Misteri Kematian Evi Part 7 - 423 Views

Sebelumnya misteri kematian evi part 6. Hello guys banyak banget ya yang suruh aku buat cepat-cepat lanjutin part 7. Jadi buat kalian yang mau baca cerita ini, aku saranin baca dari part 1 karena ada jalan ceritanya. Terima kasih buat yang mau baca, aku lanjutin ya.

Bel masuk pun berbunyi dengan kencang kami ber-2 pun dengan cepat masuk ke kelas, saat di kelas aku dan zaki berbicara dengan mereka ber-5 (JF, KLV, SF, MEL, LK).

Hendry: guys, aku tahu nih gimana cara kita bisa dapat petunjuk.
zaki: bukan cuman petunjuk, jawaban juga bisa ya kan?!
Hendry: iya.
JF: memang caranya gimana?
Zaki: Jadi gini, itu si merita, dia tuh punya indigo.
All: oh.
Su fie: pantasan saja aku sering lihat dia ngomong sendiri, kayak orang gila.
Meliana: bagus nih kalau dia punya indigo.
Zaki: kamu tahu nggak indigo apa?
Hendry: mereka tuh pasti tahu lah, ga kayak kamu pikiran sempit.
Zaki: siapa bilang?

Li kyan: sudah-sudah ribut saja terus.
Meliana: aku punya rencana nih.
Kelvin: rencana apaan?
Meliana: jadi nanti kita ajak si merita ke cafe, habis tuh kita ajak dia sekalian ke sekolah, biar dia bantu kita cari petunjuk.
Kelvin: boleh tuh. Nanti malam jam berapa?
JF: jam 7 saja mau gak?
Li kyan: boleh tuh, ya sudah nanti jam 7 kita kumpul di cafe sekalian Merita aku ajak nanti.
All: oke.

Setelah pulang sekolah, Li kyan Pun pergi menemui merita yang sedang duduk di bawah pohon.

Li kyan: Mer kamu lagi ngapain?
Merita: gak ngapa-ngapain, memang kenapa?
Li kyan: aku mau ngajak kamu ke cafe nanti malam jam 7, kamu mau?
Merita: boleh deh, lagian aku juga gak ngapa-ngapain di rumah.
Li kyan: oh ya sudah kalau gitu nanti malam jam 7 ya.
Merita: iya.

Malam hari pun tiba dan kami ber-8 berkumpul di sebuah cafe yang kemarin kami datangi.

Kelvin: jadi kita semua sudah kumpul di sini nih, gimana kalau kita langsung pergi saja?
Meliana: ayo langsung kita pergi saja.
Hendry: Wow hebat banget ya, ke cafe cuman buat numpang duduk habis tuh pergi tanpa beli apapun.
JF: biasalah bro, anak GG
All: hahaha.

loading...

Kami pun langsung pergi kesana dengan merita yang tidak tahu kita mau pergi kemana. Setelah sampai disana merita pun menyadari kalau kita berada di sekolah.

Merita: loh kok kita ke sekolah?
Zaki: masa ke rumahmu malam-malam gini.
Merita: maksud aku tuh, kita ngapain ke sini.
Su fie: kita tuh mau kamu bantuin kita.
Merita: bantuin apaan?
Li kyan: bantuin cari tahu siapa pembunuh evi.
Hendry: iya, kamu kan punya indigo.
Merita: tapi indigo aku belum terlalu peka.
JF: gak apa-apa kamu kan bisa lihat evi, jadi kamu tanyain kenapa dan siapa yang bunuh dia.
Merita: ya sudah, kali ini aku bantu tapi lain kali bilang dulu mau ngapain, ngajak ke cafe eh malah ke sekolah malam-malam.
LK: iya sorry ya.

Tanpa banyak omong kami pun langsung masuk kedalam sekolah, saat masuk ke dalam sekolah. Lagi-lagi kami melihat penampakan kuntilanak yang kami lihat waktu itu. Tapi kuntilanaknya kali ini berpindah tempat ke kanan sekolah kami. Lalu tanpa berpikir panjang Aku (hendry), JF, Zaki, Kelvin mengejar kuntilanak itu.

Meliana: ih apaan tuh putih-putih.
Zaki: itu bukannya kuntilanak yang pernah kita lihat di sebelah kiri sekolah.
Hendry: iya benar. Terus kita ngapain?!
JF: kejarlah cuy.
Kelvin: eh tungguin.

