Dari Masa Lalu - 504 Views

Di tahun 1998 di Welahan, Jepara, seorang gadis cantik menuju sekolah dengan menggunakan sepedanya berwarna pinknya, sebut saja gadis itu Lita, murid pintar yang menggunakan alat musik biola. Sesampainya di sekolah Lita memarkirkan sepedanya, dan berjalan menuju ke kelasnya menaruh tasnya. Tak sempat duduk di kursinya Lita berjalan lagi keluar kelas menuju kelas musik, untuk memainkan alat biola sebelum pelajaran di mulai, Lita selalu memainkan musik biola karena bisa menenangkan pikirannya.

Tak lama Lita memainkan biola, bel pun berbunyi, Lita menaruh kembali biola dan berjalan terburu-buru hingga kakinya menyandung rak buku. Lita mengambil buku-buku yang terjatuh dan merapikannya kembali, terlihat kotak kecil, Lita penasaran dan mengambilnya. Lita membuka kotak kecil tersebut. Terlihat secarik kertas bertulisan lirik lagu biola, Lita pun menaruhnya di saku seragamnya dan bergegas ke kelasnya.

Kring, kring, kring, bel pun berbunyi, tandanya jam pulang sekolah. Saat jam pulang sekolah, Lita merapikan buku-bukunya dan menaruh di tasnya. Lita penasaran dengan lirik biola yang ia temukan di ruang musik tadi, Lita melangkahkan kakinya menuju ruang musik dan mengambil biola tersebut, sambil menaruh kertas lirik biola di paha untuk belajar memainkannya.

Saat selesai memainkan lirik biola tersebut, Lita terkejut melihat ruang musik terasa sangat berbeda dengan sebelumnya. Cat tembok yang dulu warna cokelat sekarang berubah warna biru muda, Lita mengambil tasnya dan berjalan keluar kelas musik. Lita merasa bingung semua terasa sangat berbeda, terlihat seluruh kelas telah berubah, terlulis di papan tulis (Hari jumat tanggal 29/12/2017).

“Apa yang sebenarnya terjadi?” kata Lita yang kebingungan.

Lita berjalan keluar kelas. Berjalan mengelilingi sekolah, Lita merasa sangat bingung dengan apa yang ia rasakan, keseluruhan sekolah telah berubah. Lita merebahkan tubuhnya di taman sekolah, karena lelah Lita pun mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Terlintas di pikiran Lita bahwa kertas lirik biolanya tertinggal di kelas musik.

Lita bergegas menuju ke kelas musik, mengambil nya dan menaruhnya di kantung seragamnya. Terlihat seorang siswa sedang membersihkan alat-alat musik. Lita berjalan perlahan mendekatinya dan memandanginya yang sedang membersihkan alat-alat musik.

“Apaan sih? Lihatin orang seperti itu”.
“Memang tidak boleh?”.
“Boleh tapi, tidak harus di tatap terus”.
“Namamu siapa?” tanya Lita
“Aku Gugun, kamu?” tanya balik Gugun
“Aku Lita, senang berkenalan denganmu” kata Lita tersenyum tipis.

Dret, drett.

“Apa itu yang bergetar?” tanya Lita sambil menunjuk ponsel Gugun yang bergetar.
“Hahaha, kamu ini kuno banget deh ini namanya ponsel” kata Gugun menunjukan ponselnya.
“Ponsel? Bisa apa saja dia?”.
“Bisa dengar musik, radio, berfoto dan bisa menelepon seseorang” kata Gugun panjang lebar.
“Kamu orang mana sampai tidak tahu?” tanya Gugun.
“Aku dari tahun 1998, mana aku tahu kalau itu ponsel”.
“Hahaha, kamu ada-ada saja dari tahun 1998, itu hanya di dunia fantasi saja” kata Gugun tertawa.

Kring, kring, kring, bel sekolah pun berbunyi, tandanya jam pelajaran akan segera di mulai.

“Aku masuk kelas dulu ya” kata Gugun beranjak dari kursi.
“Okey”.

Perut Lita terasa sangat lapar. Lita berjalan menuju ke kantin untuk makan, terlihat di kantin begitu banyak makanan yang berbeda-beda dengan zaman Lita.

