Cerita Hantu > Cerita Hantu Korea > Angkernya SMP Sam Jeong Seoul Korea Selatan

Angkernya SMP Sam Jeong Seoul Korea Selatan

Assalamualaikum, selamat membaca. Masi di seputaran pengalaman mistis yang ku dengar dan ku alami sendiri di Korea. Di cerita Misteri Rumah Oppa Najeon aku sudah bercerita bagaimana anehnya rumah itu bukan? Nah sekarang aku akan mengupas tentang sebuah sekolah angker di Korea Selatan.

Aku sudah beritahu kalau pamanku menikah dengan seorang wanita Korea, dan pamanku memiliki 3 anak, yang pertama bernama Taehyung (yang bersekolah di SMA SOPA pada cerita Misteri Rumah Oppa Najeon), kedua seorang perempuan bernama Aunmi yang beda setahun dengan taehyung, dan yang ketiga laki-laki juga bernama Tuniki yang masih SMP.

Hari itu hari rabu kalau tidak salah tepatnya bulan oktober 2019, tiba-tiba saja bibi jinggo menyuruhku untuk mengantarkan Tuniki ke sekolahnya. Dengan ogah-ogahan akhirnya aku mengantarkan tuniki ke sekolahnya. Saat tiba di depan gerbang sekolah yang bertuliskan atau kalau dalam bahasa indonesianya Adalah SMP SAM JEONG KOREA SELATAN, aku merasa merinding sendiri entah mengapa bulu kudukku langsung merinding saat melihat bangunan sekolah itu.

Read Another Stories:

Tuniki turun dari sepeda motorku dan mengajakku untuk berkeliling sekolah, katanya hari ini mereka tak belajar dikarenakan para guru yang mendadak ada urusan penting. Jadi padahal sekolah mereka diliburkan akan hal itu, tetapi masih ada saja siswa-siswi yang datang sekedar untuk bermain atau bertemu kawan mereka. Aku mengiyakan ajakan Tuniki.

Oh iya aku lupa kasih tau kalau Taehyung, Aunmi, dan Tuniki ini Muslim, cuma Aunmi gak berjilbab ya, gayanya seperti gadis remaja korea yang lainnya tapi dia juga seorang muslim lo 😉. Aku berpegangan tangan dengan Tanuki, takut kalau tanuki meninggalkanku sendirian di sekolah yang besar ini. Tak jauh dari tempat kami berjalan terdapat suara piano yang lantas membuat bulu kudukku kembali merinding, saat ku lihat lewat jendela ke ruang musik itu tak ada siapa pun yang bermain piano 😱  lantas suara piano tadi apa?

Cuaca sudah mulai mendung, aku memberitahu tuniki kalau aku ingin pulang, takut bibi jinggo khawatir denganmu, tapi adik bawel ku ini tak ingin melepaskan tangannku dan malah membawaku ke arah lapangan basket. Ah ternyata dia berjumpa dengan 3 orang temannya di lapangan basket itu.

“Tuniki, kisowa sedarata uopsi? (Tuniki, siapa kakak ini?)” salah satu teman tuniki bertanya.
“Ouh dosara koesa korpsa nikasa Nadia opesode di Indonesia mosajila eropasoer (ouh dia kakak sepupuku nadia dari Indonesia)” begitulah Tuniki memperkenalkan diriku kepada temannya.
“Lopesa ko erpa namae jopasn? (nama lengkapmu siapa kak?)” tanya salah satu teman tuniki.
“Bismi Nadia” jawabku.

Setelah perkenalan itu aku mendengar suara bola basket yang seperti di pantul-pantulkan, aku melihat ke sekeliling tak ada siapa pun yang sedang bermain basket. Aku lantas bertanya pada Tuniki ada apa dengan sekolah ini? Di ruangan musik tadi aku mendengar suara piano, di lapangan basket ini aku mendengar bola yang seperti di pantul-pantulkan. Tuniki tertawa menyimak perkataanku, aku lantas langsung pergi tanpa mempedulikan tawaan Tuniki yang seperti di buat-buat.

