Tragedi Mengerikan Bagian 5 (Akibat Berteman Dengan Jin) - 512 Views

Hay sahabat KCH, ini kelanjutan dari tragedi mengerikan bagian 4. Aku berjalan ke arah kelas, tapi ada sosok berjubah hitam berdiri di ujung lorong kelasku. Aku langsung mengejarnya, entah kenapa aku merasa ingin mendekati, hingga aku berada di belakang sosok itu.

“Apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu tenang?”.

Suara yang serak-serak itu membuatku kaget. Namun ia tak memperlihatkan wajahnya.

“Kenapa kau disini? Jangan ganggu aku disini, aku gak mau ada yang melihatmu” dengan nada kesel, aku mencoba melarangnya.

Dan seketika sosok itu menghilang. Seketika itu pun aku di kejutkan dengan suara yang memanggil namaku dari kejauhan.

“Lex, Lagi apa disini?” Nadia menanyakan dengan heran dan mendekat.
“Oh kamu. Gak apa-apa” aku menghiraukan dan langsung berjalan meninggalkannya.
“Kamu kenapa? Aku ada salah ya?” teriakannya begitu kesal.

Namun aku menghiraukan dan melanjutkan berjalan ke kelas. Sesampainya di kelas aku masih memikirkan cowok yang dekat dengan Nadia tadi pagi. Aku tak konsen dengan mata pelajaranku, hingga guru memarahi dan menyuruhku keluar kelas karena tak menghiraukan pelajaran. Dengan santainya aku langsung keluar tanpa memikirkan guru dan murid-murid lain yang menatapku. Saat berada di belakang sekolah tiba-tiba ada sosok berjubah hitam itu di sampingku.

“Apa yang kamu lakukan di sekolahku?” dengan santainya aku bertanya, karena aku sudah terbiasa di kejutkan dengan sosoknya.
“Kamu gak takut lagi ya? Baguslah. Ada yang harus aku beritahu tentang batu itu” sosok itu menjawab dengan suara khas serak-seraknya.
“Oh iya, aku hampir lupa tentang batu itu” tetap tenang menjawab tanpa melihat sosok makhluk itu.
“Sekarang apakah kau sanggup melihatku” pertanyaan dengan suara menyeramkan.
“Oke. Tapi wajahmu jangan terlalu di jelek-jelekin ya, seperti biasa saja” jantungku berdetak lebih kencang kali ini.

Saat yang paling aku benci pun terjadi, dimana aku melihat sosok jin yang selalu mengikutiku kemana pun, tepat di hadapanku dengan jelas, dan di saat aku menoleh, aku sangat kaget dan sedikit lebih kesal.

“Oh jadi lu yang dekatin nadia, jin macam apaan lu, sudah tahu gw suka sama dia” aku Langsung marah dengan jin itu.
“Saya gak tahu Nadia bisa lihat saya” jin itu dengan tenang menjawab pertanyaanku.

Tiba-tiba ada kabut yang sangat tebal dan membawa saya kedalam hutan yang lebat di penuhi dengan babi dan sosok tinggi besar memiliki bulu lebat, dengan mata yang merah yang menatap tajam ke arahku. Saat itu aku hanya terdiam dan gemetar ketakutan. Seekor babi besar yang pernah aku lihat itu sekarang berubah jadi babi hitam besar di bagian wajahnya terdapat luka sobekan dan darahnya masih menetes.

Dari sisi lain aku juga melihat seorang manusia yang tergantung mengerikan. Badannya berlumuran darah, kakinya sudah hampir putus itu masih bergerak. Aku sangat mual dengan apa yang terjadi. Lelaki yang sudah separuh tak bernyawa itu masih menggerakan badannya yang sudah tertancap di bambu runcing, semua darah mengalir ke arahku. Aku semakin takut dan tak lagi mampu mengendalikan, aku langsung pingsan di lumpur yang ada di hutan itu.

loading...

Saat aku terbangun suasananya sangat gelap, seperti ruangan kosong. Namun ada sedikit cahaya, aku langsung berlari mendekati cahaya itu. Dan aku terbangun lagi di ruangan UKS sekolah. Nafasku sesak di iringi detak jantung yang sangat cepat.

“Gimana rasanya? Jangan bermain lagi dengan hantu” suara kesal Nadia yang mencoba memperingatkanku.
“A, aku gak tahu Nad, tadinya dia baik” dengan rasa takut dan trauma yang sangat dalam aku menjawabnya.
“Huft, ya sudah sekarang nih minum air putih” sambil tersenyum ia memberikanku segelas air.
“Maafin aku ya Nad, tadi aku cemburu lihat kamu dekat sama cowok” dengan santainya aku menjawab.
“Apa? Cemburu?” Nadia pun kaget, dan aku pun juga kaget.
“Eh salah nad, tadi itu aku jatuh terus cemberut gitu” aku mencoba mengalihkan pembicaraan, malu banget sebenarnya.
“Hehe. Ada-ada saja kamu” sambil ketawa kecil Nadia memegang tanganku dan tersenyum.

Sejak saat itu aku gak mau lagi berteman dengan bangsa jin. Dan sosok yang berjubah itu sering kali datang, namun aku tak menghiraukannya lagi atau berpura-pura tak melihatnya. Bersambung. Thanks for Waiting. Tolong bantu Kritikannya teman-teman.

Whatsapp: 0822 8864 7504