“Kenapa kamu dik, tidak masuk kelas?” tanya pemilik kantin.
“Anu bu perut saya lapar, tapi aku tidak punya uang untuk makan” kata Lita memajukan bibir bawahnya.
“Oh iya sudah, kamu duduk sana nanti ibu kasih makanan” kata ibu pemilik kantin.

Lita pun menunggu tak berapa lama kemudian, makanan pun datang terlihat lauk yang sangat enak untuk di makan. Lita memakannya dengan begitu lahap, setelah makan Lita membantu ibu kantin dengan mencuci piring-piring kotor. Setelah semua selesai. Lita berjalan menuju taman, terlihat Gugun sedang duduk sendirian di kursi taman. Lita berjalan menghampirinya.

“Hay” sapa Lita dengan senyuman.
“Hay juga, kamu dari mana?” tanya Gugun sambil memainkan ponselnya.
“Aku dari kantin” kata Lita duduk bersebelahan dengan Gugun.
“Kamu kok, seragamnya berbeda banget?” tanya Gugun.
“Kan aku sudah bilang, aku dari masa lalu di tahun 1998” kata Lita.
“Ada-ada saja deh” kata Gugun masih memainkan ponselnya.
“Eh, kata kamu ponsel bisa berfoto, coba dong foto aku” kata Lita memohon.
“Ngapain sih”.
“Ayolah! Sekali saja aku mau tunjukan sama ibuku” kata Lita memajukan bibir bawahnya.
“Okey deh” kata Gugun beranjak dari kursi.
“Siap ya” kata Gugun mulai mengatur kamera ponselnya.
“Baiklah” kata Lita tersenyum tipis.

Lita berpose duduk sambil tersenyum.

“Sudah nih” kata Gugun menunjukan fotonya.
“Wah bagus sekali! Tapi bagaimana caranya aku ambil gambarnya?”.
“Sini ikut aku” kata Gugun memegang tangan Lita.

loading...

Gugun mengajak Lita menuju ruang fotocopy. Lita melihat Gugun mencolokan ponselnya di komputer dan terlihat foto Lita di layar komputer. Lita terkagum-kagum dengan dunia masa depan begitu canggih

“Nih sudah jadi fotomu” kata Gugun memberikan foto Lita yang sudah di print.
“Wah terima kasih ya, bagus sekali” kata Lita menaruhnya di saku seragamnya.
“Aku mau pulang, sudah sore bye sampai ketemu besok pagi ya” kata Gugun berjalan meninggalkan Lita.
“Iya gun, sampai besok ya” kata Lita senyum-senyum sendiri.

Lita terseyum senyum sendiri, melihat fotonya yang cantik dan manis. Lita berjalan ke kelas musik mencoba memainkan biolanya dengan lirik biola yang ia dapatkan, Lita mengambil biola menaruh lirik lagu di pahanya. Mulai memainkan biolanya, selesai memainkan biolanya Lita melihat semuanya telah berubah menjadi semula. Lita tersenyum senang bisa kembali ke rumah, Lita pun mengambil tasnya dan pulang ke rumah karena hari telah menjelang sore. Ibu Lita sedang menyapu halaman rumahnya, terlihat putri sematang wayangnya itu. berjalan ke rumah dengan wajah tersenyum-senyum sendiri.

“Kamu kenapa Lita, senyum-senyum sendiri” tanya Ibu Lita yang sedang menyapu.
“Ini bu, lihat deh bu!” seru Lita menunjukan fotonya.
“Kamu tadi ke tempat foto?” tanya ibu Lita
“Tidak bu, tadi aku ke masa depan bertemu dengan seseorang” kata Lita
“Hahaha, kamu ada-ada saja Lita” kata Ibu Lita tertawa.
“Ih, ibu di bilangin tidak percaya” kata Lita cemberut.
“Iya, iya, sudah sana masuk mandi” suruh ibu Lita.
“Baik bu” kata Lita berjalan masuk rumah.

Setelah mandi dan berpakaian. Lita menuju dapur untuk masak dengan ibunya setelah semua siap, Lita makan bersama dengan ibunya. Lita menceritakan kejadian sehari tadi berada di masa depan, tetapi ibu Lita tak mempercayai putrinya itu. Setelah makan Lita menuju kamarnya, mengambil fotonya yang berada di saku seragamnya. Lita mengambil solasi untuk menempelkan fotonya di meja belajarnya, Lita tersenyum tipis melihat fotonya. Bersambung.