Assalamualaikum, saya mau berbagi pengalaman saya dengan dunia gaib. Sebenarnya saya ada banyak sekali pengalaman dengan makhluk astral, tapi hari ini saya mau menceritakan pengalaman saya dan teman saya saat tahun baru di kost-kostan teman saya. Langsung saja.

Saat itu, kalau tidak salah kejadiannya akhir tahun 2012. Saya mempunyai teman yang sangat akrab, mereka adalah Atik dan Ayu. Setelah lulus ujian SMK, kami bertiga mendaftar untuk bekerja di pabrik Malaysia, tapi saat tes medikal, hanya saya dan Atik yang lolos sedangkan Ayu tidak.

Karena saya dan Atik tahu kalau Ayu sedih, kami berdua berencana membuat acara pesta tahun baru sebelum akhirnya saya dan Atik harus berpisah sama Ayu. Kebetulan kost-kostan Atik saat itu kosong, maklum semua lebih memilih pulang ke rumah masing-masing buat merayakan tahun baru bersama keluarga mereka. Dan kebetulan sekali bapak kost juga pergi berkunjung ke rumah saudaranya di daerah Jakarta.

Sebenarnya sudah banyak yang bilang kalau kost-kostan teman saya itu banyak penunggunya, bahkan Atik sendiripun bilang kalau disana memang banyak makhluk halus. Sedikit info, Atik itu terkadang bisa melihat makhluk halus dikarenakan bapaknya punya sedikit ilmu. Tapi karena sudah nekat, akhirnya saya, Atik dan Ayu sepakat buat ngerayain tahun baru di kostan itu.

Pagi hari, saya dan Atik pergi ke rumah neneknya minta ayam untuk di panggang. Lalu ayam itu saya bawa pulang ke rumah, minta tolong ibu saya buat manggang. Maklum kami bertiga sangat payah dalam hal masak memasak. Siangnya, saya ke rumah Ayu, menjemputnya sekalian minta ijin sama bapak ibunya Ayu kalau malam ini Ayu menginap di kost Atik, setelah itu saya mengantar Ayu ke kost Atik dan saya terus lanjut pulang ke rumah.

Sore harinya saat saya bersiap-siap, saya dapat SMS dari Atik katanya saya di suruh cepat kesana. Bahkan Atik sampai miss-call berkali-kali (posisi saat itu saya mandi, dan ponsel ada di dalam kamar). Saya sampai terheran-heran ini anak kenapa kok kesusu (terburu-buru) banget? Setelah maghrib, di antar bapak saya meluncur ke kost-kostan Atik sambil membawa ayam panggang dan makanan kecil lainnya.

Tapi saat sampai di depan kostan, rumah dalam keadaan pintu terkunci rapat. Saya coba telepon si Atik tapi gak di angkat. Karena saya agak takut, akhirnya saya nyuruh bapak saya buat temanin sampai teman saya balik. Setengah jam kemudian si Atik sama Ayu akhirnya kembali, mereka terlihat menenteng dua buah plastik berukuran lumayan besar. Karena kedua teman saya sudah kembali, saya menyuruh bapak saya untuk pulang. Saya memasang tampang galak mendapati kedua teman saya malah cengar-cengir kayak orang tidak bersalah.

“Kemana saja sih?” tanyaku setengah gondok.
“Sorry sist, tadi ke Alfa beli makanan ringan. Sudah lama ya?” jawab Atik sembari membuka pintu. Sedangkan Ayu terlihat sedang asyik dengan ponselnya.
“Oh ya, tadi kenapa miss-call berkali-kali?” tanyaku sambil menaruh ayam panggang dan makanan ringan di atas meja makan.

Atik dan Ayu saling pandang, saya melihat mereka heran.

“Um. Eh, mending kita ke alun-alun saja lah nungguin kembang api, entar balik baru makan ayamnya” usul Ayu mengalihkan pembicaraan.

Atik langsung saja setuju dan menyeretku keluar rumah menuju alun-alun yang sudah lumayan ramai. Sebenarnya saya masih heran dengan tingkah mereka berdua, tapi karena gak mau merusak suasana, akhirnya saya putuskan buat gak bertanya lagi. Singkat cerita, kami gak jadi nunggu kembang api karena ada suatu insiden di alun-alun itu. Biasa ya, kalau ramai orang, jalanan padat terus pada ricuh sampai polisi juga turun tangan.

Kami bertiga memilih pulang di antar oleh pacarnya si Ayu dan satu orang temannya. Saat masuk kedalam kost, aku sebenarnya sudah ngelarang Ayu buat masukin pacarnya kedalam. Soalnya sudah jam 10 lewat dan kan gak enak juga masukin laki-laki kedalam rumah orang. Tapi Ayunya memang bandel dan tetap nyuruh pacarnya masuk. Nah, saat di dalam itu, Rangga pacarnya Ayu tiba-tiba saja nyeletuk.

“Wuih, kalian bertiga hebat ya, cewek semua berani tidur disini”.
“Iya tuh, nekat” timpal temannya si Rangga.

Saya yang dengar langsung saja nyambit kepala mereka pakai bantal. Gak berapa lama, ada bapak-bapak yang tugas ronda negur kami tentang masukin cowok kedalam. Karena malu dan gak enak hati, akhirnya si Ayu nyuruh Rangga dan temannya pulang. Sebelum pulang si Rangga berpesan buat kami bertiga supaya hati-hati.

Setelah itu kami bertiga langsung masuk kedalam lagi. Kami makan ayam panggang sambil bercanda ria. Nah pukul 12 tepat, suara riuh kembang api terdengar sampai di dalam. Atik pamit buat mengambil charge ponsel. Saya yang duduk di meja makan menghadap di teras tiba-tiba melihat seorang perempuan berambut sepundak agak panjang dikit lah, sedang berjalan sambil menunduk melintas di teras.

