Mitos Cuci Genteng - 112 Views

Pada minggu sore setelah shalat ashar aku bermaksud untuk pergi berkunjung ke rumah teman. Di bawah langit yang sedikit mendung dan karena rumah teman aku tidak terlalu jauh jadi aku hanya berjalan kaki. Tapi di tengah perjalanan tiba-tiba saja ada yang memanggilku. Dan terlihat ada mang udin sama mang aceng lagi jadi tukang sedang mengerjakan bangun rumah. Sebenarnya percakapannya memakai bahasa sunda jadi langsung aku terjemahankan.

loading...

Mang Udin: ting, mau kemana? (“*kucuprakh, kucuprakh” sambil nyuci genteng).
Aku: mau main mang, ke rumahnya neng siti.

Karena penasaran dengan apa yang sedang di lakukan oleh mereka berdua akhirnya aku memutuskan untuk mampir dulu.

Aku: supaya apa itu mang, kok gentengnya pada di cuci?
Mang Udin: ini genteng ngambilnya dari rumah yang di sana ting, yang dekat kebun lengkeng.
Aku: oh rumah kosong itu yang konon katanya ada hantu pocong sama hantu kuntilanak ya mang?
Mang Udin: iya ting, ini yang bangun rumah lagi ngirit biaya jadi ngambil gentengnya dari rumahnya yang angker itu, makanya ini gentengnya sengaja di cuci dulu, supaya makhluk yang seperti itu tidak ngikutin.

Tiba-tiba “*tulit, tulit, tulit, tulit” ponselku berbunyi, seketika aku langsung menjawab panggilan telepon tersebut.

Aku: assalamualaikum.
Siti: waalaikum salam, kamu dimana ting jadi ke rumahku gak?
Aku: jadi siti, ini bentar lagi sampai.
Siti: cepat ya, soalnya aku mau jalan sama pacarku.
Aku: oke.

“*Nut, nut, nut” teleponnya berakhir. Setelah itu aku langsung berpamitan sama mang udin dan mang aceng untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah neng siti. Jadi mitos mencuci gentengnya terlebih dahulu itu di lakukan bila kita mengambil genteng dari rumah yang sudah lama di kosongkan supaya makhluk atau hantu yang menghuni rumah kosong tersebut tidak ngikutin.