Ingat Janjimu - 1.34k Views

Aku dan Roy adalah teman baik dari kami masih berada di bangku SD dia seorang yang sedikit humoris tapi terkadang dia lebih suka diam dengan orang lain kecuali bersamaku. Setiap aku bersama Roy selalu ada saja yang membuat kami tertawa, semua hal yang kami lihat akan terasa lucu, hal apapun itu dan kami terus saja tertawa bersama sampai pada akhirnya. 25 September 2015 tepat aku pergi ke USA untuk melanjutkan kuliah, sebelum itu aku menemui Roy aku berjanji padanya aku akan kembali untuk tertawa bersama dengannya di suatu hari.

“Ingat lah Roy kau teman terbaik yang aku miliki”.
“Walaupun tampilanku berubah kau akan menjadi temanku bukan?”.

Aku tidak heran Roy bicara seperti karena mungkin dia orang sederhana yang lebih di bawahku. Aku pun berkata “iya” padanya. Kami berpisah dibandara pukul 10:32. Aku sampai di USA pada malam hari dan aku menghubungi Roy saat itu hanya ada suara “Halo” dan tiba-tiba terputus Aku bingung tapi mungkin karena Roy sedang sibuk.

“Ya baiklah mungkin besok saja”.

Aku langsung berbaring dan tidur untuk bersiap siap kuliah besok. Kuliahku berjalan lancar, aku senang dengan teman baruku sampai aku hampir lupa dengan Roy, 3 bulan aku disana aku lupa menghubungi Roy. Akhirnya ku putuskan untuk menemuinya Besok.

Di hari ini aku akan ke bandara untuk pergi bertemu dengan Roy, 5 jam aku di pesawat akhirnya aku sampai di kampung halamanku, tak bertele-tele aku langsung lari ke rumah Roy. “Dap-dap dap” saat di simpang aku melihat Roy, iya itu seperti roy dia berdiri di bawah pohon.

“Hai Roy!” ku sapa dia, namun dia hanya diam lalu menatapku tajam kemudian dia tersenyum.

Sore itu aku berjalan-jalan dengan Roy, dia tidak banyak tertawa tetapi hanya tersenyum. Selesai dari itu kami pun pulang ke rumah. Di rumah aku bingung knapa Roy menjadi begitu? Aku putuskan untuk membawa buah-buahan ke rumahnya malam ini.

“Ah sepertinya cukup”, aku langsung membawa buah ke rumah Roy, sampai di rumahnya aku bertemu dengan ibunya Roy, ibunya sudah sedikit tua dan berkeriput.

“Roy ada di rumah bu?” tanyaku.

Tiba-tiba ibu roy menangis, ibunya berkata.

“Roy, Roy sudah meninggal!”.

Hah?! Aku kaget padahal tadi sore dia baru bermain denganku.

“Dia meninggal 3 bulan lalu karena di penggal oleh perampok saat pulang dari bandara”.

Jangan-jangan dia meninggal sewaktu pulang mengantarku dari bandara? Pantas saja telepon saat itu terputus. Aku dan ibunya Roy menangis, kami mendatangi makamnya Roy. Tertulis di nisannya “meninggal 25 Sep 2015” tepat saat aku pergi ke USA. Kami menangis terus, tapi entah kenapa seperti ada yang mengawasi kami dari balik pohon jati dekat kuburan. Karena takut, aku mengajak ibu roy pulang.

Saat jalan pulang tiba-tiba suasana jalan sepi dan saat itu mati lampu. Lalu aku mendengar suara tawa sama seperti tawa roy! Aku langsung lari ke rumah dengan cepat mendobrak pintu lalu masuk ke kamar. Aku takut roy datang untuk menjemputku. Tiba-tiba jendela kamarku terbuka, aku beranikan diri untuk menutupnya. “Ctak” selesai menutup, aku ingin kembali tidur namun saat membalikan badan, jenazah Roy ada di depanku dengan kepalanya seperti sehabis di potong sebagian, dia memegang pisau. Aku takut, namun aku tak bisa bergerak. Tubuhku seperti di ikat, Roy berkata padaku.

loading...

“Ingat Janjimu” apapun tampilanku kau akan tetap menjadi temanku.
“A-pa maksudmu?”.
“Ikutlah bersamaku dengan tawa kita”.
“A-ku tidak mau”.

Tiba-tiba Roy tertawa dan pisau di tangannya menebas leherku hingga putus dan tepat di malam itu aku meninggal. Asal kalian tahu bahwa mereka berdua mati karena aku. Aku yang merampok Roy saat malam itu! Maka jangan beritahu siapapun! Atau kalian akan tertawa bersama mereka. Thanks sudah views dan ngikuti cerita saya, jika kalian suka di next cerita saya akan buat judul berbahasa Inggris dan jika kalian punya masukan untuk cerita selanjutnya chat sosmed saya ya.

Facebook: Egho Anandha
Whatsapp: 0823 6729 1695