Nenek saya memberikan saya meja baru untuk belajar. Ya, semacam meja belajar, tetapi bentuknya lebih mirip meja makan kecil yang hanya cukup untuk satu orang. Kata nenek saya, meja ini sudah berusia sangat tua. Nenek saya memiliki kakek dan meja ini miliknya. Tepatnya milik buyut saya yang meninggal di Makkah saat sedang pergi haji. Meja ini kira-kira sudah berusia 100 tahun. Tetapi sampai sekarang masih kuat dan kekar karena terbuat dari kayu jati.

Meja tua itu kini di taruh di lantai dua rumah saya. Tepatnya di kamar ayah saya yang dulunya bekas gudang. Meja ini memiliki sebuah laci. Karena usianya yang sudah sangat tua, meja ini menyimpan banyak misteri. Sewaktu saya bermain dengan adik saya di kamar ayah saya. Adik saya hendak membuka laci meja itu untuk melihatnya. Adik saya melihat di dalam laci meja itu terdapat sebuah kunci yang sudah berkarat dan tampak sudah tua seperti meja itu.

Padahal sebelumnya, nenek saya sudah memeriksa meja itu dan katanya sudah tidak barang apapun di dalamnya. Tetapi mengapa kunci itu bisa ada di dalam laci meja? Siapa yang menaruhnya di sana? Entah saya tidak terlalu memperdulikannya. Adik saya menggunakan kunci itu dan mencoba membuka gembok yang kuncinya sudah lama hilang. Dan ternyata bisa! Mana mungkin kunci gembok yang sudah lama hilang itu bisa ada di dalam laci meja tua itu? Selain itu, suatu hari, sepupu saya sedang bermain bersama saya dan adik saya di kamar ayah saya.

Sepupu saya melihat ke arah meja tua itu. Dia melihat meja itu bergeser sendiri. Padahal tidak ada yang menggesernya. Dia pun langsung terkejut dan ketakutan karena hanya dia sendiri yang melihat meja tua itu bergerak sendiri. Sedangkan saya dan adik saya tidak melihatnya.

loading...

Pernah juga suatu hari, saat pertama kalinya saya menggunakan meja itu untuk belajar dan mengerjakan PR. Saya sendiri di kamar ayah saya dan tidak di temani adik dan sepupu saya karena mereka sedang mengaji. Tiba-tiba pulpen saya terjatuh ke bawah meja, dan saya hendak mengambilnya kembali. Tetapi setelah saya cari, tidak ada di sekitar kaki meja.

Saya pun keheranan karena tadi jelas-jelas pulpen saya terjatuh ke bawah meja. Setelah saya periksa di laci meja, ternyata pulpen saya ada di dalam laci meja itu! Benar-benar tidak masuk akal! Saya tidak merasa menaruh pulpen saya di dalam laci meja. Saya pikir ada yang tidak beres dengan laci meja itu! Sekian dulu cerita dari saya. Terima kasih telah membaca.