Pertama Kali Bisa “Melihat” - 562 Views

Sebelumnya perkenalkan Saya Yudistira asal kota Hujan, setelah membaca beberapa cerita disini saya jadi tergugah ingin menceritakan pengalaman-pengalaman tentang “mereka” yang tak kasat mata. Sesuai dengan judulnya, ini adalah saat kali pertama saya “Melihat” makhluk ciptaan-Nya yang tak kasat mata. Kisah ini real saya alami dan sampai detik ini hanya di cerita-hantu.com saya bercerita, karena sebelumnya saya tidak pernah bercerita kepada siapapun termasuk orang tua saya sendiri.

Saya di lahirkan dan di besarkan di kota Hujan. Pada saat itu bertepatan dengan hari munggahan (sehari sebelum bulan Ramadhan ) seperti biasanya di wilayah saya/kampung saya sebut saja kampung D, pasti ramai saat akan menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan. di awali dengan penyalaan petasan yang menandakan akan tibanya bulan Ramadhan.

Saat itu ketika waktu Tahrim, lazimnya di kampung saya pasti sudah mulai ramai dengan orang, ada yang pergi ke sungai untuk mencuci pakaian, mandi atau yang berangkat ke masjid untuk bersiap-siap menunaikan shalat subuh. Saat itu saya yang baru berusia 6-7 tahun ikut dengan bapak ke sungai untuk mandi (untuk angkatan 90-an ke atas mungkin tahu bagaimana jernihnya sungai kita pada zaman itu). Seperti biasa saat tahrim saya mengikuti bapak ke sungai.

Tidak ada yang aneh saat berangkat dari rumah menuju ke sungai, semuanya berjalan seperti hari-hari biasanya. Di sungai pun sudah mulai ramai dengan kegiatan penduduk kampung saya. Pada saat selesai mandi dan mengambil air wudhu karena akan melaksanakan shalat beserta bapak-bapak. Entah mengapa seperti ada bisikan/dorongan untuk melihat kebun pisang yang berada di sebelah kanan.

(Perlu para pembaca ketahui, untuk sampai ke tempat pemandian di sungai penduduk kampung harus melewati 2 kebun: pertama kebun singkong dan yang kedua kebun pisang). Saat itu karena mungkin saya masih polos, saya melihat ke deretan kebun pisang. Tidak ada apapun selain pohon pisang yang berbaris rapi (saat itu saya pulang duluan sendirian tidak bersama bapak).

Namun saat pohon pisang terakhir (perbatasan dengan selokan) saya melihat asap berkumpul di satu tempat dan perlahan membentuk sesuatu. Saya hanya bisa berdiri diam melihat fenomena itu terjadi. Kemudian kepulan asap tadi berubah bentuk menjadi harimau putih dengan cakar yang besar, ekornya panjang dan taring yang sangat runcing.

loading...

Saat mencoba untuk lari, entah kenapa kaki ini seperti terpaku kedalam bumi sehingga sulit untuk bergerak. Keringat dingin mulai bercucuran, bibir yang dalam hati ingin membaca ayat Kursi seketika rapat. Cukup lama saya melihat harimau itu, harimau itu kemudian bergerak maju mendekati saya, saya sampai ngompol melihat harimau itu mendekat, saat harimau itu berjarak 1 meter di hadapan saya, tiba-tiba bapak datang dan menepuk pundak.

“Heh, ulah bengong (heh jangan melamun)” dan ketika itu harimau tersebut berubah menjadi asap dan hilang. Kaki saya yang semula susah digerakan sekarang sudah kembali normal, melihat anaknya pucat, bapak bertanya. “Kamu kenapa? Mukanya pucat”. Saya hanya menggelengkan kepala kemudian lari sekencangnya pulang. Sejak saat itu saya tidak pernah lagi melewati tempat itu, bahkan sampai sekarang.

Sekian cerita dari saya, mohon maaf bila ceritanya kurang menarik dan kurang seram. Maklum baru kali ini menuliskan cerita seperti ini. Masih banyak lagi cerita seram yang ingin saya ceritakan, seperti suara anak ayam yang berubah menjadi suara ketawa dan lainnya. (Cerita ini asli saya alami, dan sampai saat ini saya pendam sendiri) *thx.

01 April 2018
Diez