Tragedi Mengerikan - 493 Views

Hay sahabat KCH, saya ada sedikit cerita. Nikmati dan rasakan sensasi membacanya. Slow saja kali ini bakalan banyak bagiannya. Next story. Ada sebuah larangan yang membuat warga desa tak pernah melanggarnya. Ya, larangan itu sangat kental dengan mistis dan telah terjadi begitu banyak hal-hal gaib yang meresahkan. Gangguan itu sering kali terjadi saat pergantian musim, dan hal itu pernah menelan korban.

Pada saat itu aku tak sengaja melanggar larangan itu, dan tiba-tiba hal yang mengerikan terjadi. Saat siang hari, awan hitam menyelimuti desa, hujan lebat di iringi petir yang menyambar di sawah-sawah warga. Aku mulai panik dengan apa yang telah aku lakukan. Apakah pertanda ini nyata? Atau apa akulah yang akan jadi korban selanjutnya? Semuanya terasa sangat menakutkan, aku tak sanggup menahan ketakutan itu, hingga aku menceritakan kepada nenek.

Tapi saat itu semua orang di rumah sedang melakukan hal yang aneh menurutku, bau kemenyan (itu bahasa kampungkung) yang begitu menyengat di dalam ruangan. Separah inikah? Pertanyaan yang terlontar di dalam hatiku. Tiba-tiba suara ledakan sangat keras di belakang rumahku terdengar. Tapi anehnya semua keluarga di rumah tak ada yang mendengar. Aku berlari kebelakang untuk melihat apa yang terjadi.

Dan aku menyaksikan petir yang menyambar di tengah sawah yang terletak di belakang rumahku. Anehnya lagi aku melihat sosok kakek berjubah hitam dengan topi sawah, memegang tongkat dari bambu, aku melihatnya jelas tapi wajahnya tertutup dengan rambut gimbal yang panjang itu. Saat aku hendak masuk, tiba-tiba sosok itu memutar badan mengarah ke bukit yang tak jauh dari rumahku.

Saat aku perhatikan ada yang aneh dengan kakek tersebut, telapak kakinya terbalik, ya aku langsung kaget, dan saat aku hendak berteriak tiba-tiba ada seekor babi besar yang berlari menuju kakek itu, aku berpikir babi itu menyerang sang kakek. Tapi dugaanku salah. Babi hitam yang bertanduk runcing, memiliki cincin putih perak di kaki depan bagian kanan, berhenti di hadapan sang kakek. Seperti merundukan kepalanya dan puluhan babi-babi kecil datang di belakangnya melakukan hal yang sama,

Siapa kakek itu? Pertanyaan itu mendadak melekat di pikiranku. Setelah sekian menit aku memperhatikan kejadian langka itu. Sang kakek menoleh ke arahku, mata yang merah, dengan tatapan tajam, wajah berkerut, dengan goresan bekas luka itu membuatku takut. Sang kakek itu melemparkan sebuah batu yang berwana coklat sebesar biji rambutan ke arahku.

Yang anehnya lagi, lemparan itu sangat pas sampai di bawah kakiku. Padahal jarak aku dan sang kakek itu lumayan jauh. Saat aku mengambil batu tersebut, batu itu sangat panas, ya seperti memegang bara api, aku langsung kesakitan, tapi saat kakek itu sedikit memiringkan kepalanya. Tiba-tiba rasa sakit itu hilang dengan sekejap,

Bersambung tragedi mengerikan bagian 2 (tanda kutukan), tungguin lanjutannya, bakalan banyak tema dalam satu cerita. Kritikan dan sarannya boleh langsung chat via whatsapp, thank’s for waiting.

Whatsapp: 0822 8864 7504

loading...