Di Kunjungi Kakek Misterius - 443 Views

Sebut saja nama saya Bram. Kejadian ini terjadi sekitar tahun 1996, waktu itu saya masih kelas 3 SMA dan waktu itu masih gencar-gencarnya permainan Play Station. Pada hari itu, hari minggu sehabis main play station sekitar jam 10 pagi, saya melihat dari kejauhan seorang kakek dengan gaya seperti pengemis datang menghampiri toko furniture paman saya dimana toko furniture itu letaknya persis di samping rumah ayah saya.

loading...

Karena kebetulan paman saya ada pembeli dan melihat lihat kedalam toko, sehingga kakek tersebut belum sempat di sapa atau dipersilahkan duduk oleh paman. Pada saat paman saya keluar sebentar dan kebetulan saya ada di dekat paman, paman saya menyapa kepada kakek misterius itu, dan saya juga menyapa, akan tetapi di dalam hati saya seolah ada bisikan salim/cium tangan sambil membungkuk memberikan tanda hormat.

Jadi petunjuk tersebut saya ikuti dan akibat kejadian tersebut membuat paman saya heran sambil masuk kearah dalam menghampiri pembeli tadi, pasalnya kakek pengemis tersebut baru pertama kali datang. Hal yang masih saya ingat sampai sekarang adalah kakek misterius tersebut berbicara dalam bahasa Sunda, maneh na mah lapur, teu wawuh (paman saya lupa tidak ingat sama saya “kakek”), karena saya tidak tahu mengapa kakek itu berbicara seperti itu kepada saya, ya saya anggukan kepala seraya mengiyakan.

Singkat cerita pembeli di toko paman saya sudah pulang, sambil kearah depan dan mengobrol dengan kakek misterius itu tanpa di sangka kakek misterius itu meminta baju bekas kepada kami. Paman saya tidak bisa memberikan, karena saya punya baju yang cukup banyak ya saya ambilkan kalau tidak salah waktu itu dua buah baju, setelah baju di terima kakek misterius itu minta beras, paman saya menolaknya dengan alasan beras adalah penjelmaan dewi Sri jadi tidak boleh diberikan.

Tetapi saya pergi kedalam rumah dan mengambilkan beras untuk diberikan ke kakek misterius itu. Setelah kakek misterius itu mendapatkan beras, kakek tersebut berpamitan pulang, namun sebelum pulang kakek tersebut memegang kedua tangan saya dan maaf menjilat ibu jari tangan saya dan ibu jari kaki saya sambil membaca sesuatu, dan yang terakhir membacakan sesuatu kepada kepala saya (di ubun-ubun).

Setelah itu selesai kakek tersebut pamit pulang dan beranjak keluar toko paman saya, karena penasaran saya mencoba melihat dan membuntuti kearah mana kakek tersebut pulang, akan tetapi kakek tersebut menghilang dan sudah tidak terlihat lagi, padahal baru sebentar saja belum ada 2 menit meninggalkan toko paman saya.

Berselang waktu 3 hari, datanglah kerabat paman saya yang kebetulan memiliki kemampuan lebih, dan beliau bilang kepada paman saya kalau beberapa hari yang lalu paman saya di kunjungi oleh romo xxxx, dengan pakaian mirip pengemis, sontak paman saya terkejut dan menyesal. Pasalnya romo xxxx merupakan salah satu leluhur sakti kerabat paman saya.