Sosok Hantu Kepala - 735 Views

Kejadian ini di alami abangku sekitar tahun 1990, ketika itu orang tuaku tinggal di wilayah Sumatera Utara. Pada saat itu penduduk di desa masih menggunakan sungai sebagai sarana mandi dan mencuci. Biasanya abang, ayah, dan ibuku pergi mandi pada pukul 5 sore. Tetapi pada hari itu abangku bermain hingga lupa waktu.

Akhirnya ayah dan ibuku telah lebih dulu pergi ke sungai untuk mandi. Sedangkan abangku ketika adzan magrib baru sampai di rumah. Melihat ayah dan ibuku sudah mandi, abangku bergegas pergi ke sungai untuk mandi. Ketika itu langit sudah beranjak gelap. Keadaan sungai sudah sangat sepi, abangku sedikit merasa takut saat itu. Tetapi dia tidak menghiraukannya, dan abangku pun pergi mandi sendiri.

15 menit kemudian abangku selesai dengan mandinya. Dia melihat langit sudah sepenuhnya gelap. Dia pun bergegas naik dari sungai, kebetulan di salah satu sisi sungai itu terdapat pohon bambu. Ketika abangku sedang berjalan naik, tiba-tiba dia mendengar suara kasak-kusuk yang berasal dari arah hutan bambu. Langkah abangku pun terhenti, dia coba memfokuskan pandangan kearah asal suara. Mencoba melihat di antara gelap malam. Suara itu masih terdengar.

“Woi, siapa tuh?” teriak abangku, dia menyangka ada seseorang di sana.

loading...

Tetapi belum sempat mulut abangku menutup kembali, dia sangat kaget. Karena secara tiba-tiba dari hutan bambu itu muncul kepala tanpa badan. Kepala itu terbang dari rimbun pohon bambu menuju ke arah abangku! Dia melihat dengan jelas kepala itu, wajahnya hitam. Terdapat sisa-sisa tanah yang menempel di sekitar wajahnya. Mata kepala itu berwarna putih. Di sela-sela bibir kepala itu, menyembul dua buah taring menyerupai taring babi. Ekspresi wajah kepala itu seperti sangat lapar dan siap menyerang abangku.

Melihat itu, seketika abangku terjatuh. Berusaha menjauh sejauh mungkin, tetapi sayangnya jantung abangku berdetak tak beraturan, dan tubuhnya sudah lemas. Sedangkan kepala itu semakin dekat! Akhirnya abangku pingsan tidak sadarkan diri. Begitu dia terjaga, dia sudah dikelilingi ayah dan warga desa yang beramai-ramai mencarinya dengan membawa obor. Abangku pun di gotong ke rumah. Begitu sampai di rumah abangku hanya bisa menangis. Dia tidak berani keluar rumah hingga beberapa hari.

Ternyata sungai itu memang di huni makhluk kepala tanpa tubuh yang suka meneror siapa saja yang berada di sungai selepas maghrib, banyak warga desa yang sudah di ganggu saat mandi menjelang maghrib. Oh ya satu lagi, saat abangku ditemukan, terdapat luka membiru di lehernya, tidak ada yang tahu apa penyebab luka itu, termasuk abangku sendiri. Sekian.

Agen Bola SBOBET