Tapi saat itu saya gak berpikir macam-macam, saya pikir itu si Atik. Tapi tiba-tiba si Atik malah muncul dari arah perempuan tadi datang. Lah, saya bingung, kalau tadi Atik, kok dia bisa datang dari sana? Dia lewat mana? Pikirku.

“Atik, tadi kamu keluar ya? Ke teras?” tanyaku.
“Nggak tuh, kan tadi bilang kalau mau ambil charge” jawabnya.

Wajahku langsung pucat pasi, Atik dan Ayu yang melihatku langsung ikutan pucat, kemudian Atik buru-buru menutup jendela dan pintu rapat-rapat.

“Sebenarnya tadi waktu saya telepon kamu. Umm” Atik yang duduk didepanku terlihat bingung mau meneruskan omongannya.
“Tadi tuh kan, saya sama Atik lagi mandi, terus tiba-tiba kita dengar ponselnya si Atik bunyi. Dia buru-buru keluar buat lihat lah. Nah, saat dia lihat, ternyata ponselnya anteng-anteng saja gak bunyi sama sekali. Kalau ponsel saya juga nggak mungkin kan, soalnya ringtonenya gak sama” jelas Ayu akhirnya.

Saya diam mendengarkan cerita mereka, agak merinding juga sih, apalagi tadi habis lihat penampakan cewek itu.

“Haus nih, temanin ngambil minum dong” Atik merayu saya dan Ayu buat nemanin dia ke dapur.

Akhirnya Ayu yang bergegas nemenin Atik, meninggalkan saya sendiri di ruang makan. Saat saya melanjutkan makan ayam panggang sambil sesekali balas chat teman, tiba-tiba saya seperti melihat sekelebat bayangan hitam masuk kedalam kamar depan. Belum sempat saya memperhatikan dengan saksama, tiba-tiba Atik sama Ayu berlarian keluar dapur dengan muka pucat pasi.

“Apaan sih?” tanya saya panik dan ikutan takut.
“Kita ke kamar saja yuk, langsung tidur” ajak Ayu dengan suara gemetar.

Akhirnya saya mengangguk mengiyakan. Atik memandu kami untuk tidur ke kamar depan.

“Eh, bukannya saya mau nakutin ya. Tapi tadi sekilas saya lihat ada sekelebat bayangan hitam masuk kamar ini. Yakin mau tidur disini?” tanya saya pada kedua teman saya yang sudah bersiap tidur.

Ayu yang mendengar perkataan saya langsung mendekat ke tempat saya tidur dan meluk saya.

“Sudah gak apa-apa, di cuekin saja. Lagian saya ogah mau balik kekamar saya sendiri” terang si Atik.

Sedikit info kamarnya Atik ini tempatnya bersebelahan dengan dapur. Sedangkan kamar depan ini Sebenarnya kamar tamu.

“Kenapa?” tanyaku heran.
“Tadi itu waktu saya mau ambil minum, saya kayak ngelihat ada yang ngintipin. Terus saya perhatiin tuh, eh ternyata ada kepala manusia tapi rambutnya itu kayak bulu singa, dia melihat ke arah saya sambil meringis memperlihatkan gigi taringnya, siapa yang gak takut tuh?” terangnya membuat bulu kudukku berdiri.

Akhirnya kami bertiga sepakat buat tidur saling berdekatan. Posisi Ayu yang berada di tengah, saya dekat pintu dan Atik dekat almari baju. Karena jam sudah menunjukan pukul 2 pagi, mata saya semakin berat. Tapi kedua teman saya masih gak bisa tidur. Akhirnya Karena ngantuk banget, saya ketiduran duluan. Pagi jam 6 saya bangun, yang di samping saya tinggal Ayu yang masih tidur. Saya keluar kamar tanpa membangunkan Ayu. Di ruang tamu terlihat Atik yang sedang asyik main ponsel.

“Bangun jam berapa kamu?” tanyaku sembari duduk disebelahnya.
“Apaan, saya nggak tidur tahu” jawabnya tanpa memalingkan muka dari layar ponsel.
“Hah? Kenapa memang?”.
“Gimana bisa tidur kalau semalaman suntuk kita ditungguin sama genderuwo? Dia berdiri dekat almari sambil melototin kita bertiga”.

loading...

Mendengar jawaban Atik, spontan saya langsung mendekapnya.

“Bercanda kan?” tanyaku sambil celingukan.
“Suer. Orang semalaman saya nutupin muka pakai bantal, tapi tetap gak bisa tidur. Kamu sama Ayu mah enak, sudah molor duluan. Kayaknya itu genderuwo yang kemarin kamu bilang kamu lihat bayangan masuk kamar depan itu deh say” jelas Atik membuatku tambah merinding.

Jadi, semalaman kita tidur ditungguin sama si om dong? Haduh, gak kebayang kalau saya yang lihat pasti sudah pingsan. Jam 7 pagi tepat, bapak saya jemput saya pulang. Sebenernya saya gak tega ninggalin kedua teman saya disana, tapi hari itu saya mau ke rumah nenek, jadinya terpaksa saya pulang.

Tapi siangnya saya dapat SMS dari Atik kalau dia bakalan menginap di rumah Ayu sampai bapak kost dan anak-anak lainnya pada balik ke kost-kostan. Sekian cerita dari saya, maaf kalau tidak seram. Mungkin kalian akan merasakan seramnya kalau kalian mengalaminya sendiri.