Jangan di Sapa Aku Tahu Siapa Dia - 811 Views

Hallo semua sahabat KCH, pada baik semua kan, sehat segar bugar kan. Dimana pun kalian berada salam santun dari saya ya, tapi sebelum membaca ini, lihat jendela atau pintu ya terkunci atau belum *hehe* eh, iya ini cerita yang saya kasih cerita saya yang ke-3 telat postnya saya maklum faktor kesibukan *hehe* jadi langsung saja ya, tanpa basa basi lagi entar kelamaan ya.

Jadi awal ceritanya begini, waktu itu saya berempat teman saya nongkrong di jembatan. Maklum lah ya masih muda dan masih bandelnya. Waktu itu saya masih ingat walupun kejadiannya sudah lama sekali, pada tahun 2007. Kami ini kan pada asik nongkrong asal muasal kami ini datang dari hutan habis nyari durian, nah tempat pohon durian itu ada di dekat jembatan gak jauh juga, nah di dekat pohon durian itu ada kuburan temanggung, gak tahu deh temanggung siapa.

Di pondok kami ini, kami bercerita yang tidak senonoh setelah lama sekali bercerita timbul hawa hangat. Dingin datang bersamaan lalu kami beralih cerita, bercerita horor saat asik bercerita dalam keadaan penerangan seadanya, sunyi dan kabut kami mendengar samar-samar dari kejauhan terdengar suara rintihan wanita menangis, tapi kami tidak menghiraukan itu sambil kami bercerita pohon durian dekat pondok kami buahnya ada yang jatuh, jadi kami suruh teman kami sebut saja dandy.

Awalnya dia menolak mencari durian yang jatuh, tapi kami memaksa dia untuk mencarinya, ya sudah katanya saya cari, waktu dia mencari, kami cuman lihat dari pondok sambil bercerita. Gak tahunya entah gimana senter si dandy ini hilang gak ada cahanya gak tahu pergi kemana, kami pun mencari terus mencari dan akhirnya ketemu dia berada di belakang pohon durian sambil memegang buah yang tadi dia cari, tapi anehnya dia-nya kayak orang linglung di tanya malah diam, bengong dia.

Sampai dia akhirnya kami bawa ke pondok duriannya dia saya ambil, saya cium matang wangi kan, tapi saya kagetnya kenapa, waktu di belah *sumpah* isinya kosong. Benaran kosong, padahal wangi dan berat buah durian ini, tapi saya diam kan saja, tapi kami heran ini si dandy ini diam mulu, bicara seadanya, jadi dia bicara kami lagi cari duren mbah katanya, sedangkan kami semua muda, jadi saya bingung, saya bukakan mata saya, kagetnya saya minta ampun ternyata di tempat pohon durian itu, banyak sekali mayat bergelimpangan darah dimana-mana yang saya dengar saya lihat banyak yang minta tolong jeritan tangisan semua lengkap.

Saya, dan juga si dandy ini sukmanya di cabut oleh penunggu pohon durian itu bermata satu, tinggi kira-kira orang dewasa berdiri itu sampai lututnya saja, jadi saya bermohon dengan Tuhan berdoa meminta agar sukma dandy ini kembali ke tubuhnya. Dengan mengucap salam saya dengan penunggu disana, kami ingin kembali, setelah dandy sadar kami pun bergegas membenahi barang-barang kami dan pergi.

Setelah lama berjalan, kami sampai di jembatan yang jadi awal cerita ini, sesampainya kami di jembatan, kami istirahat, dan di sungai itu, kalau mata batin banyak sekali buaya dan kalau lebih jauh di lihat jembatan itu adalah gerbangnya dan ada kerajaan gaib di pohon beringin tidak jauh dari pohon durian yang kami jaga, tapi saya enggan membicarakannya dengan kedua teman saya, kami pun duduk di jembatan itu.

Jadi saya memejamkan mata saya, sebelum saya ngerokok saya meminta ijin untuk numpang istirahat dan di perbolehkan pengawal gerbang gaib itu, setelah itu saya ngerokok dan memberi tahu kepada dua teman saya jangan bercakap tidak sopan karena kita di rumah orang saya bilang belum habis rokok saya dari tempat saya duduk, saya mendengar suara rintihan kecil perempuan dari kejauhan, dan si teman saya satunya ini sebut saja rohim, itu gini ngomongnya, coba ada cewek enak kita kata dia kan gitu.

Tidak lama kemudian ada perempuan berambut panjang, baju merah, pakai tas hitam, pada saat itukan malam minggu ya jadi wajar saja, mungkin kata dandy ini cewek di tinggal pacarnya, belum lama dandy ngomong wanita ini berhenti di pinggir jembatan sambil menangis, kata saya jangan di sapa, saya tahu siapa dia, memang benar dugaan saya. Dia lah perempuan yang merintih-rintih seperti di tengah cerita dia terjun dan tertawa seiring dengan gelak tawanya entah apa itu cahaya terang dari jembatan itu menyala, kaget kami bukan main.

Saya paham energi saya dan energi mereka saling bergesekan, saya lihat kebelakang, perempuan itu adalah perempuan baik cantik, tapi kejahatan orang yang membuat dia meninggal dia di perkosa, di bunuh, di buang ke jembatan itu dan arwahnya di pegang oleh buaya yang ada di sungai. Akhirnya saya tidak mampu menahan air mata saya, saya berdoa saja semoga dia tenang dan saya mencari sisa tubuhnya ternyata masih ada di dalam sungai, sampai saya tidak mampu bertahan karena energi negatif yang menyerang saya, itu tidak hanya satu atau dua tapi banyak, sampai saya tidak sadarkan diri lagi.

Sampai disini cerita saya, maaf kalau tidak seseramkan cerita sebelah, karena saya berdasarkan kisah nyata saya sendiri, tapi sebelum saya pamit, saya mau berpesan, jikalau tahu itu rumah orang jangan berbicara kotor, dan menantang, jika di dalam hutan pun sama saling menjaga percakapan dan ingat selalu berdoa dan meminta pertolongan dan perlindungan.

Sampai disini ya cerita saya sahabatku semua, kalau ada kesalahan kata saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada sahabatku semua. Selamat membaca semua semoga terhibur dengan cerita saya. Kalau ada yang di tanyakan silahkan hubungi saya, oke sampai jumpa semua, tunggu cerita yang lainnya. Terima kasih.

Whatsapp: 0815 4591 9253
Facebook: Alfensus Wirian Asse
Instagram: alfensus_wirian_asse (follow instagram saya, nanti saya fallback).

loading...