Lalu dengan santai Su fie berkata.

Sufie: ngapain sih mereka kejar kuntilanak, nantikan kuntinya juga hilang.
LK: iya, lelaki yang berpikiran sempit.
Merita: hahahah ya sudah biarin saja. Menurut indigo aku, mereka bakalan ketemu pocong nanti.
LK: hah yang benar?
Merita: iya tapi aku masih belum bisa mastiin ketemu atau nggak. Tergantung ketepatan waktunya.
Su fie: maksudnya kalau mereka turunnya cepat-cepat mereka gak akan ketemu pocong, kalau mereka turunnya nanti mereka akan ketemu pocong.
Meliana: oh, biarin saja biar tahu rasa lihat pocong. Lihat apapun di kejar.

Lalu karena sialnya kami ber-4 para lelaki yang berpikiran sempit, nego, dan oon ini, sesuai ramalan merita kami bertemu pocong itu benar-benar terjadi saat kami menuruni tangga dan kelvin yang pertama kali melihat pocong itu.

Kelvin: eh guys kita turun di sebelah kanan saja yuk.
Hendry: kenapa sih?
JF: tahu tuh, kenapa kamu vin?
Zaki: ah dasar penakut, aku turun duluan ya, bye.

Saat kami baru menuruni lantai yang kedua, kami mencium bau yang sangat tidak enak.

Hendry: bau apaan nih, gak enak banget?
Kelvin: guys, itu tuh bau.
JF: biasalah bau kuntilanak yang tadi, mungkin.
Zaki: sudah ah, langsung turun saja.

Tiba-tiba zaki yang pemberani itu melihat sesuatu yang putih dan dilapisi oleh kafan.

Zaki: po-po-pocong, kabur.
Hendry: ayo kabur, kabur.

Lalu kami ber-4 berlari ke arah kiri untuk menuruni tangga. Sesampainya kami di bawah, kami sangat lelah dan jantung yang ingin meledak karena melihat pocong.

JF: kok kamu gak kasih tahu kita sih vin?
Kelvin: gimana mau kasih tahu kalian terus motong pembicaraan aku.
Zaki: sudah-sudah yang paling penting kita gak ketemu pocong lagi.
Hendry: laki-laki pemberani kok lari ketakutan.

Kemudian mereka ber-4 datang dan menghampiri kami.

Meliana: memang enak kamu ketemu pocong.
LK: makanya kalau lihat sesuatu jangan langsung kejar.
JF: Kok kalian bisa tahu kita lihat pocong?
Su fie: merita yang bilang.
Kami ber-4: • • •
Merita: sudah, ayo kita ke sumur.

Lalu kami ber-8 pergi ke sumur untuk mencari tahu tentang jawaban yang belum terjawab. Saat berada di sumur, tiba-tiba merita melihat sosok yaitu perempuan yang sedang menangis. Lalu merita bertanya kepada perempuan tersebut.

Merita: kamu Evi ya?
Evi: kamu siapa? Kenapa kamu bisa berbicara dengan saya?
Merita: apa benar sahabat kamu meliana?
Evi: dari mana kamu tahu dan bagaimana kamu bisa melihat saya?
Merita: teman-teman kamu ada disini, mereka minta sama aku buat bantu kamu cari pembunuh itu.
Evi: apa mereka baik-baik saja?
Merita: mereka baik-baik saja, tapi mereka gak bisa lihat kamu, disini cuma aku yang bisa lihat kamu.
Evi: kenapa kamu bisa lihat aku, sedangkan teman-teman aku gak bisa lihat?
Merita: karena aku punya indigo, hanya orang tertentu yang mempunyai kemampuan ini.
Evi: kalau begitu tolong kasih tahu ke mereka, kalau pembunuhnya itu.
Merita: siapa?

Kalian penasaran? Tunggu saja misteri kematian Evi part 8. Buat kalian yang belum baca, silahkan baca dari part 1 dulu supaya nanti kalian bisa ngerti jalan ceritanya dan buat kalian Thx for reading.

Whatsapp: 0895-6023-91787
Facebook: HENDRY PRAKUSYA
Line: hendrypra123

ini Instagram mereka:

@zaki_alfianda19
@its_merita
@fung_lim26
@likyantsang
@_sf17__
@evijssc
@ana9930560