, dan bila itu hewan? Katakanlah tikus, tapi merah serupa darah itu berjarak dengan list/pinggiran plafon, kan gak mungkin? Kalau memang hewan kok gak ada hewan di sekitaran yang mati? Sontak ini jadi perdebatan kami bertiga para pekerja. Nah karena saking penasarannya temanku bertanya kepada katakanlah murid ya, dia memang belajar dari orang misterius yang awal aku ceritakan.

Dia pun datang melihat, karena si misterius memang sudah di pindah ke Daan Mogot baru, jadi muridnya yang datang. Karena memang di rasa ganjal mereka pun melakukan ritual lagi untuk mencari tahu soal itu, dan alangkah terkejutnya saya mendengar eyang si penjaga raga temanku ini berkata “itu memang darah, darah itu sebagai simbol bahwa si jin kelelawar/pesugihan ini tengah lapar karena sudah lama tak di urus sang majikan, beliau juga berucap kalau si jin hendak makan dan yang mau di makan adalah aku, karena aku di nilai terlalu berani tinggal di tempatnya” kami pun mencoba mencari solusi, “kenapa tidak minta kepada tuanmu?” kata temanku menanyakan, “aku bisa cari makan sendiri” dengan ketus ia menjawab.

Setelah aku mengetahui hal ini aku pun meminta bantuan temanku, temanku pun memberi penjagaan berupa “buto ijo” untuk melindungiku, karena di nilai jin penunggu rumah itu tergolong kuat. Tapi aku dan temanku masih sering di ganggu dengan adanya kucing yang menghampiri seolah berkata sesuatu dan tiba-tiba hilang dan berbagai bunyi-bunyi yang aneh. Karena memang ke-3 teman kerjaku sudah selesai hanya aku sendiri lagi di rumah itu siang dan malam tanpa penerangan (listriknya belum ada) akhirnya aku bertekad untuk lebih menjaga diri, dan aku minta di ajari dan di bukakan pintu jiwa ragaku.

Malam yang ku tunggu datang, aku di bawa ke tanah lapang terdekat yakni di sekitaran pintu masuk citra 5 atau seberang kali dan jalan citra 6. Setelah terbuka aku pinta khodam yang baik, dan pilihanku kepada eyang macan putih, aku berharap bisa jadi lebih tenang dan sabar serta kalau di berkahi bisa beramal membantu pengobatan. Katanya si begitu sifat khodam “eyang macan putih”. Menurut penuturan temanku juga apabila kelak ada yang meminta tolong jangan pernah mau menerima imbalan berupa uang karena itu dilarang oleh “kopral” sebutan orang misterius yang aku ceritakan tadi.

Menurut penuturan temanku yang pernah menemani si kopral menyembuhkan wanita anak orang cina kaya yang sudah lama sakit terbaring di tempat tidur, dulu sang ayah bernadzar barang siapa yang bisa menyembuhkan anaknya kalau belum nikah akan di jadikan menantu dan yang sudah menikah di beri uang berapapun yang di minta akan di sanggupi, tak lama setelah kedatangan kopral bersama rombongannya selama 3-4 kali pertemuan sang anak berangsur membaik dan sembuh, karena kopral sudah menikah maka sang ayah memberikan amplop yang sangat tebal kepada kopral, dengan nada tegas kopral menjawab “saya ikhlas membantu, semua karena Allah, dan saya sudah cukup senang anak bapak sudah sembuh”, tapi sang bapak yang merasa hutang budi terus memaksa untuk menerima uangnya sebagai ucapan terima kasih saja, namun kopral menjawab “kalau bapak benar-benar ikhlas dan ingin berterima kasih uangnya di sumbangkan ke panti asuhan atau masjid saja”. Sang bapak sepakat dan mereka pulang.

Lanjut ke cerita bangunan ya teman-teman KCH, sejak saat itu aku berupaya mengusir sang jin kelelawar pesugihan pemilik rumah itu, dengan bekal ilmu yang sudah ku pelajari, aku melakukan ritual berupa sembahyang malam sambil memanggil roh yang lebih kuat dari pada jin itu. Setelah kudapat “gak usah ku sebut ya khodamnya” esoknya aku ngetes dong pasti, karena aku gak mau semakin berlanjut saja ini jin jahat, setelah aku test aku lempar dia jauh-jauh.

Malamnya aku konsultasi sama temanku yang mengajarku itu, ritual lah lagi kita di lapangan. Si jin dengan nada marah berkata “ku akui dia (khodam saya tadi pagi) hebat, tapi saya tidak takut” seperti nada menantang membuat temanku geram, di panggillah khodamnya untuk beradu dengan jin jahat itu, meski lari jin jahat itu tetap menyanggah tidak takut. Kami pun ketawa heran.

Hingga akhirnya dia memanggil si “P” untuk membantu, malam yang di janjikan pun tiba, waktu itu malam kamis, entah kamis apa aku lupa, oh iya si “P” ini yang ku ceritakan dia bisa sukma raga dan memanggil kanjeng ratu. Dengan bantuannya akhirnya masalah selesai. Ya dia memanggil kanjeng ratu agung roro kidul untuk menjemput si jin jahat ini.

Oh iya sebelum saya tutup cerita ini, saya ingin berbagi informasi, bahwa kanjeng ratu nyi roro kidul adalah bangsa baik, beliau memenjarakan/kerja paksa untuk jin-jin jahat. Jadi kalau kalian mendengar kabar atau bahkan menjumpai dalam hal pesugihan dan hal buruk lain itu sama sekali bukan kanjeng ratu asli, melainkan jin-jin jahat yang menyerupai dan beritikad buruk.

Sesudahnya terima kasih sudah membaca cerita ini, ini kisah nyata saya pribadi bukan katanya-katanya lho ya. Dan saya mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan atas nama yang tercantum di atas. Untuk kesempatan yang baik ini saya ingin berbagi saja, bersikaplah baik kepada apapun, karena sejatinya semua adalah sama (sama-sama ciptaan-Nya).

“Indahnya laut karena ombaknya
Indahnya samudera karena karangnya
Dan indahnya manusia karena akhlaknya”.

Bye.