Kisah Sang Kyai Guru Bagian 83 - 290 Views

Sebelumnya kisah sang kyai guru bagian 82. Mengislamkan jin, seperti sudah keseharian yang tak aneh, tapi kejadian-kejadian yang ku alami kadang juga membuatku menjadi takut terjerumus ke lembah kesesatan, yang nyata saja sering menipu, dan banyak tipuan di dalamnya, apalagi yang gaib, ketakutan yang ku alami sangat mendasar bagiku, yang memang terus terang tak pernah mengalami kegaiban yang di luar nalar dan logika warasku, ya, ya memang aku sadar, sesadar-sadarnya, aku ini sama sekali tak memiliki kelebihan apa-apa, tak ada kelebihan kesaktian sebagaimana orang-orang yang mengamalkan ilmu hikmah, jadi ketakutanku pada ketipu apa yang ada di dunia gaib, makin membuatku membutuhkan suatu jawaban setidaknya yang bisa membuatku sedikit tak khawatir lagi.

Dan aku memutuskan untuk menghadap guruku, kyai cilik, bagiku beliaulah yang bisa di mintai solusi, maka ku ajak muridku satu rombongan mobil untuk menghadap guruku, agar permasalahan makin bisa di uraikan dengan jelas pokok permasalahannya. Sebenarnya awalnya adalah, kejadian banyaknya serangan santet dari segala penjuru, yang ditujukan padaku juga keluargaku, walau aku sendiri sebenarnya telah membaca kejadian yang terjadi, santet juga tak akan berlaku, dan mempan, kalau Allah sendiri tak mengijinkan terjadi, maka kemudian aku memberikan do’a rofitoh kepada muridku, ada beberapa tujuan yang terlintas di hatiku, mengapa memberikan doa rofitoh itu.

Awalnya karena tahu pasti bahwa serangan dari dukun santet segala penjuru itu tak lain adalah maksud Allah untuk menaikan derajat dan maqomku, rasanya tak afdhol kalau aku meningkat derajat sendiri, tanpa nantinya para muridku ikut naik derajat dan maqomnya, maka solusinya agar ikut terangkat derajatnya adalah dengan memberikan doa rofitoh, yang mana dengan doa itu para muridku akan merasakan akan apa yang ku rasakan, dengan sendirinya, juga akan menaikan level para muridku, mengikuti levelku, sehingga jika aku nantinya ku ajak membahas masalah rumit, mereka akan tahu dan mudah mencerna penjelasan yang ku berikan.

Doa rofitoh pun ku gelar di muridku, dan praktis mereka akan merasakan apa yang ku rasakan, santet yang menyerangku dari segala penjuru, otomatis mereka akan merasakan ujian yang ku rasakan, walau sedikit, setidaknya mereka merasakan, dan terangkat derajatnya. Walau akhirnya ketahuan mana yang benar-benar muridku, dan mana yang bukan, yang hanya orang latah ikut-ikutan jadi murid thoreqoh, mana yang pantas ku jadikan pasukan dan mana yang bukan, ya dengan doa rofithoh itu juga ku kirimkan khodam malaikat yang ku punya untuk menelusur doa yang ditujukan padaku, dan para malaikat itu ku perintahkan mendampingi, sekali dua kali ku pantau, apa mereka sungguh-sungguh atau hanya ikut-ikutan, yang ku lihat kesungguhannya, ku suruh malaikat lebih mendekat, agar mereka dapat merasakan kehadiran malaikat yang datang, dengan aura dingin yang menyelimuti, lalu muridku yang serius ku arahkan untuk mengucapkan salam pada malaikat itu dan juga mengajak kenalan pada mereka, agar mulai kenal pada malaikat, memang mengajari mereka harus pelan-pelan, sabar dan telaten, apalagi mereka tak pernah tahu soal khodam malaikat, dan satu dua mulai ada yang kenal, dan mulai menjadi khodamnya, tanpa aku arahkan.

