Jangan Lupakan Aku Bagian 2 - 202 Views

Sebelumnya jangan lupakan aku. Tetapi Gugun hanya berlari keluar kelas, meninggalkan lita begitu saja, hati lita terasa sedikit kecewa gugun meninggalkan lita begitu saja.

“Lihat diakan saja lari tak menolongmu, kau sungguh bodoh mengorbankan dirimu hanya untuk dia” kata hantu itu.
“Diam kau! Aku percaya sahabatku gugun tak begitu dia mungkin ketakutan” kata lita tegas memukul hantu itu.

Lita pun berkelahi dengan hantu itu, supaya dia tidak mengganggu gugun lagi, lita terkena luka pisau di bagian tangannya akhirnya lita menang dari hantu berwajah rata itu. Lita pun berjalan pergi meninggalkan kelas laboratorium lita duduk di kursi taman meniup-niup lukanya yang terkena pisau hantu tadi.

“Apa gugun baik-baik saja?” gumam lita.

Bell pun berbunyi tandanya jam pelajaran selesai, lita melihat murid-murid berhamburan keluar kelas lita celingak-celinguk mencari gugun di setiap kelas, terlihat gugun merapikan bukunya dan berjalan keluar pintu kelas.

“Hey gun apa kamu baik baik saja?” kata Lita dengan senyum tipis.
“Pergi kamu” ketus gugun.
“Kok kamu gitu sih? Aku tadi menyelamatkanmu kenapa kamu begini sih apa yang sebenarnya terjadi denganmu” kata lita bingung.
“Aku bilang pergi ya pergi” kata gugun tegas.
“Aku ini sahabatmu Lita, gun dari kecil kita bersama-sama” kata Lita memegang tangan gugun.

“Pergi! Dengar ya aku tidak tahu siapa kamu? Ngaku-ngaku sahabatku tetapi kamu hantu dan sejak lihat dan kenal kamu, aku jadi lihat hantu dan hampir di bunuh karena kamu lita, kamu pembawa sial pergi dariku” kata Gugun mendorong Lita hingga terjatuh.
“*Hiks, hiks, hiks” lita hanya memandang diam gugun, air mata membasahi wajah lita.

Gugun melihat luka di tangan lita begitu lebar, sayatan pisau hantu itu, tetapi gugun pergi meninggalkan lita, sesampainya gugun di pintu pagar.

“Gugun! *Hiks, hiks aku sahabatmu *hiks, hiks. Aku akan membuatmu ingat, aku tidak akan menyerah *hiks, hiks” tangis lita tersedu-sedu.

Gugun yang mendengar itu dari pintu pagar merasa iba, tetapi gugun tak ingat dengan dia yang selalu mengaku sahabatnya, Gugun pun pulang. Malamnya Gugun duduk di teras mencoba mengingat-ingat lita itu siapa, sampai-sampai hantu itu mengaku-ngaku sahabatnya gugun terus mencoba mengingatnya tetapi sangat sulit untuk mengingatnya.

“Nak ayo makan malam” kata ibu gugun.
“Iya bu, eh ibu kenal sama lita tidak?” tanya gugun penasaran.
“Ah, Lit-lita ibu tidak kenal Gun, teman baru kamu di kelas ya?” tanya ibu.
“Bukan bu, sudah lah tidak apa-apa kok” kata Gugun sambil mengambil nasi di piringnya.

Setelah makan gugun beranjak dari kursinya, menuju ke kamarnya, lalu menyalakan laptopnya membuka facebooknya yang sudah setahun tidak di buka, gugun sedikit lupa kata sandinya tapi mencoba mengingatnya. Facebook pun terbuka, Gugun melihat-lihat status orang.

“Hay gun baru aktif nih?” kata dwi di facebook.
“Eh dwi kamu tahu facebookku ini ya”.
“Tahu lah kan kita sudah lama kenalan”.
“Eh mau tanya nih, kamu kenal dengan yang namanya lita tidak?” tanya Gugun.
“Lita? Aku tidak kenal denganya gun kenapa?”.

“Kenapa semua tidak kenal ya?”.
“Memang ada apa Gun?”.
“Gak apa-apa kok dwi, aku tidur dulu ya ngantuk nih”.
“Oke *met tidur ya”.
“Oke”.

Gugun membaringkan tubuhnya di kasur melihat langit-langit, tak lama kemudian gugun tertidur. Tiba-tiba gugun berada di jalan raya, terlihat seorang mengendarai sebuah mobil sedang melaju dengan pelan tetapi suara mereka berisik sekali seperti orang sedang bertengkar. Terlihat gadis itu memukul lelaki itu hingga laki-laki itu jengkel dan mempercepat laju mobilnya.

