Kisah Sang Kyai Guru Bagian 87 - 330 Views

Sebelumnya kisah sang kyai guru bagian 86. Sekali lagi aku mau bercerita soal mimpiku, ini mimpiku sendiri, jadi jangan di komentari kalau mau cerita maka ceritakan mimpimu sendiri, siapa yang hadir dalam mimpiku, maka itu bukan karenaku, sebab mimpi yang ku alami juga bukan karena kehendakku, jika aku di dalam mimpi makan enak dan naik mobil mewah, sebaiknya jangan di dengki, sebab itu juga cuma mimpi, kalau mau, mimpi saja sendiri, jangan merebut mimpiku, dan jika ada yang komentar, mimpi saja kok di ceritakan, ya saya akan jawab, mimpi saja kok mau maunya di baca.

Aku bermimpi, hari masih sore, tapi di majelisku yang sederhana datang seorang yang mengeluhkan sakit, setelah ku tanya sana sini, lalu ku obati dengan pengobatan sebagaimana biasa ku lakukan, minta pada Allah sakitnya di sembuhkan dan yang menyebabkan sakit khususnya para jin di dalam tubuhnya dibersihkan, agar sakitnya tak kembali lagi, menurut pendapatku, dan memang atas izin Allah orang itu sembuh.

Ternyata kejadian itu tak sesederhana itu, semua orang yang hadir di majelis juga tahu kalau orang yang berobat itu sembuh karena bukan aku hebat, tapi karena Allah menyembuhkan, dan aku hanya sebagai hamba yang bisanya hanya meminta pada Allah, tapi bagi orang awam yang kebanyakan atau orang umum tak hanya seperti itu, malah aku yang di minta menyembuhkan malah di tuduh sebagai yang menyebabkan sakit, ngelus dada, ternyata jelas-jelas berbuat baik itu belum tentu di nilai baik di mata orang lain.

Anak menantu orang yang sakit dan anaknya datang ke rumahku, marah-marah dan menuduhku sebagai yang menyebabkan sakit yang di alami oleh ibunya yang sakit, buktinya setelah ku sentuh langsung sembuh, ah aku tak mau banyak bicara, aku tinggalkan saja tamu yang mengajak ribut, dan menuduhku yang menyebabkan keluarganya sakit, malah ku dengar aku mau diperkarakan, ya Allah, aku menangis pada Allah sendiri dalam kamar, minta di beri kekuatan menerima cobaan ini. Setelah marah-marah kedua orang itu keluar dari rumahku dengan tanpa permisi, setelah berdebat dengan ibunya sendiri, yang sering di suntik bius agar tak keluar keluh kesahnya kalau lagi mengalami rasa sakit.

Mimpi lagi. Datang seorang yang membawa anaknya yang kecil sakit, ya aku tanpa banyak kata segera mencoba mengobati anak itu, ternyata karena di ganggu jin, sehingga mau di ambil nyawanya, jin itu di kirim seseorang karena permasalahan warisan. Dan sebenarnya yang di tuju ayahnya, tapi yang kena anaknya, sekalian ku cabut saja roh dukun santet yang menyerang anak itu ada 3 dukun, dan jin yang ada di anak itu ku keluarkan semua. Anaknya sudah enakan, dan kelihatan mulai sembuh. Tapi cerita ternyata tak sampai disitu, habis dari rumahku, anak itu meninggal dunia. Dan besoknya ayahnya dengan membawa dukun melabrakku, menuduhku yang menyebabkan anaknya mati.

“Saya ingin minta kejelasan soal kematian anakku” kata pak Jo dengan muka agak tak suka.
“Begini pak kyai, anda seorang kyai, bagaimana mungkin anda menyebabkan anak kecil itu mati, anak kecil itu mati secara tak wajar, bagaimana pertanggung jawaban sampean, ini kakak anak itu” kata dukun yang di bawa, dia menunjuk anak remaja yang juga hadir.

loading...

“Dia itu mimpi kalau adiknya mati secara tak wajar, maaf kalau saya berkata kasar, kami minta kejelasan”.
“Bagaimana saya bisa di tuduh?” tanyaku dengan berusaha tenang dan tak terpancing emosi.
“Bapak kemarin ke rumahku, minta tolong padaku, saya juga tak meminta, bapak yang datang sendiri, juga tak saya undang, bahkan waktu anak bapak ke sini saya juga sama sekali tak menyentuhnya, bagaimana mungkin saya malah yang di tuduh menyebabkan mati? Kemarin bapak kan melihat sendiri bagaimana saya mengobatinya, juga kemarin pas di sini, malah rohnya dukun yang menyebabkan anak bapak sakit sudah saya panggil, dan bapak bicara sendiri dengan roh dukun itu, la kok malah sekarang saya yang di tuduh?”.

“Kami ingin minta kejelasan” kata dukun itu ngotot.
“Kejelasan yang bagaimana?” tanyaku
“Ya kejelasan apa penyebab anak ini meninggal”.
“Bukannya bapak ini kemarin sudah jelas?” kataku menunjuk kepada ayah anak itu.
“Iya kan pak?”.
“Iya” jawab pak Jo.
“Tapi sekarang saya ingin lebih jelas lagi”.
“Bapak ini bagaimana to, kemarin sudah ku hadapkan pada dukunnya, bapak ku suruh bertanya sejelasnya lalu bapak tak mau bertanya mendetail, kemarin kan bapak sudah bicara panjang lebar dengan roh dukunnya, sampai dukunnya juga minta maaf bapak juga sudah memaafkan, kok sekarang berubah?”.

“Maaf saya menyela” kata dukun.
“Saya masih tak percaya dengan apa yang pak kyai lakukan, bisa saja itu hanya rekayasa”.
“Rekayasa bagaimana?”.
“Coba pak kyai buktikan lagi, jika itu bukan rekayasa”.
“Baik, aku akan ambil roh anak bapak yang sudah meninggal, akan ku masukkan ke orang, nanti bapak tanya sendiri, kalau ndak percaya, nanti mas yang suka usil ini jangan salahkan kalau ku cabut rohnya, ku lempar ke neraka, atau ku pindah ke hewan” kataku yang segera minta izin ke malaikat Isrofil untuk di datangkan roh anak kecil yang kemarin meninggal. Namanya juga mimpi, ya aneh aneh saja.

Bersambung kisah sang kyai guru bagian 88.

Whatsapp: 0852 1406 0632
Whatsapp: 0822 3243 7363