Dan dengan cara ekstrim pengajaran ini, juga ada efek buruk dan baiknya, namanya juga gaib, pasti banyak tipuan di dalamnya, di antara malaikat yang datang, pasti juga banyak jin yang mengambil kesempatan. Di sini juga berguna aku menggeluti dunia jin, dan berbagai persifatan mereka, dan berbagai kebiasaan yang mereka lakukan, aku sudah mengira kalau akan banyak jin yang menyusup pada muridku, yang mengaku malaikat, padahal sebenarnya jin, awalnya ku tahan, dengan cara ku perintahkan jika ada yang datang, salami, tanya siapa, itu hanya trik saja, suruh melihat fotoku, jika jin biasanya akan langsung kabur, jika malaikat akan tak takut padaku, dan menyebutkan siapa aku dengan jelas dan gamblang.

Eh setelah berlalu beberapa minggu, ternyata tak efektif, sebab mereka tetap tak silau melihat wajahku, karena ketika di suruh menatap, dia akan berpaling, dan soal kenal, juga semua jin akan kenal, dan ujung-ujungnya, banyak jin yang tetap bisa merasuk, aku tafakur, bagaimana langkah yang seharusnya ku lakukan, maka aku berinisiatif, sudah biarkan saja semua jin masuk, nanti kalau sudah di dalam di manfaatkan saja untuk membuat lubang di penghubung antara alam gaib dan alam nyata, pikirku kalau mereka masuk, aku juga bisa menariknya dari jauh. Maka muridku pada di rasuki jin semua, karena memang sengaja ku biarkan, agar masuk saja, dan biarkan saja masuk sebanyaknya, secara niat agar mereka bisa membuat tubuh yang dirasuki akan banyak ditemukan lubang.

loading...

Ya memang mungkin pelajaran dalam berthoreqoh seperti itu kayaknya tak ada di manapun, mungkin hanya aku yang mengajarkan, kayak ngawur ya? Ya memang kelihatannya ngawur, tapi sebenarnya sudah ku susun secara rapi, anak muridku banyak yang dirasuki jin, di mana-mana dirasuki jin, tapi beda dengan anak sekolah kerasukan lo, walau yang merasuk sebanyak jutaan jin, tapi orang yang dirasuki sama sekali tak akan kenapa-napa, ini menurut prediksiku.

Dan ternyata prediksiku agak meleset, walau tak fatal, setidaknya meleset, dan membuatku kebingungan juga ketika itu apa solusi yang harus ku buat selanjutnya, aku sama sekali tak berpikir jauh, walau sudah ku pikirkan jauh sekali kedepan, ternyata tetap saja ada saja yang di luar prediksiku, ya memang tak apa-apa, siapa yang dirasuki jin tak apa-apa, tapi ketika yang merasuk jin yang tingkatannya iblis, aku keteter juga, untuk mengeluarkan mereka, belum lagi pas mengeluarkan ada saja muridku yang kena hasut, lantas berhianat, dan ilmu yang ku berikan lantas di pakai menghianatiku, ini seperti memberi golok pada perampok yang mau merampokku, belum lagi serangan dukun santet, dan para jin dari penjuru bumi, berduyun-duyun berbondong-bondong menyerangku, aku harus jantan, dan sebagai orang yang bertanggung jawab, maka aku menghadapi sendiri ratusan trilyun jin yang menyerangku.

Ada yang mengaku dari hutan Alas Purwo, Banyuwangi, atau dari Jember, serombongan raja babi ngepet, dan dukun-dukun santet ada ratusan ribu mengeroyokku dari segala penjuru, semua ku hadapi sendiri, langsung saja ku minta berbarengan menyerangku, aneka jin berbentuk raksasa, dan macan, singa, naga, dan juga serangan para dukun menghujaniku dengan serangan bertubi-tubi, aku duduk terdiam, khusuk dalam kepasrahan pada Allah, ribuan trilyun kekuatan Allah didatangkan melingkupi tubuhku, aku mutlak dalam kepasrahan, mati sekarang dan nanti sama saja, asal mati dalam ke-Islaman, dan keteguhan iman.

Pagi, siang, malam, serangan tak henti, jika serangan datang, aku segera duduk atau berdiri, membuka dada, mau mana saja yang mau di tombak, atau di tusuk dengan berbagai macam senjata, nekat? Ya memang aku nekat, dengan keyakinan Allah akan menolongku, semingguan, serangan reda juga, ada yang menyerah dan masuk Islam, ada juga yang kembali. Memang harus aku yang menghadapi sendiri, aku seperti panglima yang sendirian maju ke medan laga, dan memberi contoh, ini lo kalau jadi seorang panglima, harus bertanggung jawab.