Lampu merah lalu lintas menyala, tetapi mobil itu tetap melaju dengan cepat. Terlihat laki-laki remaja tetapi wajahnya mirip gugun dan di belakangnya ada seorang gadis remaja, tetapi wajahnya tak terlalu jelas. Mereka menyeberang jalan, tiba-tiba mobil tersebut melaju, hendak akan menabrak gugun dan gadis itu berlari langsung memeluk gugun.

*Bruk! Mobil itu menabrak 2 remaja tersebut hingga terguling-guling, mobil itu berhenti sejenak tetapi mereka ketakutan dan lari tak bertanggung jawab, warga yang melihat mengejar mobil itu. Terlihat gugun tak sadarkan diri, gadis remaja itu masih sadar, dan merangkak menghampiri gugun lalu memegang erat tangannya sambil tersenyum. *Kring, kring. Jam pun berbunyi Gugun terbangun dari tidurnya.

“Siapa gadis itu ya di dalam mimpiku?” kata Gugun.

Setelah mandi Gugun menuju ke meja makan dan sarapan setelah sarapan mengambil kotak bekal di dapur dan menaruh nasi dan lauk-pauk untuk bekal di sekolah karena hari ini ada les pulang sore.

“Aku berangkat dulu ya bu” kata Gugun menaruh bekalnya di tas dan berangkat ke sekolah menaiki sepedanya.

Lita duduk di bangku taman sambil meniup-niup lukanya biar bisa kering, tetapi luka sayatan dari hantu kemarin cukuplah dalam yang kemungkinan sembuh dalam waktu 1 minggu. Murid-murid sudah masuk kedalam kelasnya namun Lita tak melihat Gugun dari tadi, terlihat dari jauh Gugun mengendarai sepedanya. Lita langsung menghilang dan menemuinya di tempat parkir sepeda.

loading...

“Hay Gun sudah ingat sesuatu? Maaf tentang kemarin, aku terlalu memaksakanmu untuk mengingatku tetapi biarlah nanti juga kamu ingat sendiri siapa aku ini” kata Lita tersenyum manis di hadapan gugun.
“Ya” jawab ketus gugun meninggalkan lita.
“Eh, dinginnya eh gun, dengar ya aku tidak akan menyerah sampai kau ingat denganku” kata lita memegang tangan gugun.

“Apaan lagi sih lita, bisa pergi gak sih”.
“Aku enggak mau pergi sampai kau ingat aku, waktuku tidak banyak Gun.
“Ah terserah kamu lah, aku masuk kelas nih lepasin gak?” kata gugun melotot ke lita.
“Enggak”.
“Lepasin”.

Semua melirik Gugun seperti orang gila, menarik-narik tangannya sendiri.

“*Hehe latihan drama *bro” kata Gugun malu langsung lari kedalam kelas.
“Aku kan sudah bilang jangan ikutin aku” kata Gugun.
“Aku ini sahabatmu gun” kata lita.
“Sahabat apa”.

“Tanya saja sama orang tuamu dan teman-temanku”.
“Eh dengar ya! Aku sudah tanya orang tuaku dan kau tahu jawabanya katanya tidak kenal kamu sama sekali” kata gugun.
“Tidak mungkin, tidak mungkin, keluargaku dan keluargamu itu berteman baik gun tidak mungkin lupa mereka pasti bohong” kata lita.

“Mana ada keluarga bohong sama aku, dan aku juga tanya Dwi semalam dia juga tidak mengenalmu katanya”.
“Apa?” kata lita memukul meja.
“Jadi terbukti kamu ini bukan siapa-siapaku, kau cuman hantu yang cari teman saja”.
“Bukan gun, kamu percaya sama aku *dong, aku ini sahabatmu ! *Hiks, hiks”.
“Dasar cengeng nangis mulu, nih aku belikan perban buat lukamu tapi bakar sendiri biar kamu pakai” kata gugun memasang headseatnya untuk tidak mendengar kan ocehan lita.

Lita mengela nafasnya menundukan kepalanya dan menghilang, lita berada di atas gedung menangis dan menangis terlihat hantu setengah badan memasuki kelas gugun, Lita yang melihat itu langsung menghilang dan menyerang hantu itu.

“Jangan kau pernah ganggu sahabatku” kata lita memukul hantu itu.
Sebuah pisau melesat mengenai pipi lita, hantu dengan wajah rata membantu hantu setengah badan.
“Apa mau kalian hah?” bentak lita.
“Tenang saja aku tidak akan membunuh sahabatmu itu, kami hanya butuh tubuhnya untuk kami pakai balas dendam”.
“Aku tidak bakal menyerahkan tubuh sahabatku, untuk hantu jelek seperti kalian”.

Selanjutnya jangan lupakan aku bagian 3.