Pedang Tujuh Naga Bagian 3: Chapter 6 - 97 Views

Sebelumnya pedang tujuh naga bagian 3: chapter 5.

Chapter 6: Tewasnya Iblis Merah

Ling pun terus berlari dan memasuki rimbunnya pedalaman hutan belantara. Kayana dan tujuh belas prajurit Iblis Merah pun terus mengejar Ling dan ikut memasuki hutan. Di dalam hutan Ling melihat sebuah aliran sungai kecil yang begitu jernih airnya, dengan rasa haus dan dahaga Ling berlari mendekati sungai itu dan meminum airnya dengan cara menserok dengan kedua telapak tangannya.

“Ah, segar sekali airnya” ucap Ling.

Selang berapa lama tujuh belas prajurit Iblis Merah sudah berdiri mengelilingi Ling yang sedang berjongkok di aliran sungai kecil.

“Kali ini tamat riwayatmu pendekar manis” ucap Ketua prajurit Iblis Merah.

Dengan sigap Ling lompat ke udara dan sambil mengeluarkan pedang tujuh naga dari sarungnya. *Huup. Sriing.

“Mampus kau” teriak Ling.

Ling mengangkat tinggi pedang tujuh naga dan menyabetkan pedangnya, tepat di tengah kepala prajurit Iblis Merah hingga kepalanya terbelah menjadi dua bagian.

“*Argh” teriakan prajurit Iblis Merah yang tewas seketika.
“Kep*rat”.
“Mari kita serang wanita setan itu bersama-sama” ucap ketua Iblis Merah.

*Hiyaat. Ling pun di keroyok enam belas prajurit Iblis Merah di tengah-tengah hutan tersebut dan terjadilah pertarungan sengit. Dalam pertarungan itu Ling lebih banyak menghindar dari pada menyerang, serangan-serangan prajurit Iblis Merah selalu dapat di tangkisnya, merasa di remehkan para prajurit Iblis Merah pun mengeluarkan pedang-pedang yang mereka miliki dan menyabetkannya ke setiap tubuh Ling secara membabi buta.

(*Seet, seet, seet)

“Wanita ini benar-benar tinggi ilmu tenaga dalamnya, dan jurus-jurusnya pun cukup mematikan. Mari kita gunakan formasi Iblis Merah, dan kita serang secara bersama-sama wanita itu dengan ajian Iblis Merah pelebur nyawa” ucap ketua prajurit Iblis Merah.

*Ajian Iblis Merah Pelebur Nyawa*

*Hiyaat. Dan keluarlah sinar merah yang sangat panas dari masing-masing telapak enam belas prajurit Iblis Merah, ajian ini bila dilihat dapat membutakan mata bagi orang biasa. Ling pun menghindar dari ajian Iblis Merah ini dengan salto secara terbalik di atas udara.

*Hup. Dan Ling sudah hinggap di dahan pohon.

“Sekarang giliranku, bersiap-siaplah untuk pergi ke neraka binatang-binatang terkutuk” ucap Ling dengan nada bengis.

*Jurus Pedang Samber Nyawa*

*Heaa. Di lemparkannya pedang tujuh naga dari atas pohon, dan dengan sendirinya pedang tujuh naga itu terbang di atas udara, lalu berputar-putar melesat dan menebas kepala-kepala prajurit Iblis Merah dengan sekejap. *Bruuk. Bruuk. Bruuk! Enam belas kepala prajurit Iblis Merah itu pun jatuh bergelindingan di tanah. Ling pun segera lompat mendarat kebawah dan memperhatikan kepala-kepala yang berpisah dari tubuhnya berserakan di sekelilingnya. Seketika itu juga dari arah belakang tiba-tiba Ling di kejutkan oleh serangan kibasan ekor Kayana siluman ular.

(*Deesh)

loading...

“*Huahaha, aku lawan tandingmu pendekar pedang sakti” ucap Kayana siluman ular.

Tubuh Ling terlempar jauh masuk ke dalam semak-semak. Lalu Kayana merubah dirinya kedalam bentuk manusia dan berlari melesat di atas dedaunan menyusul Ling yang terjatuh. Setelah melihat Ling yang tergeletak di semak-semak Kayana menyabetkan pedangnya ke tubuh Ling. Ling menghindar dan di sambutnya Kayana dengan tendangan harimau terbang racun kobra.

