Misteri Kebun Tua Bagian 2 - 1.16k Views

Sebelumnya Misteri Kebun Tua, saya langsung masuk ke kamar dengan rasa takut bercampur dengan rasa penasaran. Saya tenangin pikiran mencoba untuk berpikir logis mungkin cuma anak tetangga yang kekunci di luar, saya coba untuk melihat lagi tapi tiba-tiba dia sudah tidak ada lagi. Dengan rasa penasaran saya coba menoleh ke arah kebun yang gak jauh dari kostan saya. Kebun yang gak terawat itu seperti hutan, rumput-rumput tinggi, pohon-pohon besar itu membuat saya jadi takut, saya langsung mandi dan istirahat.

Paginya saya di kagetkan dengan bekas tapak kaki berlumuran lumpur basah di depan pintu, saya pikir itu kaki anak-anak tapi bekasnya cuma ada di posisi yang sama sejajar seperti hanya berdiri. Saya coba lihat ke tempat lain tidak ada jejak lagi. Perasaan saya semakin takut, dan saya coba pergi sendiri ke kebun tersebut dengan rasa penasaran, dan anehnya di satu pohon besar ada sebuah ayunan yang terbuat dari ban bekas, padahal setahu saya gak ada pernah ngelihat orang dewasa/anak-anak bermain di sini, tiba-tiba saya kepikiran anak kecil tadi malam yang meneror saya, saya langsung pergi ketakutan.

Saya kembali ke rumah teman lagi untuk menanyakan apa yang saya alami tadi malam, dan teman saya malah ketawa dan ngeledek gitu, saya coba menjelaskan lagi dan mengajak dia ke kebun itu. Sesampainya di kebun itu lagi kami berdua ngerasa seperti ada yang memperhatikan di balik-balik pohon. Saya tetap fokus ke ayunan itu dan mencoba mendekati ayunan tersebut sambil memperhatikan sekelilingnya.

Saat kami asik-asik mencari tahu apa yang terjadi tiba-tiba ada teriakan yang memanggil keras ke arah kami. Orang tua yang berjalan dengan tatapan marah itu menghampiri kami, dia menyuruh pergi dengan begitu emosi. Kami pun pergi dengan rasa penasaran, kenapa orang tua itu marah? Aku yang takut mengajak teman aku untuk nginap di kost untuk mencari tahu lagi apa yang terjadi.

Di malam harinya kami sedang asik bermain game online tiba-tiba ada suara keras di luar. Suara itu seperti seng yang di lempar batu besar, kami begitu kaget dan langsung keluar. Kami semakin terkejut saat sampai di luar karena tidak ada apa-apa dan tak ada satu orang pun yang keluar. Padahal suara itu sangat keras, sayapun bertanya kepada penghuni kost sebelah apakah dia mendengar sesuatu? jawabannya pun membuat aku dan temanku menjadi takut karena dia tidak mendengar sesuatu, padahal suara itu jelas sangat keras dan itu kami berdua yang dengar, tapi tetangga tidak ada yang dengar.

Saya pun semakin takut dan memilih untuk pindah tidur ke rumahnya teman saya, kami berdua berangkat dari kost jam 00:20 WIB karena hujan tadinya begitu lebat dan rasa takut membuat kami terpaksa pergi malam. Di saat kami baru sampai di persimpangan teman saya menjerit “gas cepatan” aku pun sempat menoleh kebelakang sebelum mempercepat laju motor, ternyata di belakang ada, bersambung.

Next episode selanjutnya, semoga sahabat KCH bisa terhibur dan jangan pernah baca sendiri karena mereka bisa saja ada di samping anda.

Facebook : Alexa Vicry Ocriandra
Whatsapp: 082288647504

loading...