Padahal aku sama sekali tak punya kesaktian apa-apa, hanya modal pasrah saja pada Allah, bagiku, jika ajalku tiba nanti, tak akan ada yang mampu memajukan atau memundurkannya. Serangan berhenti, tapi aku kembali dihadapkan masalah baru, soal jin yang sudah pada merasuk ke tubuh murid-muridku, ternyata banyak sekali murid yang dirasuki, membuatku kelelahan sendiri untuk mengeluarkannya, aku sangat kelelahan dan terkuras habis tenagaku, kadang sampai rasanya, ini nafas terakhirku, nafas sudah putus-putus, karena mengeluarkan banyak jin dari tubuh muridku dari segala penjuru, kadang dalam 1 orang bisa trilyunan jin, walau aku misal kuat mengeluarkan satu sampai sepuluh juta sekali tarik, tetap saja menguras energiku. Belum lagi yang dikeluarkan lantas masuk lagi, wah makin membuatku benar-benar kehabisan akal juga.

Maka aku kemudian mencari solusi yang bisa di ambil. Yaitu pergi menghadap pada guruku. Dan kyaiku memang lantas memberi solusi, tapi beliau sampai terkaget-kaget melihat jin yang ada di dalam 1 muridku, dan alhamdulillah setelah diberi solusi beliau, sedikit banyak permasalahan agar tercairkan. Rupanya yang di luar perhitunganku adalah, ternyata jin itu juga bisa saja mengambil roh muridku, itu yang sama sekali tak aku ketahui.

Solusi yang sangat aneh dari guruku itu apa, mungkin itu ilmu bagiku, dan bagi orang lain bisa saja menjadi musibah, kata guruku “ikuti saja kata hatimu, kamu itu sudah di bimbing”. Aku tenger-tenger, bengong dalam hati, tapi otakku lantas bekerja cepat, dan ilmu yang tak terhingga lantas ku dapat dari apa yang disampaikan oleh guruku. Dari menghadap kepada guruku, lantas aku ke Tuban, sekalian menghadap orang tuaku yang lama tak ku kunjungi, karena sibuk bergelut di duniaku yang baru.

Karena kebanyakan muridku yang ku bawa sudah mempunyai khodam malaikat, dan sudah terbuka mata batinnya, mereka pada ramai di sepanjang perjalanan, karena para jin di sepanjang perjalanan pada berbaris di tepi jalan, menghormat, seperti menyambut presiden yang datang di sepanjang perjalanan, ya di Alas Roban, ya di mana saja yang banyak jinnya, lalu mereka ada yang terbang, di atas mobil ada yang berlari, ada juga yang berbentuk raksasa pada mengikuti mobil yang ku naiki, dan ada jin yang mau masuk Islam, ada juga jin yang berusaha menyerang, ada juga yang ingin ikut.

Sampai di Tuban, di rumah, langsung saja para jin yang ada di desaku dan sekitarnya pada berbondong-bondong datang ke rumah, ingin di Islamkan, sehingga lagi-lagi ribuan trilyun jin dari penjuru datang minta di Islamkan, belum lagi datang tamu dari manusia biasa yang sakit dan ingin di obati, aku benar-benar tak ada waktu istirahat, maka ku putuskan untuk selekasnya kembali ke Pekalongan melihat tak ada waktu untuk istirahat. Apalagi muridku sering mau di tarik nyawanya oleh jin fasik yang tak rela jin-jin pada masuk Islam.

Alhamdulillah perjalanan kembali ke Pekalongan lancar, dan ilmuku seperti di tuang dari langit, dan setiap detik bertambah dan bertambah. Segala sesuatu aku yakin ada maksud Allah di sebalik kejadian yang terjadi, dan maksud Allah itu pastilah baik, karena sifat Allah itu semua baik.

Bersambung kisah sang kyai guru bagian 84.

Whatsapp: 0852 1406 0632
Whatsapp: 0822 3243 7363