*Tendangan Harimau Terbang Racun Kobra*

*Hiyaat. Buuk!

Kayana jatuh tersungkur dan segera bangkit kembali.

“Dari mana kau dapatkan jurus racun kobra. Sepertinya kau memadukannya dengan jurus harimau” tanya Kayana siluman ular.

“*Hahaha, apa pedulimu ular bin*l” balas Ling memancing amarahnya.
“Kep*rat, kau rasakan ini” ucap Kayana sambil menyabetkan pedangnya.

*Hiyaat. Ling pun mencabut pedang tujuh naga dari sarungnya, dan terjadilah pertarungan sengit diantara keduanya. *Traang. Traang. Traang! Ling menangkis setiap serangan pedang dari Kayana. Pedang tujuh naga dan pedang Kayana siluman ular beraduan dan menghasilkan suara yang memekikkan telinga. Lalu Kayana salto di udara dan memutar tehnik serangan pedangnya ke arah Ling.

*Sreet! Sabetan pedang Kayana siluman ular mengenai lengan sebelah kanan Ling. Lalu mengeluarkan darah yang segar dari luka sayatannya.

“*Augh”.
“*Hahaha. Hanya segitu saja kemampuanmu pendekar sombong, mati kau kali ini” teriak Kayana kembali menyabetkan pedangnya ke arah Ling.
“*Heaa”.

Dengan luka sayatan di lengan kanannya membuat gerakan Ling menjadi sangat lamban. Ling pun menghindar serangan dengan berjalan terseok-seok.

“Hilang semangatku bertarung denganmu! Kau terlihat seperti anj*ng pincang. *Hahaha lebih baik aku kurangi rasa penderitaanmu hari ini pendekar” ucap Kayana kepada Ling.
“*Heaa”.
“Mampus kau” teriak Kayana.

Ling segera mengatur nafas dan mengeluarkan jurus tendangannya.

*Tendangan Angin Puyuh Memutar*

(*Dees, dees, dees)

Kayana pun terpental dan jatuh berguling-guling setelah dadanya terkena tendangan Angin Puyuh.

“*Augh, kep*rat kau! Terima ini ajianku” ucap Kayana siluman ular.

*Ajian Maut Iblis Merah*

(*Jedeer)

*Bruugh. Ling terpental dan hampir terperosok kedalam jurang yang curam. Dengan cekatan kedua tangannya meraih seikat akar yang tumbuh di pinggiran jurang.

“*Huahaha, tamatlah riwayatmu pendekar lemah” ucap Kayana dengan nada tawa penuh kemenangan.
Ling mengatur nafasnya dan mengayunkan jurus tendangannya dengan cara memutar.

*Tendangan Harimau Terbang Racun Kobra*

(*Dees)

“*Argh”.

Dengan tendangan harimau terbang racun kobra dada Kayana melepuh dan gosong, kembali Ling memberikan serangannya dengan ajian mustika tujuh naga.

*Ajian Mustika Tujuh Naga*

“*Heaa”.

(*Jedeer)

Tubuh Kayana pun ambruk ke tanah, dan tergeletak tak berdaya. Seperti orang yang kesetanan Ling kembali menyerangnya dan menebas kepala Kayana. *Seet. Sher! Dari leher Kayana menyembur darah yang sangat segar, lalu berrpisahlah kepala Kayana dengan tubuhnya, dan secara tiba-tiba Kayana kembali kedalam wujud aslinya seekor ular raksasa. Secara tiba-tiba terdengar suara yang belum nampak wujudnya.

“*Huahaha, cukup sakti kemampuan ternyata pendekar pedang” ucap Raja Iblis Merah.
“Keluar kau! Aku tahu kau Raja Iblis Merah” balas Ling.

Dengan segera Ling mencabut pedang dari punggungnya.

“Kau rasakan ini pendekar kecil” ucap Iblis Merah.

Raja Iblis Merah melempar pedangnya ke arah tubuh Ling. Dengan gerakan yang lincah Ling menangkis serangan pedang dari Raja Iblis Merah. *Traang! Pedang Raja Iblis Merah pun kembali kepada tuannya, dan secara tiba-tiba Raja Iblis Merah sudah berada di hadapan Ling dengan menghunuskan pedangnya ke arah Ling.

*Hiyaat. Ling bertarung dengan Raja Iblis Merah sama-sama menggunakan pedang.

*Traang, traang, traang!

