Rumah Kenangan (Kompilasi) - 823 Views

Hei, saya punya beberapa kisah nyata yang langsung di alami oleh keluarga saya di rumah kenangan kami yang lama. Rumah kami ini di bangun pada tahun 1999 di daerah Bekasi Utara, perbatasan dengan pantai dan tidak jauh dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU).

Pada saat itu, kampung kami masih jarang penduduknya. Depan rumah kami adalah sawah padi yang membentang luas, sebelah kanan rumah kami adalah sebuah lapangan kecil, sebelah kiri dan belakang rumah kami adalah Empang ikan. Langsung saja saya ceritakan beberapa pengalaman keluarga saya.

  • Guling Kakak

Kakak saya terbiasa tinggal sendirian di rumah karena mama sering pergi ke rumah nenek yang ada di Jakarta Utara, dan ayah pergi bekerja di Sudirman. Pada malam itu, kakak tidur bersama sepupu kami. Sepupu kami ingin mencoba tidur dalam keadaan gelap alias lampunya di matikan. Selang beberapa waktu setelah mereka tidur, kakak saya bangun dan mencari gulingnya.

Karena gelap, dan hanya mengandalkan lampu teras luar yang masih menembus ventilasi udara, kakak saya tidak bisa melihat dengan jelas. Akhirnya gulingnya di temukan. Guling Kakak jatuh dari tempat tidur tapi anehnya guling kakak jauh lebih besar dari sebelumnya. Kakak saya tidak mau memperjelas lagi apa yang ia lihat, karena ia bisa merasakan keanehan pada malam itu.

  • Siapa yang Melompat?

Kejadian ini terjadi setiap malam. Saya selalu mendengar suara orang yang melompat di ruang tamu. Awalnya saya ketakutan tapi akhirnya saya mulai terbiasa. Karena, mereka tidak menampakan diri kepada saya. Tetapi mereka menampakan diri kepada mama saya. Suatu malam, mama saya mendengar suara aneh seperti orang yang melompat-lompat, tetapi kali ini lebih keras dari yang sebelumnya.

Mama saya yang tadinya tertidur pulas, akhirnya terbangun dan berusaha menebak-nebak apa yang sedang terjadi di luar kamar. Tak di sangka, ternyata pintu kamarnya perlahan terbuka. Sesosok pocong datang tanpa di duga. Pocong itu memiliki wajah yang hitam legam dan melompat ke arah kasur. Mama saya berusaha untuk membangunkan ayah saya yang masih tertidur di sampingnya.

Tapi naas, mama saya tidak bisa bergerak, maupun mengucapkan sepatah kata. Ia berusaha berdzikir dan beristighfar. Namun parahnya, pocong itu malah semakin mendekati mama saya dan menggeliat-geliatkan tubuhnya. Mama saya berusaha mengucapkan “astaghfirullah”, namun ia hanya berhasil mengucapkan “as……” kemudian pocong itu menghilang tanpa jejak. Untungnya, Hal itu hanya terjadi satu kali saja.

  • Bau Pomade di Depan Pintu Kamar

Lelaki di rumah kami hanya ada dua orang yaitu ayah dan adik saya yang baru lahir. Ayah tidak suka pakai Pomade karena rambutnya tipis. Suatu sore, sekitar pukul 4 sore, ayah saya kerap mencium aroma Pomade. Ayah saya pikir mungkin ini parfum kakak saya yang wanginya mirip dengan wangi Pomade. Saya pun pernah mencium wangi Pomade tapi saya tidak pedulikan. Yang membuat ayah saya merasa hal ini adalah tanda kehadiran jin adalah wangi Pomade ini selalu berada di tempat yang sama tetapi tidak berkelanjutan. Terkadang sore hari, tak lama wanginya hilang. Kemudian wanginya muncul lagi.

  • Siapa yang Mencuci Baju?

Tahun 2004, tetangga nenekku yang tinggal di Jakarta Utara baru saja meninggal dunia. Ia adalah seorang wanita tua yang rajin bangun pagi. Kami sekeluarga melayat ke rumah duka. Pada saat itu adik saya baru berusia 1 tahun. Kami pulang ke rumah di sore harinya. Ayah tidak ikut pulang karena ada rapat internal dengan rekan-rekan kerjanya.

Jadilah kami 4 perempuan dan seorang bayi tinggal di rumah. Pukul 2 pagi, kakak saya hendak buang air kecil tetapi ia merasa aneh karena ia mendengar suara orang yang sedang mencuci baju dengan tangan. Suara itu khas sekali, kakak saya pikir bahwa mama sedang mencuci, tetapi ketika ia menghampiri kamar mama, mama sedang tidur bersama saya dan adik bayi kami.

loading...

Kakak mulai merasa khawatir. Kemudian kakak membangunkan mama. Mama pun mendengar hal yang sama. Anehnya, pintu kamar mandi di kunci dari luar. Mama dan kakak tidak berani membuka pintu kamar mandi. Akhirnya mereka kembali ke kamar dan mengamati kamar mandi dari jauh. Anehnya, suara orang yang mencuci itu berhenti ketika adzan subuh berkumandang dan berganti menjadi suara keran yang di nyalakan.

Kemudian hening dan tidak ada suara aktivitas apapun di dalam kamar mandi setelah adzan subuh selesai. Mama saya bertanya kepada temannya yang indigo, apa yang terjadi di rumahnya pada saat itu adalah jin yang menyerupai almarhumah tetangga kami yang rajin bangun pagi dan selalu mencuci baju di pagi hari.