Hai, semua! Ini cerita saya yang ke tiga. Jika kalian ingin mengetahui lebih jelas tentang ruangan di rumah saya, kalian bisa membacanya di salah satu cerita saya yang berjudul “Suara Dari Kamar Kosong“. Jadi begini cerita yang kali ini akan saya ceritakan.

Di samping kamar saya dan kamar wate (wate adalah panggilan orang Ambon dari keponakannya kepada pamannya), ada satu bagian dari rumah kami yang sering kami sebut ruang samping. Ruang samping ini merupakan ruang yang menghubungkan pintu depan dengan dapur, namun di batasi pintu. Jika ingin masuk rumah, bukan hanya dapat melalui ruang samping ini saja, tetapi juga dapat melalui pintu utamanya.

Ruang samping ini berfungsi jika pintu utama rumah sedang dalam masalah dan kita dapat melalui pintu ruang samping. Dari ruang samping ini sering terdengar suara-suara aneh dan penampakan seperti semacam bayangan orang yang lewat. Saya dapat melihatnya melalui jendela kamar saya yang dapat melihat langsung ke ruang samping.

loading...

Namun saya lebih sering melihat bayangan orang lewat tetapi padahal tidak ada siapapun yang lewat di ruang samping. Pada suatu hari ketika saya hendak tidur pada malam hari. Dari pantulan kaca yang memantulkan bayangan dari jendela kamar, saya melihat bayangan hitam yang tiba-tiba muncul di ruang samping. Tetapi saya tidak memperdulikannya dan tetap melanjutkan tidur.

Nenek saya bilang, ruang samping itu adalah perbatasan antara rumah saya dengan rumah tetangga saya yang dulunya tempat seseorang tinggal dan orang itu memelihara tuyul. Tetapi tentu saja di batasi tembok. Sekian cerita dari saya, maaf kalau kurang seram dan ceritanya tidak jelas, terima kasih.