Dikira Karung, Ternyata? - 252 Views

Hallo assalamualaikum untuk semua. Kali ini saya akan menceritakan suatu kejadian dari salah satu penduduk dari desa saya di Tangerang sebut saja si uwa (karena saya biasa memanggil dia begitu). Kejadian ini bermula ketika si uwa dan 2 orang temannya berencana menonton dangdut di kampung sebelah yang tidak jauh dari kampung saya hanya sekitar 2 kampung lah jaraknya, karena saking asiknya si uwa berjoget dan menyawer biduan di tempat dangdut sampai lupa waktu padahal jam sudah menunjukan pukul 12 malam.

Teman si uwa pun mengajak pulang karena sudah larut malam takut ada apa-apa ketika pulang nanti, namun si uwa tidak menghiraukan ajakan temannya tersebut malah melanjutkan jogetnya dan berkata “tanggung rul bentar lagi juga selesai acaranya mumpung biduannya mantap ini *hahaha (sambil tertawa)”. Setelah acara dangdutan selesai mereka pun langsung bergegas pulang menuju rumah, dalam perjalanan pulang mereka melewati rumah yang di kenal angker (seram) oleh kampung saya karena banyak sekali kejadian disitu.

Padahal rumah tersebut berpenghuni tapi karena suasana di depan rumah tersebut ada pohon mangga dan sebuah lapangan kecil tempat bermain anak-anak. Karena si uwa berpikir tidak sendiri berjalan jadi santai saja pikir si uwa, namun ketika di belokan rumah tersebut mereka semua melihat sebuah karung yang tergeletak di jalan setapak yang mereka lalui.

loading...

Lalu karena si uwa orangnya iseng dia menendang karung tersebut dan terpental lah karung tersebut kedepan, namun karena masih berada di depan mereka karung tersebut si uwa menendang kembali karung tersebut. Dan si uwa berpikir padahal saya tadi nendang kencang banget kok jarak karung yang di tendang tidak jauh padahal enteng (ringan), mereka merasa kalau karung tersebut bukan mental (terlempar karena tendangan) namun seperti meloncat.

Si uwa dan temannya berhenti sejenak dan berpikir kok aneh ya itu karung bro kita cek yu, setelah dekat dengan karung tersebut si uwa pun mengangkat karung tersebut dan betapa terkejutnya mereka karena karung tersebut ketika di angkat tinggi sekali dan ternyata itu sosok pocong bukan karung yang masih lengkap dengan kapas di hidung.

Seketika itu mereka semua langsung lari kalang kabut tanpa memperdulikan pocong yang berada di depan mereka, bahkan sampai menggedor-gedor pintu rumah sampai semua orang yang di rumah terbangun semua. Teman si uwa yang satu menginap di rumahnya karena saking takutnya pulang, dan teman yang satunya tidak tahu katanya lari kemana. Ketika di kamar, si uwa berbicara kepada temannnya yang satu.

Uwa: san padahal tadi saat aku lari, itu pocong kan aku tabrak, kok malah tembus ya?
San: ah sudah lah jangan di pikirin, sudah tahu aku lagi ketakutan gini kamu malah ngomong gitu.
Uwa: tapi kan aneh saja san, padahal itu jelas banget.
San: ah sudah lah bodo amat aku mau tidur, merinding aku.

Mereka pun langsung tidur dengan menutupi wajahnya karena takut itu setan ikutin mereka. Keesokan harinya mereka sedang mengobrol kejadian semalam, dan mereka teringat bahwa semalam adalah hari ketujuh meninggalnya suami yang punya rumah angker tersebut. Sekian cerita dari saya mohon maaf bila kurang seram. Wassalamualaikum, wr, wb.

Instagram: miftahkun93

Agen Bola SBOBET