Sebuah Pelukan - 1.58k Views

Ini post kedua gue. Mungkin pada postingan pertama gue belum sempat memperkenalkan diri. Untuk nama mungkin di keterangan author sudah tercantum jadi tidak perlu disebutkan kembali. Gue tinggal di daerah perkampungan di sekitar Bintaro. Lingkungan di sekitar rumah gue cukup ramai namun tidak terlalu padat. Tempat tinggal gue dikelilingi beberapa pohon besar, ada pohon sawo, pepaya, pisang, singkong dan yang tepat berada di depan tempat tinggal gue adalah pohon rambutan.

Kali ini gue ingin sedikit menceritakan tentang pengalaman gue yang bisa dibilang agak membingungkan dan mungkin sebagian dari kalian akan menganggap cerita gue ini tidak jelas. Pengalaman ini gue alami beberapa tahun lalu. Jujur gue agak sedikit lupa bagaimana kronologisnya tapi gue akan menceritakan sesuai dengan yang gue ingat dan mungkin cerita ini akan sedikit melompat-lompat karena itu tadi gue agak lupa dengan cerita ini.

Singkat cerita saat itu malam hari dan bertepatan pada hari kamis yang berarti saat itu adalah malam jumat. Seperti yang gue ceritakan di atas, di depan rumah gue ada pohon rambutan yang cukup rimbun eh maksudnya sangat rimbun. Saat itu gue dan salah seorang teman gue sebut saja “Bombom” sedang ngobrol di teras rumah gue. Setelah berbicara kesana-kemari gue pun masuk kedalam rumah untuk mematikan televisi yang tadi sempat gue tonton sebelum Bombom datang. Just info gue terbiasa tidur di ruang depan karena gue terbiasa tidur sambil menonton televisi. Jadi gak heran kalau ada kasur di ruang depan rumah gue.

Saat asik berbincang tiba-tiba tercium aroma yang menusuk hidung. Aromanya seperti aroma kandang ayam, makin lama aroma itu semakin menyengat padahal tidak ada kandang ayam di sekitar sini. Tidak lama setelah tercium aroma itu tiba-tiba terdengar suara seperti kepakan dan dibarengi suara terikan Bombom.

“Kuntilanak!!!”.

Kita berdua terperanjat, gue langsung masuk kedalam rumah dan langsung melompat ke atas kasur. Sialnya saat gue melompat ke kasur dan menyambar guling, punggung gue terasa seperti ada yang memeluk dan.

loading...

“Hah!”.

Gue terbangun dari tidur gue. Tetapi bekas pelukan itu masih terasa! Kemudian pelukan itu berangsur menghilang dan ketika melihat jam ternyata sudah jam 4 pagi. Gue bersyukur itu hanya mimpi dan meneruskan tidur gue. Pagi harinya ketika hendak mandi gue biasa ngobrol dengan ibu gue dan ada cerita yang cukup membuat gue kaget, percakapannya kurang lebih seperti ini.

“Kak, tadi mas Udin habis di ketawain (Kuntilanak)”.
“Hah, masa ma? Jam berapa?”.
“Tadi ya kira-kira menjelang subuh”.

Hah! Gue kaget dan akhirnya menceritakan soal mimpi yang tadi gue alami. Sleep Paralysis? Entahlah gue gak tahu apa itu. Mungkin cuma kebetulan atau entahlah gue gak perduli. Itu saja cerita dari gue, dan mohon maaf jika cerita ini kurang menarik atau cenderung tidak jelas. Terima kasih.