Tangga Sekolah - 459 Views

Sebelum masuk ke cerita dengan judul Tangga Sekolah, kamu sudah baca tulisanku sebelumnya? Kalau belum, yuk baca dulu Selfie dengan Kuntilanak dan Perjalanan 2 Hari 2 Malam. Kali ini terjadi saat aku masih duduk di bangku sekolah. Kebetulan aku sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Pontianak. Aku lupa tahun berapa kejadian ini terjadi, mungkin sekitar tahun 2011/2012. Bisa dikatakan bahwa aku anak yang cukup aktif dalam berorganisasi dan mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan setiap organisasi saat itu. Kemah merupakan satu hal yang sudah biasa untukku.

Malam itu, kami mengadakan kemah di sekolah. Saat itu sekolah kami tidak sebagus saat ini. Kami tidak mempunyai halaman untuk olahraga ataupun upacara. Setiap upacara kami menggunakan jalan sekolah dan halaman kecil (kira-kira 5×10 meter) yang berada di tengah-tengah kantor guru dan kantin sekolah. Sedangkan saat olahraga, kami menggunakan jalan yang biasa digunakan untuk berlalu lalang.

Kebetulan sekolahku adalah sekolah terpadu. Di mana ada SMP, SMA, gedung serba guna dan sekolah kami berada di belakang. Sehingga jalan yang kami gunakan untuk upacara dan olahraga tidak begitu ramai. Sebenarnya kami mempunyai halaman yang cukup besar namun penuh akan semak belukar, beling dan kawanan ular. Karena panitia tidak mau mengambil resiko yang cukup besar, kami tidur di salah satu ruang kelas.

Setelah acara api unggun, salah satu temanku memintaku untuk menemaninya ke kamar kecil. Lokasi kami berkumpul dan toilet cukup jauh dan sepanjang lorong sekolah kami bisa dikategorikan cukup gelap sehingga kami memerlukan senter. Seperti biasa, aku tidak terlalu memerlukan cahaya untuk melihat apa yang ada di depanku namun aku memerlukan ekstra cahaya.

Sepanjang lorong kami bercanda tanpa ada sesuatu aneh terjadi. Setelah selesai, kami langsung kembali ke acara api unggun karena akan ada pentas seni. Saat perjalanan pulang, aku mulai merasa ada yang aneh. Aku selalu tertarik untuk melihat ke arah tangga yang lokasinya berada di tengah bangunan sekolah. Teng.

“Apakah itu?” bisik hatiku.
“Ah paling salah lihat” otakku ikut mengambil suara.

Aku pun mundur perlahan ke arah tangga.

loading...

“Ada apa, dik?” tanya temanku
“Enggak, penasaran saja” jawabku santai agar tidak membuat temanku takut.
“Memang ada apa disitu?”.
“Ada orang berdiri tadi disitu pakai baju putih kayak pocong. Kayaknya dia mau turun tapi nggak jadi, gara-gara aku lihat dia naik lagi” jawab hatiku dengan menggebu-gebu dan sedikit rasa takut.

“Dih dibilang nggak ada apa-apa juga. Ya sudah yuk, nanti kita nggak lihat tim kita pentas”, jawabku dengan tenang menutupi ketakutan yang luar biasa karena aku mulai merasa ada banyak mata yang melihat dan mengikuti kami. Aku tidak menceritakan kepada siapapun apa yang aku alami malam itu.

Singkat cerita, malam itu berjalan dengan amat menyenangkan. Beberapa bulan kemudian, aku bertemu dengan seseorang yang bisa dikategorikan mempunyai indra keenam. Aku bercerita apa yang pernah aku alami saat di sekolah waktu itu. Lalu, jawaban beliau membuatku cukup kaget. Aku bukan anak yang mudah percaya akan sesuatu sebelum hal tersebut terbukti kebenarannya.

“Bu, saya pernah mengalami kejadian aneh di sekolah saat kemah” aku yang mulai membuka pembicaraan.
“Kejadian aneh apa?” tanya beliau penasaran.
“Iya aneh, jadi” aku bercerita panjang lebar sambil menggambarkan apa yang terjadi di otakku. Menggambarkan semua hal yang ada di lokasi.
“Oh, yang kamu lihat nggak salah kok. Sekolah kamu kan dulunya kuburan” jawab sang ibu dengan tenang.
“Hah? Kuburan?” aku mulai penasaran kebenarannya.

Keesokan harinya, aku menanyakan hal tersebut kepada temanku yang tinggal tak jauh dari sekolah.

“Eh, memang benar ya sekolah kita dulu kuburan?” tanyaku penuh penasaran dan tanpa basa-basi ke salah satu temanku
“Iya, dulu banget. Lah kamu nggak tahu?” celetuk temanku.
” Ya enggak lah, kan rumahku bukan di dearah sini. Mana aku pernah tahu daerah sini kalau nggak sekolah di sini” jawabku panjang lebar.

Sejak saat itu aku sering merasakan ada yang memperhatikanku di sekolah namun tak ada orang. Aku hanya merasakan jika aku membelakangi mereka. Thank you for reading my story, you can find me on LINE. Let me know when you like my stories.

My id – “kaaartikaaa”.