Tragedi Mengerikan Bagian 2 (Tanda Kutukan) - 644 Views

Kelanjutan dari tragedi mengerikan, semoga sahabat KCH bisa sedikit terhibur. Jangan lupa sarannya agar saya bisa lebih teliti lagi. Aku menginjak dulu batu itu, agar tidak panas lagi. Saat aku mengambil dan menggenggam batu itu, sang Kakek dan puluhan Babi itu hilang termaksud babi yang besar itu.

loading...

Ledakan petir sangat keras terdengar. Tiba-tiba aku terbangun, aku heran, saat terbangun aku melihat kerumunan warga menatap ke arahku. Saat aku hendak bangkit, tangan kanan ku merasa menggenggam sesuatu, tapi aku takut memperlihatkannya dan langsung aku masukan ke dalam kantong celana.

“Ada apa?” tanyaku dengan rasa bingung.
“Alhamdulillah, kamu gak apa-apa?” jawab dari salah satu warga.
“Aku gak kenapa-napa, memangnya apa yang terjadi?”semakin bingung, dan badanku terasa sangat sakit.

Mereka hanya terdiam, dan membantuku berdiri dan membimbingku berjalan ke sebuah rumah warga terdekat. Semua badanku begitu sakit,Kepala ku sangat pusing, dan perutku merasa mual. Sesampainya di dalam ruangan rumah warga itu, aku di hampiri oleh seorang nenek yang sudah sangat tua. Ia membawa satu daun yang begitu lebar dan segelas air, ia membaca doa dan membasahi daun tersebut, lalu meletakan daun itu ke keningku, dan menyuruh meminum sisa air tersebut. Badanku merasa dingin, dan perlahan rasa pusing dan mual mulai menghilang. Aku merasa sangat bingung, apa yang telah terjadi, mengapa semua orang begitu baik. Tak lama kemudian mamaku datang, dan memegang tanganku.

“Gimana keadaan mu nak?” dengan tatapan sedih dan mata berkaca-kaca.
“Aku gak apa-apa Ma” jawabku dengan heran.

Lalu ada seorang pemuda yang menyruhku buka baju. Pemuda itu adalah tukang pijat profesional di desa kami. Aku di pijat dengan sangat keras, badanku teras sakit saat tangannya mulai memijatku. Serasa semua sendi-sendiku mulai copot terkena pijatannya. Namun aku hanya pasrah, karena badanku terasa sakit semua. Setelah itu Mamaku membawaku pulang, aku di bantu kursi roda. Dan saat dekat dari rumah, aku mendengar teriakan. Suara itu tak asing lagi di telingaku. Lagi-lagi Chindy. Wanita Yang paling Kepo se-desa.

“Kenapa kamu? Kok bisa di atas kursi roda?” wajah lugu yang ngesalin itu selalu bikin emosi.
“Plis ndy! Jangan bikin aku kesal kali ini” dengan pasrahnya aku menjawab.

Kali ini dia pun bisa tenang, dan membantuku untuk mengambilkan air. Setelah sampai di rumah aku langsung tertidur lelap. Aku terbangun saat ada getaran di kantong celanaku, sontak aku langsung duduk dan melihat benda apa yang aku genggam tadi. Aku sangat kaget, batu pemberian sang Kakek tua yang mengerikan itu ternyata nyata. Aku kebingungan karena sudah pukul 23:35 WIB. Saat aku melihat ke arah batu itu ada sosok gambar di dalam batu tersebut, ya gambarnya itu seperti binatang yang tak jelas rupanya.

Aku bingung, binatang apa ini? Pertanyaan itu menimbulkan suasana panas. Saat tengah malam di desa kami suasananya sangat dingin. Tapi malam itu sangat panas, aku melepas baju, dan lagi-lagi aku kaget dengan memar di bahuku, berwana merah, seperti binatang yang tertunduk. Ya, tepatnyaa seperti babi besar yang tunduk di hadapan kakek tua yang mengerikan itu.

Saat aku memperhatikan batu dan tanda yang baru aku miliki itu, ternyata ada persamaan di bagian kepalanya. Apa maksudnya? Lagi-lagi pertanyaan konyol terlintas di pikiran. Siapa kakek tua itu, mengapa memberiku benda ini, dan apa tanda dari bekas memar di bahuku ini. Aku berpikir sambil memegang bekas memar tersebut. Dan cahaya yang sangat terang dari arah jendela kamar membuatku kaget setengah mati, cahaya yang sangat terang itu berisyarat, dan seperti mengeluarkan bisikan halus.

“Kau lah penerus yang hilang dari kami”.

Suara semar-samar serak itu melintasi telingaku berkali-kali. Apa salahku? Larangan itukah? Aku tidak sengaja? Dengan perasaan takut aku memberanikan diri berbicara kepada suara yang tak jelas wujudnya itu.

“Tidak! Ini tentang kami”.

Seperti tadi, terlintas di telingaku berkali-kali. Namun perlahan suara itu mengecil dan tak terdengar lagi, dan cahaya yang tadi sangat terang itupun mulai meredup dan menghilang. Bersambung tragedi mengerikan bagian 3. Kritikan dan sarannya.

Whatsapp: 0822 8864 7504