Pedang Tujuh Naga Bagian 3: Chapter 3 - 42 Views

Sebelumnya pedang tujuh naga bagian 3: chapter 2.

Chapter 3: Tewasnya Iblis Merah

“Suryo, keluar kau! Berikan upetimu, sebelum aku perkosa istri dan juga anak gadismu *huahaha” ucap salah seorang pemimpin gerombolan Iblis Merah.

Setelah salah satu pemimpin gerombolan Iblis Merah selesai berbicara, Ling melompat di udara dan sudah berada tepat di belakang tubuh salah seorang pemimpin gerombolan Iblis Merah itu. Lalu dengan bengisnya Ling memutar kepalanya hingga kebelakang. *Krek!

loading...

“Mati kau binatang terkutuk” ucap Ling.

Melihat pemimpinnya tewas dengan cara mengenaskan, anak buah Iblis Merah merasa ciut nyalinya menghadapi Ling, pemimpin mereka saja dengan mudah di taklukan oleh Ling, apalagi dengan kekuatan yang mereka punya, pikir empat belas gerombolan Iblis Merah.

“Majulah kalian semua, akan aku kirim nyawa kalian ke neraka secepatnya” ucap Ling dengan gejolak api yang masih membara.
“Sombong sekali kau wanita asing! Kau rasakan ajianku ini!”

*Ajian Penghancur Raga*

*Hiyat! Dengan sigap Ling mencabut pedang tujuh naga dari sarungnya. Di tangkisnya Serangan ajian penghancur raga dengan pedangnya. Lalu ajian tersebut berbalik terkena pemiliknya sendiri, dengan luka hangus di dada, lalu lelaki itupun tewas seketika.

“Keparat kau memang benar-benar wanita Iblis” ucap salah satu gerombolan Iblis Merah.
“Yang iblis aku atau kau? Dan pemimpinmu di gunung merah itu” balas Ling.
“Mari kita serang bersama-sama wanita Iblis itu dan kita rebut pedang sakti yang dia miliki”.

Dengan licik para gerombolan Iblis Merah, melemparkan jaring jala yang telah mereka persiapkan, untuk meringkus Ling lalu mengikat tubuh, tangan serta kakinya hingga Ling tidak dapat bergerak sama sekali.

“Kali ini kau mampus wanita iblis *haha, cepat kau ambil pedangnya” ucap salah satu gerombolan Iblis Merah.
“*Hahaha, cukup pengecut juga kalian, menyerangku dengan cara seperti ini” ucap Ling.
“Cepat Marda! Kau bunuh wanita iblis ini dengan pedangnya sendiri” ucap salah satu gerombolan Iblis Merah.
“Baiklah mampus kau wanita setan” ucap Marda salah seorang gerombolan Iblis Merah.

Marda pun menusuk Ling dengan pedang tujuh naga tepat mengenai dadanya lalu tembus kepunggung. Ayu Lestari berlari keluar dari biliknya menghampiri Ling yang berbaring terikat dan luka yang hangus di dadanya.

“Pendekar Ling” teriak Ayu Lestari.
“Cantik sekali kau kelinci kecil, mari kita kedalam bersenang-senang menikmati malam ini berdua saja manis *huahaha” salah seorang gerombolan Iblis Merah memeluk Ayu.
“Lepaskan aku iblis kepar*t! Lebih baik aku mati dari pada melayani nafsu bej*tmu” ucap Ayu.
“Cepat kau seret tua b*ngka Suryo keluar, dan kau gantung lehernya di pohon! Malam ini kita akan nikmati tubuh istri dan juga anak gadisnya *huahaha” ucap salah seorang gerombolan Iblis Merah.

“*Uhuk, uhuk, bi*dab kalian semua, akan aku jatuhkan kepala kalian di tanah satu persatu” ucap Ling yang menahan sakit luka tusukan di dadanya.
“Cepat kau habisi nyawa perempuan gila itu Marda” ucap kawan gerombolan Iblis Merah.
“Mati kau wanita iblis” ucap Marda sambil menusuk-nusukan kembali pedang tujuh naga ke dada Ling yang sudah tergeletak di tanah.

*Sleb, sleb, sleb! Darah segar pun mengucur deras dari tubuh Ling, baju yang dia kenakkan kini berubah berwarna merah darah, lalu Ling pun berhenti bernafas.

“Bangun pendekar Ling! Bangun, kau tak boleh mati pendekar” teriak Ayu histeris.

Beberapa orang gerombolan Iblis Merah masuk kedalam pondok lalu menyeret keluar romo Suryo secara paksa.

“Cepat kau ikat tua bangka itu, dan kau gantung lehernya di pohon itu” ucap salah seorang gerombolan Iblis Merah.
“Manusia-manusia iblis kalian! Tidak punya hati menyiksa orang yang sudah tua, romo” tangis Ayu histeris.
“Ndhuk selamat tinggal, jagalah dirimu baik-baik cah Ayu” ucap romo Suryo kepada putrinya.

Selanjutnya pedang tujuh naga bagian 3: chapter 4.

Agen Bola SBOBET