Salah satu kisah ini saya alami ketika saya belum tahu bahwa saya adalah anak indigo. Ya, mengetahui setelah 19 tahun tidak mengetahuinya dan saya kira itu hanya bualan. Entah ini adalah tindakan yang benar atau tidak. Saya sedang duduk di kamar yang sama, berhari-hari tubuh saya sakit sampai sekarang karena tidur di sini dan memutuskan untuk bercerita di forum ini.

Bermula pada waktu saya masih SMP. Saya sudah terbiasa tidur sendiri semenjak kecil dan mengerjakan tugas secara mandiri. Suatu waktu saya memutuskan tidur di kamar saya yang lama yang berada di bagian belakang rumah. Tidak biasanya tidur di kamar belakang karena saya sering tidur di kamar depan dekat ruang keluarga.

Sikat gigi ok, bersih bersih kasur ok, selimut ok, tinggal tidur, namun selama satu setengah jam mata tidak bias dipejamkan. Hawa serasa panas padahal kalau tidak memakai selimut sangat dingin. Saya putuskan untuk tenang, tetapi setelah memejamkan mata sesaat muncul sosok yang muncul di dalam pikiran saya.

Dia berkata “ojo turu neng kene! Ojo turu neng kene! Ojo turu neng kene!” artinya jangan tidur di sini.

loading...

Mata langsung bereaksi membuka dengan sendirinya. Badan dan mental saya sudah tidak kuat, saya putuskan untuk tidak tidur di kamar lama saya yang ada di belakang. Sosok yang dapat saya gambarkan adalah seseorang wanita yang cukup tua berambut abu-abu melayang di bawah genteng A.K.A langit-langit rumah alias menghadap ke arah saya yang sedang berbaring di kasur.

Rambutnya terbang-terbang keabuan dan memakai baju terusan putih letek putih campur abu-abu, coklat, hitam. Sejujurnya saya menulis ini di tengah-tengah merasakan pusing yang sangat hebat. Kepala bagian belakang sangat tertekan, ada yang tahu mengapa? Sekian.