Balik lagi sahabat KCH. kali ini critanya sdikit garing ni, langsung saja. Waktu aku kecil sering di takuti sama penunggu rumah tua yang ada di hutan. Rumah tua itu memang terkenal dengan keangkerannya, setelah puluhan tahun rumah itu tak ada penghuninya, dan sampai saat ini gak tahu siapa pemiliknya.

Aku dan kawan-kawanpun mulai mencari kebenaran tentang rumah itu, awalnya aku sangat takut, “maklumin saja, hehe” tapi teman aku yang sangat super kepo itu nantangin buat masuk ke rumah tua itu. Panggil saja (fadli, widi, adit) kami berempat pun memulai menjelajahi pekarangan rumah, tepat pukul 22:00 WIB. Ya kami memang suka main begituan, saat di pekarangan itu widi sudah ngerasain hal yang aneh, seperti bunyi lolongan binatang buas yang sangat halus tapi jelas terdengar, kami menghiraukan perasaan bimbang itu. Lanjut untuk mencari jalan masuk ke rumah tersebut, tak lama kemudian fadli berlarian mendekat dengan nafas yang sesak.

“Kenapa?” tanya kami.
“Gila kalian main tinggalin saja, di hutan gini main tinggal”.
Kami ketawa sambil bilang “lu yang gila, dari tadi kan lu sama widi”.

Widi pun ngerasa takut saat fadli yang berada di sebelahnya sekarang bilang kayak gitu, perasaan kami pun kacau saat ada angin yang tiba-tiba berhembus kencang dan di iringi teriakan yang gak jelas asalnya. Tanpa basa basi kami berhamburan lari secepat-cepatnya. Kami terpencar, aku bareng fadli, dan widi sama adit entah dimana. Aku langsung bergegas lari ke tempat parkir motor, karena aku yakin mereka lari kesitu juga.

Tapi keyakinan itu salah, ternyata mereka tak ada di sana, aku dan fadli pun panik. Kami segera memanggil pemuda yang ada di dekat lokasi itu, dengan membawa lampu lentera. Aku dan pemuda itu mencari widi dan adit, setelah beberapa lama kemudian sekitar pukul 00:30 WIB, Kami menemukan widi yang tergeletak di bawah pohon Beringin yang besar dan adit di rerumputan tinggi yang ada di halaman rumah tersebut. Kami langsung mengangkat widi dan adit ke pos pemuda itu, pemuda disitu memarahiku.

“Kenapa kalian ber-3 main disitu tengah malam?”.
“Aku bingung, ber-3 gimana maksudnya, bukannya kami ber-4” cakapku.

Pemuda itu langsung terdiam saat mendengar jawabanku, mereka langsung mematikan lampu di pos itu dan menyalakan lilin, serentak mereka berbicara dengan keras.

“Nek! Kembalikanlah cucumu!” 3 kali pemuda itu mengucapkan kalimat tersebut.

Setelah selesai lampu pun di hidupkan. Anehnya widi dan adit langsung terbangun, dengan segelas air putih yang diberi oleh seorang pemuda itu kami di suruh meminumnya dengan membagi 3, dan pemuda itu langsung bilang “setelah ini kalian langsung pulang”.

Dan tiba-tiba aku ber-3 langsung kaget dengan penglihatan kami. Aku, widi dan adit berada di sebuah kuburan yang ada di hutan itu, pos dan pemuda yang menolong kami tadi tak ada lagi “kemana mereka tadi?” tanyaku, tapi perkataannya tetap teringat, kami langsung pulang. Saat kami berada di tempat dimana kami sering nongkrong. Fadli dan anak-anak yang lain lagi ngumpul main gitar disitu, dan mereka bertanya.

loading...

“Gimana bro asyik jadi pengejar hantu, hahaha” kata ejekan itu lagi yang di sampaikan.

Saat kami menceritakan semuanya mereka terdiam, dan fadli pun berada disitu dari tadi, dan tak ikut dengan kami, “jadi siapa yang ikut itu?” tanyaku, aku dan anak-anak yang lain heran. Tragedi kali ini begitu membingungkan, dan ternyata rumah tua itu benar-benar angker, dan misterinya tak pernah terpecahkan.

Sekian, semoga sahabat KCH bisa terhibur dengan cerita ini, bila kesalahan dalam kata-kata saya Alexa vicry minta maaf, tolong kritikan dan sarannya agar bisa buat saya lebih teliti lagi.

Whatsapp: 0822 8864 7504