Hantu Menyerupai Suami - 1.65k Views

Hiii, kalau ingat cerita ini sebenarnya campur aduk emosi saya. Takut, sebal, bingung juga. Ini terjadi sekitar awal saya baru menikah dan masih tinggal dengan orang tua, Maklumlah, kala itu menikah hanya dengan niat ingin menghalalkan hubungan yang sudah dekat di usia awal 20-an, belum mampu beli rumah sendiri, dari pada kontrak, orang tua meminta kami untuk tetap tinggal di rumah. Kebetulan rumah orang tua, cukup besar, secara anaknya banyak, kamarnya juga banyak.

Malam itu, entah kenapa saya sulit tidur, mungkin karena terlalu lelah bekerja malah sulit memejamkan mata. Sudah baca majalah, baca buku, kantuk yang di tunggu tidak datang juga, sementara suami sudah lama terlelap. Bosan di kamar, saya mau membereskan pakaian saja, jadi keluar dari kamar. Maksudnya, mau ambil pakaian yang sudah di setrika untuk di rapihkan, masuk kedalam lemari.

Nah pakaian yang sudah di setrika oleh asisten rumah ditempatkan di teras belakang yang terpisah dari ruangan dalam rumah. Ruang tengah malam itu remang-remang, seperti biasa, ruang tengah berbentuk L ukuran +/- 12×6 meter tersebut hanya mendapat penerangan dari dapur dan lampu dekat salah satu kamar mandi.

Saya dengan santai mengambil/menumpuk pakaian yang sudah di setrika di teras belakang, tidak ada perasaan aneh saat itu. Sampai kemudian ketika melihat ke arah dalam rumah, saya melihat suami saya berjalan dari arah dapur ke kamar mandi. Tidak merinding, tidak ada yang aneh sebenarnya, hanya agak bingung kenapa suami melihat ke arah saya dengan tampang seperti gusar. Cuma saya tepis perasaan saya, mungkin dia kesal karena merasa di tinggal sendiri di kamar.

Selesai menumpuk baju yang akan dimasukan ke lemari, saya masuk ke dalam rumah kembali. Saya lirik kamar mandi pintunya tertutup, hmm suami masih di kamar mandi, itu yang terpikir di benak. Ketika masuk kamar, ternyata suami ada di dalam kamar, di atas tempat tidur masih dengan mata mengantuk. Sambil sedikit bingung, saya bertanya, kok cepat banget ke kamar mandinya, tadi cari apa ke dapur. Suami saya tidak menjawab, mukanya bingung, dan menjawab kalau dia baru saja terbangun dan belum kemana-mana, jeng, jeng, jeng!

loading...

Hati ini terkejut, dan rasa tidak terima karena tadi dipelototin sewaktu di teras belakang, membuat emosi saya naik tinggi. Sontak saya keluar kamar, di ruang tengah yang remang-remang, saya tolak pinggang dan menggeram marah. Saya marah memaki-maki, makhluk yang berani-beraninya tampil menyerupai suami. Meminta dia untuk muncul dan mengancam untuk menghabisinya. Puas marah-marah, saya masuk kamar dan terduduk di tempat tidur. Haah, suami saya malah sudah tidur lagi, capek marah-marah sendiri, akhirnya tidak jadi merapikan pakaian yang sudah di setrika, dan tidurlah.

Datang pagi, saya tanya suami, kenapa kok istrinya keluar kamar marah-marah tidak di samperin, di tanyain, atau gimana gitu. Ternyata kata dia, cuma ingat istrinya nanya gak jelas, dan karena masih mengantuk tertidur kembali. Aah, suamiku. Cuma mengelus dada saja saya.

Sesungguhnya, baru di pagi hari kepikiran kembali kejadian semalam itu. Bagaimana kalau makhluk tersebut menyambut ancaman saya, muncul kembali dengan mata melotot dalam bentuk aslinya, jeng, jeng! Takut juga. Dan, kenapa tidak ada anggota keluarga lain yang terbangun, padahal ketika marah-marah pasti suara saya mengganggu tidur mereka, wallahualam.

Untunglah kejadian serupa tidak pernah terjadi lagi. Sampai sekarang saya masih agak ngeri, kalau mengingat sudah marah-marah sendiri di ruangan remang-remang. Hii, saya juga tidak mencoba mencari tahu, makhluk apa itu sebenarnya.