Assalamualaikum sobat KCH semuanya. Ketemu lagi sama aku bismi dari Aceh. Gimana kabar para sobat semua, pasti sehat bukan? Ok di ceritaku yang ke-92 ini aku akan menceritakan kejadian aneh yang di alami kakakku saat dia masih kelas 10 SMK. Ok langsung ke ceritanya ya. Perkenalkan nama aku wulan, aku asal Aceh dan kakak dari bismi. Aku juga memiliki kemampuan yang sama seperti kakekku, mamaku dan adikku bismi.

Ya aku memiliki indra ke-enam dari kecil, jadi aku sudah terbiasa melihat mereka yang menurut orang lain sangat menakutkan. Ok saat aku menduduki bangku sekolah SMK kelas 10 kalau tidak salah sekitar tahun 2007. Sore itu aku mengunjungi rumah temanku maulina, rumahnya agak jauh dari rumahku. Jadi aku berboncengan sepeda menuju rumahnya. Maklum saat itu aku tak bisa mengendarai sepeda motor.

Rumah temanku maulina sangatlah besar, tapi menurutku sangat seram. Karena banyak pepohonan besar di belakang serta di depan rumahnya. Nah saat aku memasuki rumah maulina, aku merasakan ada yang janggal. Tapi aku tak tahu apa itu, karena aku tak begitu memikirkannya. Ku telusuri setiap demi sudut rumah temanku itu, hingga aku tertarik dengan sebuah lukisan seorang perempuan era kerajaan yang di pajang di tengah ruang tamu.

Wanita itu sangat cantik, di tambah lagi saat dia memegang payung di tangannya. Tapi ada yang aneh dengan lukisan itu, aku merasa sepertinya gadis yang ada di luksian itu memperhatikanku. Tanpa ku sadari maulina mengejutkanku agar aku minum teh serta kue kering yang telah disediakannya. Aku memakannya, dan sempat aku minta ijin ke toilet karena perutku ini tak bisa di ajak kompromi lagi.

Nah setelah selesai aku buang hajat, haha, aku dikejutkan dengan lukisan gadis yang berada di ruang tamu tadi sekarang berada di atas wastafel bak mandi. Apa-apaan ini? Kataku, punya kaki kali nih ya lukisan haha. Aku pun mendekati lukisan itu tanoa ada takut sekalipun, dan aku pum sempat menyentuhnya dan tak lama kemudian tanpa ku sadari setetes demi setetes darah mulai keluar dari lukisan itu.

Aku syok dan mendadak merinding, dan gadis yang ada dalam lukisan itu mulai merangkak keluar dengan wajah yang sangat mengerikan. Matanya keluar, hidungnya hancur, serta wajahnya yang retak-retak seperti di lempar batu. Aku terjatuh ke lantai, tubuhku dingin, keringat mulai muncul, aku pun teriak saat gadus itu menindih tubuhku dan mulai mencekikku sambil berbicara bahasa yang tidak ku mengerti sama sekali, bahasa zaman manusia purba kali ya haha.

loading...

Aku sulit bernafas hingga akhirnya semuanya gelap. Nah aku kaget bukan main saat maulina membangunkanku. Ternyata aku ketiduran di atas sofa ruang tamunya sampai bada isya, dan lukisan gadis itu juga masih menggantung di ruang tamu. Tak lama kemudian kakek dan adikku bismi datang menjemputku dengan sepeda motor. Kakekku khawatir dengankku karena aku tak kunjung pulang.

Akhirnya aku pulang dengan kakekku, dan sepedaku besok pagi saja maulina yang mengantarkan ke rumah. Saat hendak pulang, aku sempat melihat lukisan gadis itu, sepertinya gadis itu melotot tajam kepadaku. Aku memalingkan wajah ke arah lain, karena aku tak ingin membayangkan apa yang telah terjadi tadi, “lukisan yang misterius” kataku dalam hati. Tapi aku tak mengerti apa yang ku alami tadi hanya mimpi atau kejadian nyata. Entah aku pun tak tahu. Bahkan adikku bismi yang masih kelas 1 SD berkata padaku.

“Kakak wanita itu jahat, dia tak suka kehadiranmu tapi dia tersenyum padaku tadi” katanya.
“Sudahlah ayo pergi, kakek sudah menunggu” kataku.

Ya itulah teman-teman lukisan yang di anggap misterius oleh kakakku dulu. Kalau gak salah kak maulina juga sudah meninggalkan rumah itu, dan sekarang dia telah berkeluarga dan memiliki 1 anak yang lucu, dan juga sebentar lagi aku juga bakalan punya keponakan lo haha. Iya lah aku bakalan jadi bibi haha, masih 17 tahun sudah mau hampir punya keponakan nih yee hahah. Mohon doanya ya kawan-kawan. Semoga persalinan kakakku nanti lancar, aminn. Cukup sekian ya cerita dariku hehe, maaf kalau terasa membosankan. Wassalamualikum wr, wb.

Whatsapp: 0813 7040 0622
Facebook: Bismi Jasin