Saat tiba di depan ruang Kesehatan, tiba-tiba aku mendengar suara “Help, help, help” aku berjalan kembali tanpa menghiraukan apa pun. Suasana di koridor sekolah itu lumayan sepi karena hari ini adalah hari libur bagi mereka, tapi entah mengapa Tuniki ingin saja ke sekolah. Aku tiba di ruang musik lagi, nah disini aku malah mendengar suara piano itu kembali. Aku melihat lewat jendela ruangan itu, tak ada siapa pun, aku tak mengerti mengapa suara itu terus saja masih terdengar.

Aku berjalan kembali, ku percepat langkahku hingga aku merasa seseorang mengikutiku. Saat tiba di depan satu kelas, pintu kelas tersebut malah terbuka sendiri dengan kencangnya dan membuat jantungku rasanya mau copot. Aku berjalan lagi tak menghiraukan suara aneh yang terus muncul apalagi diluar sana hujan mulai turun dan mendung pun semakin menjadi jadi. Suasana hening dan sepi di sekolah itu membuatku sangat ingin membuang air kecil, ouhh ayolah jangan sekarang ku mohon.

Kemudian aku menghela nafas lega saat diriku sudah keluar dari sekokah itu, aku lantas menghidupkan motorku dan bergegas pulang, aku tak ingin tau Tuniki pulang dengan siapa, mau tidak mau aku basah di pagi itu. Saat sampai di rumah bibi jinggo langsung saja menghampiriku dan berkata mengapa sangat lama pulang ke rumah.

Aku berkata sejujurnya pada bibi jinggo bahwa tuniki mengajakku berjalan-jalan ke sekolahnya. Aku mandi dan berganti pakaian hingga selesai aku masuk ke dalam kamar aunmi yang ternyata sibuk mendengar lagu BTS itu. Aku bertanya pada aunmi mengapa dia tak bersekolah.

“Haispk kosera guka seopa (haiiioo aku malas ke sekolah)” begitulah jawabnnya. Kemudian aku bertanya pada aunmi tentang sekolah tempat tuniki belajar itu. Aunmi akhirnya bercerita padaku bahwa awalnya tuniki juga merasa trauma bersekolah disitu, tapi lama-kelamaan tuniki sudah terbiasa dengan penampakan yang ada di sekolah tersebut.

Apalagi tuniki sudah kelas 3 SMP jadi nangung sekali jika pindah ke sekolah lain. Kata aunmi sekolah tuniki itu memang dibilang angker terutama di ruangan musik, penjaga sekokah saja merasa mendengar suara piano di malam hari, bahkan suara help, help di ruangan kesehatan. Terlebih lagi saat di toilet wanita yang terdengar suara tangisan serta desahan. Di lapangan basket juga kata aunmi terdapat sebuah penampakan siswa bermain basket, yang katanya siswa itu meninggal di lapangan basket karena korban bullyan.

Panjang lebar aunmi menceritakan seluk beluk ruangan-ruangan aneh di sekolah itu, aku yang mendengarnya langsung merinding kembali. Pantas saja tak banyak siswa yang ada di sekolah tersebut. Ehh bukannya tadi hari libur bagi mereka ya 😅 hehhe lupa, entahlah aku juga tak tau apakah di sekokah tersebut siswa-siswinya banyak atau pun tidak.

Setelah mendengar cerita dari aunmi, aku mendadak memutuskan tak akan lagi memasuki sekolah itu. Jika bibi jinggo menyuruhku mengantarkan tuniki lagi ke sekolah, aku tak akan pernah lagi memasukinya. Kemarin aku mendadak merinding juga di rumah oppa najeon sedangkan sekarang aku kembali merinding dengan SMP Sam Jeong itu Ahh mengapa dimana-mana aku melihat hal yang tak ingin ku lihat 😒 tak di Indonesia tak juga di Korea. Ok cukup sekian cerita dariku. Terima kasih sudah membaca, wassalamualaikum.

WA: 081370400622