*Pukulan Iblis Merah*

(*Jlegar)

Ling terdorong mundur kebelakang, dan dari mulutnya mengeluarkan darah segar akibat terkena pukulan Raja Iblis Merah di dada kirinya.

“*Ough”.

Lalu Ling duduk bersila dan memusatkan tenaga dalamnya. Pedang tujuh naga mengeluarkan tujuh warna sinar yang indah dan mulai bergetar hebat.

*Ajian pecah raga*

Ling membelah dirinya menjadi lima orang kembar dan langsung melesat menyerang Raja Iblis Merah.

“*Heaa”.

*Jurus Pedang Tujuh Naga*

(*Taang)

Pedang Raja Iblis Merah beradu dengan pedang tujuh naga. Dan akhirnya pedang Raja Iblis Merah patah menjadi dua bagian.

*Pukulan Iblis Merah*

“Hiyaat”.

(*Jedeer)

Ling loncat tinggi ke udara dan memutar tubuhnya. Lalu menyabetkan pedangnya ke leher Raja Iblis Merah. *Seet! Bruuk! Tubuh Raja Iblis pun roboh ketanah dan kepalanya putus dari badannya. Terkena sabetan pedang tujuh naga. Tak lama kemudian kepala Raja Iblis Merah kembali menyatu pada badannya.

“*Huahaha, kau terkejut pendekar cantik” ucap Raja Iblis Merah.

Seketika Raja Iblis Merah langsung menghilang dan sudah berada di belakang tubuh Ling.

*Cakar Maut Iblis Merah*

“*Hiyaat”

Raja Iblis Merah membenamkan cakarnya di balik punggung Ling. Ling pun roboh pedang tujuh naga terlepas dari tangannya. Dengan sigap Raja Iblis Merah mengambil pedang tujuh naga.

“*Huahaha, pedang tujuh naga akhirnya dalam genggamanku” ucap Raja Iblis Merah dengan nada tawa kemenangan.
“Ling bangkitlah, cepat kau basmi Iblis Merah itu, kau penggal kepalanya jangan sampai menyentuh tanah” bisik Nenek Racun Kobra di kejauhan.
“*Ough”.
“Menebas kepalanya jangan sampai menyentuh tanah, sepertinya aku mengenal suara itu? Oh iya, nenek Racun Kobra” ucap Ling dalam keadaan tengkurap di tanah.

“Mantra menyusun daya
Daya mantraku
Mengunci semua daya
Daya mantraku
Pengendali pedang
Tujuh naga air terjun”

Ketika Raja Iblis Merah sedang mengamati pedang tujuh naga di tangannya.Tiba-tiba pedang tujuh naga bergetar dengan keras dan terlepas dari tangan Raja Iblis Merah, lalu terbang melesat pindah kedalam genggaman tangan Ling. Ling pun bangkit, tubuhnya memancarkan sinar tujuh warna yang sangat terang.

*Jurus Pedang Naga Tujuh*

Ling terbang melesat dan menyerang Raja Iblis Merah lalu pedang tujuh naga mengeluarkan sinar cahaya yang sangat menyilaukan. Raja Iblis Merah sudah siap menunggu serangan yang akan di berikan oleh Ling.Tetapi Raja Iblis Merah di buat kebingungan oleh Ling, saat sudah saling berdekatan Ling memecah tubuhnya menjadi lima orang. Dengan cepat ling menebas kepala Iblis Merah untuk kedua kalinya. (*Sreet). Lalu kepala Iblis Merah di ikat di atas pohon oleh Ling dan bersiap untuk menghanguskannya.

“Aku tak akan mati pendekar bodoh, *huahaha” ucap Raja Iblis Merah merasa paling sakti.
“Hanya tinggal kepala saja kau masih sombong, kau rasakan ini” ucap Ling tanpa belas kasih.

*Jurus Naga Terbang Menghantam Guntur*

(*Jlegar)

Kepala Raja Iblis hangus dan menjadi abu. Tinggal potongan tubuh saja yang tergeletak di tanah. Lalu Ling menendang tubuh Raja Iblis Merah.

*Tendangan Naga Terbang Menghantam Guntur*

(*Jedeer)

Tubuh Raja Iblis pun hangus terbakar dan tak tersisa lagi. Setelah itu Ling segera menyarungkan kembali pedang tujuh naga di punggungnya. Dan bergegas meninggalkan hutan mencari pemukiman desa. Tamat.