Kisah Sang Kyai Guru Bagian 80 - 197 Views

Sebelumnya kisah sang kyai guru bagian 79. Aku sendiri, terus terang kadang masih menemukan kebuntuan atas apa yang jelas-jelas ku alami, sehingga mau menceritakan juga selalu timbul tarik ulur, apa ini ku tulis sebagai kisah yang selayaknya dibaca orang lain apa tidak, atau hanya untuk konsumsiku sendiri saja, sering seorang temanku yang misal berbareng denganku, padahal ku beritahu kisah sedikit dari yang ku alami, ujungnya juga akan timbul menghina dalam tanda kutip, penghinaan yang disembunyikan di balik senyum sinis dan kata pedas di telinga dengan apa yang ku alami itu hanyalah buah dari terlalu menghayalnya aku. La padahal aku sendiri juga tak sedang menghayal apa-apa, karena semua juga terjadi sebagaimana terjadi mengalir dengan sewajarnya.

Jadi ini anggap saja aku sedang bermimpi. Jadi kisahku setelah ini adalah mimpi. Mimpi yang panjang, dan teramat panjang. Aku bermimpi, mimpi yang amat buruk, mimpi yang orang pun tak mau mendapat mimpi sebagaimana mimpi yang ku alami, karena betapa buruk mimpiku ini, mimpi di hianati muridku sendiri, dan muridku itu lantas membayar banyak dukun santet, yang tak perduli, siang, malam, terus-terusan menyerangku dengan ilmu santet, kepada keluargaku, dan juga kepada para muridku yang lain.

Jadi ingat guruku yang sudah ogah-ogahan menerima murid, karena banyak sekali pengalaman beliau di hianati muridnya, bukan hanya satu dua, tapi sampai ribuan yang menghianatinya. Sementara aku baru satu dua, sudah terasa berat. Kadang dalam diri juga timbul tak percaya, walau jelas-jelas di hianati, tapi dalam batin, menelisik apa yang ku lakukan ku rasakan tak benar, padahal yang ku lakukan ku rasakan benar-benar saja, juga tak menyalahi agama, dan aturan syariat, kok ya aku di hianati? Di cari celah juga tak akan ketemu, karena mungkin di mataku sendiri, aku merasa selalu benar, juga belum tentu di mata orang lain.

Kembali ke mimpi malam yang tak habis. Aku bermimpi, para jin dari segala penjuru bumi datang berduyun-duyun padaku, dari segala penjuru, dari bumi lapis tuju ke bawah, dan dari langit lapis tuju ke atas, dari jin yang tinggal di kayangan, ada yang berbentuk gareng, semar, bahkan kera beraneka kera, bahkan ada yang berbentuk kera putih. Semua berbondong-bondong masuk Islam, atau ingin ku Islamkan. Suasana jadi masukan Islam jin. Dan terus datang silih berganti, sementara itu juga serangan para dukun santet juga memberondongku dari segenap penjuru.

loading...

Di mimpi, datang juga nabi Sulaiman bin Daud, beliau memberikan cincin gaib di jariku, namanya juga sudah mimpi dan gaib lagi, ya jelas makin gak ada wujudnya, lalu memakaikan aku mahkota, aku pakai saja, karena gaib, aku sendiri tak tahu aku ini memakai atau bukan. Jin dari pengikutnya nabi Sulaiman juga berduyun-duyun menghadap padaku, dan masuk Islam, gantian jin dari penguasa seluruh gunung di Jawa, dari gunung semua gunung, dan dari penguasa sungai dan hutan, semua datang bergantian menghadap padaku, untuk minta di Islamkan, sampai akhirnya seluruh Jawa, meluas ke semua gunung, lembah, dan hutan juga kawasan di seluruh Indonesia, lalu meluas sampai ke kawasan seluruh dunia, dan jin penguasa seluruh dunia sampai semua laut.

Sampai laut merah dan raja-raja semua jin dari semua dunia datang menyatakan takluk dan siap di bawahku. La kok mimpi kok jadi penguasa segala jin, dan sampai raja di raja jin seluruh dunia yang sudah ada sejak zaman nabi Adam AS, menghadapku, dan siap takluk di bawah perintahku, walah mimpi memang tak ada batasnya. Untung hanya mimpi. Resmi sudah aku menjadi raja di raja yang dipertuan raja segala jin seluruh dunia, sadar dari mimpi misalkan, ingin jadi hansipnya jin saja aku gak ingin sama sekali apalagi jadi rajanya, pikiranku simpel saja ndak muluk-muluk, hidup tentram dan selalu berkecukupan, untungnya ini hanya mimpi, jadi ya jadi raja jin juga gak ada salahnya.

Bergantian semua raja jin menghadapku, dan jin semua kawasan juga bergantian menghadapku. Akhirnya banyak yang ku tahu nama-nama raja atau ratu jin dari semua kawasan gunung, dan sungai, juga lembah dan daerah. Mungkin akan ku tulis dari beberapa mimpiku. Dialogku dengan jin, namanya juga mimpi, kali saja dialognya amburadul.

Bersambung kisah sang kyai guru bagian 81.

Whatsapp: 0852 1406 0632
Whatsapp: 0822 3243 7363