Meteor atau Santet? - 218 Views

Hai sobat KCH yang tampan dan cantik. Kali ini aku mau berbagi kisah yang sampai sekarang menjadi misteri sewaktu aku masih kecil dulu, kira-kira umurku 8 tahun kalau tidak salah. Waktu itu aku, ibu, serta kakak perempuanku pulang dari rumah teman ibuku sekitar jam 10 malam dengan berjalan kaki karena dulu seingatku belum ada kendaraan umum kalau sudah jam segitu.

Lagi asik jalan sambil ngobrol kami bertiga di kagetkan dengan seberkas bola api yang lumayan besar seperti bola kaki terbang melintas persis di atas kepala kami dari arah belakang kami kurang lebih tingginya 15 meter dari permukaan tanah yang tadinya ku pikir itu hanya meteor jatuh atau benda langit lainnya. Dan Kami bertiga pun diam mematung, karena ibuku menyuruhku untuk diam tak bergerak saat itu.

loading...

Bola api itu kalau di perhatikan terlihat jelas seperti nyala bara dengan api yang menjulur-julur berwarna merah kekuningan seperti api pada umumnya. Setelah bola api tersebut agak menjauh. Dengan rasa penasaran, ku kejarlah bola api itu meskipun ibuku melarang, memang dasarnya aku anak bandel gak mau dengar larangan ibuku. Terpaksa ibuku dan kakakku ikut ikutan mengejar untuk menahanku karena takut terjadi sesuatu hal menimpaku.

Karena lariku sangat kencang akhirnya ibuku dan kakakku tertinggal jauh di belakang. Kalian ingin tahu gak bola api itu menuju kemana? Ya, bola api itu persis jatuh di pohon kelapa belakang rumah tetanggaku yang rumahnya tepat di depan rumahku. Masya Allah bunyinya seperti petir yang menyambar, warga sekitar yang tinggal tidak jauh dari rumah tersebut berdatangan untuk melihat apa yang terjadi.

Pohon kelapa itu terbakar sampai-sampai semua daun pelepahnya pun dibuat rontok karenanya. Karena sadar itu bukan hal yang wajar, kami dan semua warga yang tadinya berkumpul karena penasaran akhirnya bubar lari tunggang langgang menuju rumah masing-masing saking takutnya. Oh iya rumah tetanggaku itu dihuni seorang bapak kepala sekolah SMA bergengsi di kotaku, beserta istri dan 2 anaknya yang kebetulan pada saat kejadian rumah tersebut lagi di tinggal pemiliknya liburan di kampung.

Selang 3 hari kemudian terdengar kabar bapak kepala sekolah itu telah meninggal karena kecelakaan. Di susul beberapa hari kemudian istrinya, lalu tidak berapa lama anak pertamanya yang perempuan meninggal juga. Yang tersisa kini tinggal 1 orang anak laki-lakinya. Berhembus kabar bahwa mereka semua mati karena di santet/teluh oleh orang saingan bapak kepala sekolah tadi yang tidak senang dengan jabatannya. Sekian dan terima kasih sudah membaca cerita misteri yang aku alami sendiri sewaktu kecil.