Namanya Parmin, seorang tukang nasi goreng yang biasa keliling di sebuah komplek. Biasanya dia mulai keluar rumah sekitar jam 8 malam sampai pukul 2 pagi. Kebetulan komplek tempat parmin biasa keliling mempunyai satu gang yang cukup seram. Gang itu adalah gang paling ujung, dan tepat di atas gang itu terdapat sebuah kebun kosong yang berisi beberapa makam saudara pemilik lahan.

Gang itu amat sepi di kala malam. Sebenarnya Parmin sedikit ragu untuk melewati gang itu. Tetapi apa boleh buat, dia harus tetap melewatinya demi mencari nafkah. Sekitar pukul 11 malam, Parmin menuju gang itu. Begitu memasuki gang itu, Parmin melihat suasana gang itu amat sepi. Semua rumah sudah menutup pintu, dan jendela. Parmin pun lewat sambil membunyikan penggorengannya sebagai tanda untuk pembelinya.

Ketika Parmin sudah berada di pertengahan gang, Parmin mendengar ada yang memanggil. “Bang. Bang. Bang”. Langkah parmin pun terhenti, dia menyebar pandangannya pada jajaran rumah-rumah untuk melihat rumah mana yang membutuhkannya. Setelah sekitar 5 menit mencari, Parmin tidak melihat ada pintu yang terbuka.

Panggilan itu terdengar kembali “Bang. Bang. Bang”. Parmin heran, siapakah yang memanggilnya. Dengan tidak sengaja Parmin melempar pandangannya ke arah kebun kosong di sebelah kiri gang itu. Betapa kagetnya Parmin melihat seorang wanita berbaju putih, rambutnya panjang terurai, wajahnya pucat pasi, di pipi wanita itu terdapat luka yang masih bernanah, dan di dalamnya terlihat sesuatu bergerak seperti ada banyak belatung yang merayapi luka itu.

Wanita itu sedang duduk di batang pohon besar, wajahnya menatap tajam ke arah Parmin. Seketika itu terdengar suara tawa cekikikan dari wanita itu! Melihat hal itu, Parmin sontak terpelanting karena kaget bercampur takut. Jantungnya serasa lepas dari dadanya. Dengan tenaga yang masih tersisa, Parmin lari pontang-panting meninggalkan gerobaknya.

Keesokan paginya warga terkejut melihat gerobak tak bertuan. Warga tahu bahwa gerobak itu milik Parmin. Parmin sendiri setelah kejadian itu mengalami sakit selama seminggu. Dia juga merasa pundaknya sangat pegal. Setelah di datangkan seorang pemuka agama, akhirnya diketahui bahwa wanita yang di temui Parmin malam itu masih menempel dan mengikuti Parmin. Setelah di gelar doa bersama, akhirnya Parmin sembuh total. Parmin juga berjanji tidak akan pernah melewati gang itu lagi.

loading...